<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439</id><updated>2011-07-07T21:08:20.678-07:00</updated><category term='Menapak Jalan Pernikahan'/><category term='Bait'/><category term='Bangku Kuliah'/><category term='Terminal Ruhani'/><category term='Doa'/><category term='Cerpen'/><category term='Diary Ramadhan'/><category term='Catatan Seorang Suami'/><category term='Tentang Seseorang'/><category term='Berjalan Ke Timur'/><category term='Tulisan Lepas'/><category term='Catatan Gerakan'/><title type='text'>Kepak Sayap Sang Camar</title><subtitle type='html'>Selamat Datang Sahabat. Blog ini adalah catatan saya....tentang apapun yang bisa saya wakili lewat kata-kata</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2664370228376920089</id><published>2009-10-08T16:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T17:17:56.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Seorang Suami'/><title type='text'>Usai akad nikah</title><content type='html'>Usai sudah akad nikah yang telah membuat hari-hari kemarin berlalu begitu mendebarkan. Saking mendebarkanya, saya menyerah karena sakit ketika mengerjakan UAS salah satu mata kuliah. Hal karena ketidakmampuan mengelola berbagai tekanan-tekanan pikiran yang mampir menjelang pernikahan mulai dari tugas kuliah, ujian akhir semester, amanah organisasi menjelang hajatan pemilu, dan tentu saja mempersiapkan pernikahan itu sendiri.&lt;br /&gt;Tapi alhamdulillah semua sudah berlalu. Berbagai tugas kuliah dan ujian akhir semester sudah dilewati, amanah pun sudah tertunaikan dan yang paling puncak adalah ketika mengucapkan kalimat akad nikah yang mengalir begitu lancar sampai-sampai mertua saya bilang saya seperti sudah menikah saja. Padahal dalam hati saya bilang "Jangankan bapak, wong saya sendiri aja kaget kok bisa selancar itu".&lt;br /&gt;Dibalik kelancaran saya mengucapkan akad nikah, tetap tidak mampu mengusir kekakuan dan sikap salah tingkah karena hadirnya seorang wanita di sebelah saya. Sesekali bahu saya dan istri saya bersentuhan. Dan kami pun reflek saling berjauhan. Orang-orang hanya menertawakan sikap salah tingkah kami dan berujar "Udah nikah kok masih malu-malu..yang mesra dong". Ah, ternyata sedemikian hebatkah gelombang perasaan yang ditimbulkan dari sebuah seremoni berjudul "walimahan".&lt;br /&gt;Dan diatas kursi mempelai segalanya serba canggung. Baru setelah prosesei minta restu dengan orang tua dan keluarga besar, saya dan istri mencuri waktu untuk sholat sunnah. Dan baru kali inilah saya merasakan pesona yang luar biasa saat menjadi imam dari seorang makmum wanita. Hanya berdua. Menjadi hamba yang bersyukur atas limpahan karuniaNya. Mulai dari mengangkat takbir, rukuk hingga sujud berlalu begitu indah. Dan saat saya melantunkan doa di dahinya, segalanya memercikkan keindahan dan kebahagiaan. Air mata pun ikut merayakan keajaiban saat-saat syahdu itu. Seraya mendoakan agar kami menjadi pasangan dakwah yang mampu mencipta keluar sakinah mawaddah wa rahmah. Keluarga yang barokah. Keluarga yang menjadi miniatur keindahan surga. Subhanallah...&lt;br /&gt;Kami keluar kamar dengan rasa prcaya diri baru sebagai sepasang seuami istri yang telah sah dan halal untuk bersentuhan kulit meskipun kekakuan itu masih belum jua sepenuhnya pergi. Kami menerima ucapan selamat dan doa dari tamu yang hadir hingga selesai. &lt;br /&gt;Saat pesta usai, seluruh keluarga saya dan teman-teman pengajian telah pergi. Dan mulailah saya menjadi laki-laki asing di sebuah keuarga baru. Dengan berbagai nilai-nilai yang tentu tidak sama prsis dengan nilai-nilai yang ada dikeluarga saya. Saya merasa kehilangan dan kesepian. Tapi hal ini tentu bukan untuk diratapi lama-lama. Saya harus membiasakan diri menjadi bagian dari keluarga istri. Untunglah istri saya bisa memahami kegalauan yang melanda dan mencoba menjadi tempat curahan hati. Sedikit demi sedikit saya pun mulai lepas dari kegalauan. Mengusirnya dengan ikut membereskan berbagai perlengkapan walimahan. Hujan turun dengan saat deras saat semua sudah dibereskan. Saya menganggapnya sebagai penyempurna keberkahan dari pernikahan ini.&lt;br /&gt;Badan sudah sedemikian lelah. Namun masih ada tamu yang ditunggu. Beberapa teman dari malang hendak datang. Dan ketika mereka datang, kelelahan eranjak pergi meski untuk sementara. Kehadiran mereka membuat saya tidak merasa sendiri. Berbagai cerita pun mulai mengalir. Hingga malam akhirnya menjadi penanda perpisahan.&lt;br /&gt;Kini dikamar ini hanya tinggal saya dan istri. Ditemani oleh rasa lelah dan kantuk. Angin berhembus dengan tenang usai kehadiran hujan yang bergemerisik. Rembulan undur diri dibalik selimut malam. Hanya bintang yang sesekali datang tersenyum. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fabiaayi aalaai rabbikumaa tukadzibaan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ???? berkahi kami illahi rabbi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2664370228376920089?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2664370228376920089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2664370228376920089' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2664370228376920089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2664370228376920089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2009/10/usai-akad-nikah.html' title='Usai akad nikah'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6442229662653439122</id><published>2009-05-28T06:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T07:06:06.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Bulir-bulir Cinta Ibu</title><content type='html'>Saya menahan lelah yang luar biasa. Mendapatkan takdir untuk berdiri dan berdesak-desakan di mikrolet selepas pulang kerja kembali menghampiri saya. badan yang lelah harus ditopang kaki yang juga lelah. Cuaca masih setia dengan panasnya yang menyengat. Ditambah lagi dengan kepulan asap dari kendaraan menambah banyak pembenaran untuk mengeluh. Belum lagi kelakuan para pengendara yang hanya memperdulikan dirinya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Namun ada pandangan yang menyejukkan. Pandangan yang mengalihkan perhatian saya dari kondisi yang kurang bersahabat. Seorang ibu mengembangkan senyumnya melihat anaknya duduk riang di salah satu tempat duduk bis. Sementara ia membiarkan dirinya berdiri dan berdesak-desakan bersama penumpang lainya. Tanganya berpegangan pada besi yang menempel erat di bawah atap mobil. Tangan yang satunya menjinjing sebuah tas. Sangat indah bukan? Betapa ruang cinta yang sangat luas dihati seorang ibu membuat ia berbahagia ketika anaknya berbahagia. Membuat ia tetap berbahagia ketika harus mengalah. Membuat ia tetap berbahagia dalam kelelahan. Dalam usia yang terus menuju senja. Kebahagiaan yang cukup diwakili lewat lukisan bahagia buah hatinya.&lt;br /&gt;Dibanyak potret seorang ibu. Selalu saja kita mendapatkan titisan-titisan cinta Tuhan. Saat seorang ibu rela memasak meski kerap ia sendiri memakan masakanya paling akhir. Saat seorang ibu membelikan anaknya pakaian yang baru sementara yang ia pakai adalah pakaian yang telah lama. Saat seorang ibu rela mengais rezeki untuk sekolah anak-anaknya sementara ia hanya lulusan sekolah rendahan.&lt;br /&gt;Yah..titisan cinta Tuhan pada diri seorang ibu membuat kita tak mampu membayangkan keindahan dari cinta Tuhan kelak. Membuat kita tak sabar untuk mereguk indahnya cinta Tuhan saat kita mendapatkan anugerah tuk hidup bersama Tuhan di surga. Semoga saya dan juga anda kelak termasuk kedalam golongan orang-orang yang dipeluk dalam hangatnya cinta Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6442229662653439122?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6442229662653439122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6442229662653439122' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6442229662653439122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6442229662653439122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2009/05/bulir-bulir-cinta-ibu.html' title='Bulir-bulir Cinta Ibu'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4108762565411697129</id><published>2009-05-28T06:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T06:38:51.802-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Politik Sopir Bajaj</title><content type='html'>Lelucon klasik tentang bajaj melintas lagi dalam pikiranku ketika menyaksikan riuh rendah jagat perpolitikan tanah air. yang namanya Bajaj itu, klo belok cuma dua yang tahu: sopir bajaj dan Tuhan si sopir. yg laen bakal kesulitan nebak si bajaj bakal ngerem, belok kanan, belok kiri atau tancap gas.&lt;br /&gt;begitu juga sepertinya dengan perpolitikan saat ini dalam menentukan cawapres. Semua lg kesulitan untuk menebak-nebak siapa bakal cawapresnya sby.&lt;br /&gt;Jd jangan heran jika keruwetan "jalan raya politik" kita bakal menimbulkan kemacetan atau terjadi kecelakaan diantara partai-partai politik yang ada.&lt;br /&gt;Bayangkan saja, semua terbingkai dalam kata-kata "semua mungkin terjadi dalam politik". Sama kan dengan kata "semua mungkin terjadi kalau bajaj mau belok". yg keliatan musuhan eh kecium bermesraan dibelakang. yang keliatan bermesraan eh g taunya selingkuh.ah..terus apa bedanya dong semua elit politik negeri ini dengan sopir bajaj?&lt;br /&gt;Seru. Menegangkan. Penuh kejutan. kira-kira itulah yang bakal terus terjadi dalam jagat politik kita. menimpa siapa aja yang punya gen politik dalam dirinya.buat yang g punya gen politik sih masih nyantai-nyantai aja. dengan enteng bisa bilang "mboh, bodo amat, ore weruh,pikir be dewek, sire malah pusing-pusing amat, au ah elap, emang gue pikirin dll". Yang seperti ini nanti ujungnya bilang "siapapun presidenya ga ngaruh apa2.gw masih tetep miskin...(yg laen nyaut "elo kali yg miskin, gw enggak tuh")&lt;br /&gt;oaaaahhhhhh, negeri bajaj.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4108762565411697129?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4108762565411697129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4108762565411697129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4108762565411697129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4108762565411697129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2009/05/politik-sopir-bajaj.html' title='Politik Sopir Bajaj'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6288281180685477363</id><published>2009-05-28T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T06:37:31.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Ku Biarkan Cinta Memelukku</title><content type='html'>Kubiarkan kehadiranya menjajah hatiku. Mencecoki pikiranku dengan setumpuk harapan abadi. Karena aku sudah terlanjur mencintainya. Kan kutempuh setiap lelah hingga aku melewati ujungnya. Kubasuh setiap harapan agar tak kenal lusuh setiap kali rasa pesimis datang bertandang. Karena aku sudah terlanjur mencintainya. Ya, aku telah jatuh cinta padanya.&lt;br /&gt;Ia memang telah datang. Perasaan yang telah bertahun-tahun lamanya menari-nari di pelataran hati. Memainkan mimpi bak ombak yang mempermainkan bulir-bulir pasir putih dipantai. Atau seperti angin yang memainkan sayap-sayap burung camar yang indah. Ah..dia datang dengan sangat indah di pelataran hatiku.&lt;br /&gt;Kubuka jendela mata. Jendela hati. Jendela tangan. Jendela kaki. Jendela pikiran. Jendela setiap bagian tubuh yang memungkinkanku tuk menjelmakan cinta menjadi sebuah gerak nyata. Apalah artinya cinta jika ia tak mampu memberi makna pada sebuah gerak raga.&lt;br /&gt;Dan aku memulainya. Memulai memberi ruh pada cinta yang telah menghampiri. Agar tak ada sesal dikemudian hari. Sebab banyak patah hati bermula pada cinta yang tak bersegera diberi ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sebuah ikrar cinta untuk generasi muda di Banten khususnya di Serang Timur. Sekaligus genderang perang terhadap pembodohan, penerbelakangan dan penjajahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb.&lt;br /&gt;Saya sedang merintis yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan remaja dan pemuda di Serang Timur. Berusaha untuk memperbanyak komunitas-komunitas pengusung perubahan di Banten. Minta dukunganya baik berupa doa, sumbangan pikiran maupun sumbangan dananya. Thanx to "senior di malang" yang udah mempercayakan dananya buat langkah maju gerakan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6288281180685477363?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6288281180685477363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6288281180685477363' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6288281180685477363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6288281180685477363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2009/05/ku-biarkan-cinta-memelukku.html' title='Ku Biarkan Cinta Memelukku'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-717812958557569680</id><published>2009-03-10T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T20:13:55.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Gerakan'/><title type='text'>Dari Maulid Ke Pemilu; Satu Kesempatan Untuk Berubah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:682128653; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1745166610 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1760710742; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1862645220 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Entah sudah berapa kali kita merayakan maulid. Sebuah acara yang digelar untuk memperingati kelahiran pemimpin besar sepanjang sejarah peradaban ummat manusia, Rasulullah Muhammad SAW. Dan kini ketika momentum maulid datang kembali, kita tentu tidak ingin terjebak pada seremonial belaka tanpa mengambil hikmah dari perjalanan hidup Rasulullah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mari bercermin pada sosok yang kita peringati kelahiranya. Darimanapun kita mengambil sisinya, yang kita temukan adalah nilai - nilai keteladanan. Nilai – nilai yang hari – hari ini kita rindukan kembali hadir pada diri pemimpin – pemimpin kita. Bahkan kita memimpikanya hadir pada setiap kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada diri Rasulullah mulia, terhimpun mozaik kehidupan yang begitu mempesona sebagai seorang pemimpin, guru, bapak, suami, sahabat, ekonom, panglima perang, dan menghimpun segala sifat baik yang melekat pada diri manusia. Ia adalah sang pembaharu zaman yang meletakan kembali nilai – nilai kemuliaan seorang manusia disaat masyarakat arab pada waktu itu menyembah berhala yang diam, bisu dan beku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sejarah hidupnya tertulis terang bak bintang gemintang bagi para nelayan yang terapung – apung ditengah lautan. Muhammad bin Abdullah namanya. Dia terlahir sebagai anak yatim namun masa mudanya dilalui dengan karya – karya produktif sehingga masyarakat pada waktu itu tak ragu menganugerahkan gelar “Al-Amin” padanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Muhammad mengikuti perang Fujar di usia 14 tahun, menjadi penengah konflik peletakan batu hajar aswad yang nyaris menimbulkan perang saudara, menjadi manajer bisnis handal dari sebuah perusahaan global yang dimiliki oleh Khadijah yang kemudian menjadi pendamping hidupnya dalam melalui setiap perjuangan dan pada akhirnya ketika pengalaman hidupnya telah berisi pundi – pundi kebaikan, Allah SWT mempercayakan risalah kenabian padanya menjadi pendiri sekaligus pemimpin peradaban islam yang kemilau kejayaanya terus memancar hingga detik ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Disinilah kita bisa mengambil pelajaran bagaimana seorang manusia berproses menjadi seorang pemimpin. Dia menjadi titik pertemuan antara pengakuan dari masyarakat dan keridhoan dari langit. Dan ketika sudah bertemu, maka pantaslah ia memikul amanah besar untuk membebaskan ummat manusia. Menjadi rahmat bagi seluruh semesta alam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Beginilah laku seorang pemimpin. Ia tidak membangun kepemimpinanya lewat keturunan atau superioritas kekayaan. Ia dibangun dari pondasi kebaikan yang terus tersusun menjadi sebuah bangunan kepribadian yang penuh keteladanan. Ia lahir bukan dengan motif ingin mendapatkan kekayaan atau penghormatan manusia tetapi ia lahir dari sebuah cinta yang tulus untuk mengangkat derajat kemuliaan seorang manusia. Ia juga hadir bukan melalui baleho dan bendera besar bergambar dirinya tapi ia lahir dari pengakuan yang tulus para rakyatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jika hari – hari ini kita tiba – tiba saja melihat berbagai poster yang berisi penawaran untuk memilih seseorang menjadi wakil rakyat atau menjadi pemimpin kita, kita perlu bertanya pondasi kebaikan apa yang sudah ia bangun. Nilai apa yang dimilikinya hingga kita bisa menitipkan amanah kita padanya. Bagaimana mungkin kita bisa menyerahkan kepemimpinan pada orang yang tidak pernah kita kenal kebaikanya kecuali akhir – akhir ini saja disaat ia membutuhkan suara kita dalam pemilu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Perayaan maulid kita tahun ini, harus menjadi mata air kesadaran bahwa kesejahteraan akan semakin jauh terwujud manakala kita memberikan amanah pada orang yang salah. Pada orang yang hanya memberi amplop &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun sekali. Pada orang yang tersenyum pada kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun sekali. Pada orang yang berinfak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun sekali. Pada orang – orang seperti ini kita katakan tidak. Tidak akan pernah kita berikan amanah untuk memimpin kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hari – hari ini sungguh kita merindukan sosok pemimpin amanah seperti Rasulullah Muhammad SAW. Lihatlah bagaimana dengan tegas ia katakan “Kalau sekiranya Aisyah binti Muhammad mencuri, saya persilahkan untuk memotong tanganya”. Kita butuh pemimpin adil seperti ini. Pemimpin yang bersikap tegas memberantas korupsi bahkan bersikap lebih tegas jika yang melakukan korupsi itu adalah sanak keluarganya sendiri. Kita merindukan kehadiran pemimpin yang senang jika rakyatnya kenyang, bukan pemimpin yang masih tenang disaat rakyatnya kelaparan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Maulid harus mampu menjadi jalan perubahan bagi kita. Sebagaimana kehadiran Rasulullah yang mampu membuka jalan perubahan hingga lahir manusia – manusia besar dengan segudang cita-cita besar. Allah SWT berfirman ”Sesungguhnya Allah tidak akan pernah merubah nasib suatu negeri sampai kaum tersebut merubah keadaan mereka”. Tidak ada jalan menuju kesejahteraan sebelum kita membulatkan kemauan dan menggenapkan kemampuan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Karenanya yang harus kita rubah pertamakali adalah keadaan diri kita sendiri. Berubah dari rakyat yang pasif menjadi rakyat yang aktif dalam perubahan. Berubah dari rakyat yang pragmatis dan masa bodoh, menjadi masyarakat yang penuh kepedulian. Berubah dari masyarakat yang alakadarnya menjadi masyarakat yang professional. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan itu dimulai dengan membersihkan diri kita. Membersihkan pikiran kita dari pikiran – pikiran kotor dan sempit. Membersihkan diri dari penghambaan kepada manusia, tahta maupun harta menjadi penghambaan hanya kepada Allah semata. Membersihkan tampilan fisik, baik fisik kita maupun fisik lingkungan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tidak boleh ada di antara kita yang berputus asa dan mengatakan “tidak mungkin”. Selama matahari terus berputar, maka disitulah harapan senantiasa terbit. Dengan maulid nabi, mari kita kobarkan semangat perubahan. Sungguh, menyalakan lilin jauh lebih baik daripada mencela kegelapan. Dan kita memulainya pada PEMILU kali ini dengan memilih orang-orang yang bersih, peduli dan amanah menjadi wakil dan pemimpin kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;“Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sungguh, yang bathil itu pasti lenyap” (Al Israa ayat 81). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\client\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.jpg" title="Foto"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; left: 0px; margin-left: 507px; margin-top: 23px; width: 80px; height: 113px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/client/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/03/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" width="80" height="113" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Data Diri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nama&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Zuliyanto&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;TTL&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: Serang, 16 Juli 1982&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: Jl. Persada Raya No 6, Menteng Dalam, Tebet, Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Email&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;: &lt;a href="mailto:camar_97@yahoo.com"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;camar_97@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Data Akademik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SD Negeri 1 Ciruas, Serang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;SLTP Negeri I Cipocok Jaya,      Serang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;SMU Negeri I Serang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Fakultas Ekonomi,      Universitas Brawijaya, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pascasarjana, Universitas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pengalaman Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketua OSIS SMU Negeri I      Serang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketua Pramuka SMU Negeri I      Serang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Menteri Luar Negeri BEM      Unibraw&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pengurus Pusat KAMMI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-717812958557569680?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/717812958557569680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=717812958557569680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/717812958557569680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/717812958557569680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2009/03/dari-maulid-ke-pemilu-satu-kesempatan.html' title='Dari Maulid Ke Pemilu; Satu Kesempatan Untuk Berubah'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-5583221585260076336</id><published>2009-01-22T22:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T23:51:24.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menapak Jalan Pernikahan'/><title type='text'>Bersiap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu SMA dulu, saya pernah punya azzam (tekad) untuk menikah dalam usia muda. Semangat empat lima nya waktu itu adalah karena yakin bahwa rezeki semua ditanggung oleh Allah SWT. Azzam itu ternyata harus bersembunyi sementara waktu karena mungkin orang tua belum percaya kalau  permintaan saya itu serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuliskan dalam sebuah lembar kertas, bahwa saya akan menikah semester empat. Dan selalu, pertanyaan apakah deklarasi itu sudah menjadi kenyataan atau masih tetap tersimpan dalam lembar kertas dilotarkan ketika saya bertemu dengan teman - teman dekat yang pernah mendengar deklarasi saya untuk menikah muda. Dan jawaban saya hanya sebuah senyuman yang menandakan saya masih tetap bujang 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu demi satu justeru teman - teman yang tidak pernah mendeklarasikan menikah muda mengirimkan undangan pernikahanya. Mereka yang menikah justeru bukan dari kalangan aktivis dakwah yang sering melempar isu pernikahan dini. Dan satu demi satu, cerita dari mulut ke mulut soal kedekatan saya dengan seorang wanita hanya menjadi bahan guyonan teman - teman. Dan satu demi satu saya menjawab setiap fitnah yang hinggap dalam kehidupan saya soal teman dekat yang satu ini dengan fakta bahwa yang digosipin dengan saya justeru menikah dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya soal menikah itu memang bukan sekedar soal azzam. Tapi soal pembuktian bahwa kita benar - benar mempersiapkan diri secara serius untuk memasukinya. Jadi ada titik temu antara kemauan dan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir dan saya selalu berdoa agar Allah memberikan jalan kepada saya untuk menghimpun kemauan dan kemampuan sehingga menjadi genap dien saya. Jujur saja, ternyata buat saya menghimpun kemauan dan kemampuan ini bukan perkara yang mudah semudah saya membicarakanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman - teman saya kadang menilai bahwa saya sudah memiliki kecukupan syarat untuk memasuki gerbang pernikahan. Lulus sudah, penghasilan ada meskipun pekerjaan tidak tetap, ikut kelompok pengajian juga udah bertahun - tahun dan muka juga alhamdulillah ga jelek - jelek amat (Setidaknya pernah ada yang menyampaikan demikian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penilaian orang lain tidaklah sepenting penilaian dari kita terhadap diri kita sendiri. Karena yang akan menikah adalah diri kita sendiri dan bukan orang lain. Rasa percaya diri. Mungkin inilah virus dibanyak para aktivis. Singa jalanan bisa menjadi kucing jika dihadapkan dengan kesiapan untuk menikah. Saya mungkin orang yang lumayan sering jadi narasumber untuk memotivasi teman - teman, untuk berorasi atau untuk presentasi. Tapi ternyata menikah adalah keputusan besar. Karenanya butuh keberanian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan titik keberanian itu terkuak di suatu malam. Saat saya telah menjalani kuliah pasca sarjana saya dan bukan di semester empat sebagaimana harapan ketika sekolah dulu. Saat saya telah menelan banyak sekali dorongan untuk menikah. Bukan murni dorongan diri sendiri. Meskipun pada akhirnya keputusan itu ada ditangan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-5583221585260076336?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/5583221585260076336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=5583221585260076336' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5583221585260076336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5583221585260076336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2009/01/bersiap.html' title='Bersiap'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4334946622187915123</id><published>2008-12-16T15:59:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T16:18:41.198-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Hingga Sepatu Bicara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika peluru tak mampu kau muntahkan untuk melawan jelmaan firaun, maka belajarlah dari Muntazer al Zaidi, pemuda Irak yang berani. Usianya hanya terpaut dua tahun lebih tua dari saya ketika saya menuliskan keberanianya. Masih 28 tahun. Tetapi sepasang sepatu miliknya telah melayang kearah presiden negeri adidaya saat ini, George W Bush. Sepasang sepatu yang mungkin akan selalu menghantui tidur nyenyak sang presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usah kau pakai logika manapun untuk menjelaskan kenekatan "Sang Pelontar Sepatu". Cukup satu logika bahwa cacing pun akan bergeliat ketika di injak. Logika yang dipakai oleh Soekarno ketika menjelaskan perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang sepatu Muntazer mewakili pesan dari berjuta rakyat muslim diseluruh dunia. Bahkan jutaan ummat manusia dari berbagai suku, agama, ras dan benua manapun. Sebuah pesan damai bahwa Allah Maha Adil. Dan Dia tidak pernah tidur. Bahwa Tuhan akan membalas siapapun yang berbuat dzhalim diatas muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilusi perang melawan terorisme adalah mimpi buruk bagi perdamaian dunia. Tak jelas siapa yang meneror dan siapa yang diteror. Siapa pula yang membutuhkan Amerika disetiap masalah karena selalu saja Amerika membawa masalah baru yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sepasang sepatu Muntazer adalah teror bagi gembong teroris. dikunjungan terakhirnya sebagai seorang penguasa negeri "Polisi Dunia".  Sama seperti kerikil - kerikil yang dilemparkan oleh tangan - tangan mungil bocah - bocah Palestina yang masa depanya direnggut paksa oleh muntahan - muntahan peluru dan bom. Sama seperti tamparan tangan - tangan perempuan Palestina ketika kehormatanya direnggut oleh serdadu - serdadu iblis. Siapa yang menanam angin dia akan menuai badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam penghormatan dari saya wahai Muntazer. Kau melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4334946622187915123?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4334946622187915123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4334946622187915123' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4334946622187915123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4334946622187915123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/12/hingga-sepatu-bicara.html' title='Hingga Sepatu Bicara'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-3708248524216945823</id><published>2008-12-10T15:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T15:13:01.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangku Kuliah'/><title type='text'>Masyarakat Madani dan Kesejahteraan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama 32 tahun rezim orde baru berkuasa, kekuatan negara yang begitu kuat telah memandulkan kekuatan masyarakat. Jargon pembangunan yang menjadi brand image orde baru, justeru menghasilkan kegelisahan – kegelisahan dikalangan masyarakat yang sebelumnya banyak terbuai dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu positif. Masyarakat yang gelisah kemudian melahirkan letupan – letupan di beberapa masa. Peristiwa Malari yang dipicu atas irasionalnya penanaman modal asing di Indonesia, mewakili kegelisahan masyarakat tersebut. Kita kembali menyaksikan letupan terbesar satu dasawarsa terakhir lewat peristiwa Reformasi 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah strategis orde baru lewat paradigma pembangunanya yang menekankan orientasi pada pertumbuhan (growth) tanpa melakukan pemerataan (distribution), telah melahirkan dua kelompok yang oleh Khatimi Bahri (1999:56) disebut sebagi dualisme pertumbuhan. Kelompok tersebut yaitu kelompok ekonomi kuat (konglomerat) dan kelompok ekonomi lemah. Statistik pertumbuhannya menunjukkan bahwa dalam jumlah yang sangat kecil yaitu 6 persen dari sekitar 200 juta orang penduduk Indonesia, ternyata mampu menguasai 86 persen pangsa pasar Indonesia yang berarti hanya 14 persen yang dikuasai oleh pengusaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimpangan yang begitu mencolok antara para konglomerat dengan sebagian besar rakyat Indonesia, tidak semata – mata disebabkan oleh paradigma pembangunan namun juga turut ditunjang oleh terjadinya sentralisasi kekuasaan ditangan presiden yang cenderung menciptakan otoritarianisme. Kontrol masyarakat begitu lemah sehingga penguasa begitu leluasa memainkan perannya yang begitu luas dan memberikan peluang suburnya praktik – praktik kerupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Praktik – praktik kotor yang sedemikian parah kembali memberi jalan sejarah terjadinya letupan – letupan ditengah masyarakat yang melhirkan gelombang reformasi 98.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Reformasi yang dimotori oleh mahasiswa berujung pada peletakan jabatan presiden oleh Soeharto yang menandai runtuhnya kekuasaan rezim orde baru secara de facto. Peristiwa peletakan jabatan presiden Soeharto yang tidak disangka – sangka, memberikan harapan terjadinya hubungan yang lebih adil antara masyarakat dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Reformasi, pekerjaan rumah yang sangat besar telah menanti. Sanggupkah reformasi menjadi jalan bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagaimana cita – cita dan semangat kemrdekaan. Dan kini, menjelang satu dasawarsa reformasi, kita perlu kembali berupaya lebih keras untuk mengoptimalkan masyarakat madani sebagaimana yang dulu pernah kita harapkan untuk mewujudkan kesejateraan masyarakat Indonesia karena faktanya kita belum sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Masyarakat Madani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat madani lebih populer di Indonesia untuk menerjemahkan istilah Civil Society. Istilah tersebut juga merupakan padanan lain yang sering digunakan untuk masyarakat warga, masyarakat beradab, masyarakat kota, masyarakat sipil dan masyarakat berbudaya. Secara sosiologis, jika merujuk pada istilah society dalam bahasa Indonesia berarti masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah masyarakat madani merujuk pada pada kota Madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama yatsrib di wilayah Arab, dimana masyarakat tersebut hidup dibawah kepemimpinan nabi Muhammad dan membangun sebuah peradaban yang tinggi pada zamannya. Menurut Nurkholis Majid,  kata "Madinah" berasal dari bahasa arab "madaniyah", yang berarti peradaban. Karena itu masyarakat madani berasosiasi dengan "Masyarakat beradab". Dalam pengertian lain, "Madinah" juga dapat diterjemahkan sebagai kota yang berarti masyarakat madani berarti masyarakat kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan lain mengenai Civil Society mengemukakan bahwa sejarah konsep masyarakat madani berasal dari tradisi pemikiran barat dimana konsep ini pertama kali lahir sejak zaman Yunani kuno. Cohen dan Arato mengungkapkan bahwa versi awal konsep ini sebenarnya dari Aristoteles ketika mengungkapkan istilah Politike Koinonia – dalam bahasa latin Societas Civilis – yang berarti masyarakat politik / komunitas politik. Istilah tersebut digunakan oleh Aristoteles untuk menggambarkan sebuah masyarakat politik dan etis dimana warga negara didalmanya berkedudukan sama dimata hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Aristoteles kemudian dikembangkan dengan sangat kuat oleh Cicero yang mengenalkan istilah  societas civilis. Pada abad pertengahan, konsep tersebut kemudian dikembangkan antara lain oleh Thomas Aquinas yang memahaminya dalam makna yang merujuk pad akonsep negara kota (city state). Melalui pemikiran Otto Bruner, konsep ini digambarkan sebagai sesuatu yang merujuk pada dualisme, bukan antara state dan society melainkan antara raja dan rakyat. Thomas Hobes dalam karyanya berjudul Leviathan (1651), memahami civil / poltical society sebagai ide normatif mengenai kebebasan dan persamaan warga negara sebagai kesatuan politik.&lt;br /&gt;Menurut Cohen dan Arato, munculnya berbagai versi pemikiran yang berbeda mengenai masyarakat madani, pada dasarnya dapat dilihat dari tiga domain yaitu: (1) hubungan domain masyarakat madani dengan masyarakat politik; (2) hubungan masyarakat politik dengan masyarakat ekonomi: (3) hubungan masyarakat madani dengan masyarakat ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henningsen berpendapat bahwa masyarakat madani pada dasarnya identik dengan ruang publik (public sphere) dalam masyarakat modern yang berfungsi dengan baik. Dengan demikian, dihadapkannya domain negara dan masyarakat madani secara kontradiktif tidak lagi relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gellner, masyarakat madani merupakan sekelompok institusi / lembaga dan asosiasi yang cukup kuat mencegah tirani politik baik oleh Negara maupun komunal / komunitas. Ciri lainya yang menonjol adalah adanya kebebasan individu di dalamnya ; di mana sebagai sebuah asosiasi dan institusi, ia dapat dimasuki serta ditinggalkan oleh individu dengan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, gagasan mengenai masyarakat madani mulai hangat dibicarakan sebagai imbas dari perubahan politik di Eropa Timur. Pembicaraan mengenai gagasan masyarakat madani menandakan bahwa di Indonesia mulai tumbuh kesadaran yang kuat untuk mengembangkan model gerakan sosial yang bersifat madani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ryaas Rasyid, relevansi masyarakat madani untuk Indonesia adalah didasarkan alasan bahwa karena kita juga memiliki keinginan membangun masyarakat yang mampu berkreasi secara maksimal, dan lebih dari itu membangun masayarakat yang menyerap nilai-nilai demokrasi secara konstruksi melalui mana dapat diharapkan suatu sistem politik dan pemerintahan yang lebih demokratis dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Dawam, pengertian tentang masyarakat madani mengacu kepada suatu integrasi umat atau masyarakat ( Surah Ali-Imran : 103, al-baqarah 104 dan 110 ) yang mengandung tiga hal yaitu agama sebagai sumbernya, peradaban sebagai prosesnya, dan masyarakat kota atau perkumpulan sebagai hasilnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Negara Kesejahteraan dan neo Konservatif Anti – statisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsep Negara kesejahteraan (welfare State) merujuk pemikiran bahwa antara kehidupan politik dan ekonomi tidak dapat di pisahkan secara sendiri-sendiri, karena itu untuk mencapai kesejahteraan social yang sekaligus berarti kestabilan politik, maka diperlukan keterlibatan Negara untuk mengatur kegiatan dalam kedua bidang tersebut berdasarkan prinsip perlindungan terhadap kelas dan kelompok sosial yang lemah secara ekonomi. Jadi, Negara dapat mengintervensi kehidupan politik atas nama kepentingan umum-suatu pemikiran yang antara lain melahirkan bentuk korporatisme Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penguatan Masyarakat Madani Di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi historis, gagasan masyarakat madani lahir sejak awal kemerdekaan negeri ini. Lahirnya gerakan – gerakan perlawanan sosial terhadap struktur otoritarian kolonialisme, merupakan bukti bahwa masyarakat madani bukan barang baru dalam sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan terhadap kuatnya dominasi negara kemudian terulang pada tahun 1998 dimana masyarakat menumbangkan rezim orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun dibawah kepemimpinan Soeharto. Proses keruntuhan rezim orde baru banyak diwarnai oleh kehadiran kelompok – kelompok masyarakat madani yang melakukan perlawanan dan tekanan terhadap negara. Gerakan mahasiswa pada waktu itu merupakan representasi kebangkitan masyarakat madani yang eksplosif, aktor terdepan yang berperan sebagai ujung tombak perubahan sejarah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah kekuasaan rezim orde baru, potensi kekuatan masyarakat madani berhasil dilemahkan melalu berbagai bentuk represi, teror dan kooptasi. Dalam berbagai sektor kehidupan politik, partisipasi masyarakat untuk ikut menentukan kebijakan negara yang menyangkut nasib mereka amat dibatasi. Dalam konteks demokrasi, kekuatan politik masyarakat madani hanya menjadi alat pengabsahan kekuatan rezim yang dalam berbagai pemilu telah direkayasa pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang rezim orde baru berkuasa, program pembangunan menempatkan pembangunan ekonomi sebagai prioritas utama, sementara stabilitas politik dan keamanan dijadikan sebagai syarat penunjang. Salah satu tujuan penting orde baru adalah menciptakan masyarakat yang merasa aman dan mengejar kemajuan pembangunan dalam iklim stabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan pembangunan yang mementingkan stabilitas tersebut melahirkan pembangunan format politik orde baru yang diarahkan pada pembentukan model negara yang kuat (strong state). Kekuatan – kekuatan masyarakat madani dikooptasi melalui perwakilan kepentingan secara sistematis melalui wadah – wadah seperti PWI, SPSI KNPI dan sebagainya. Dengan kooptasi ini, pemerintah orde baru memiliki kekuasaan yang besar untuk mengendalikan kelompok masyarakat. Wadah – wadah sosial dan politik yang lahir berdasarkan inisiatif masyarakat dan berusaha memperjuangkan otonomi dalam aktivitas mereka dibatasi ruang geraknya bahkan dihambat pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Suryadi Culla menilai bahwa rezim orde baru telah mengkhianati nilai – nilai demokrasi dengan melakukan empat hal. Pertama, seluruh organisasi sosial dan politik dikontrol secara ketat melalui sejumlah regulasi sehingga membuat mereka tidak mungkin menjadi ancaman berbahaya bagi negara. Kedua, dalam upaya memobilisasi konflik – konflik politik dan ideologi, negara menjadikan ideologi pancasila sebagai basis diskursus politik untuk mendapatkan konsensus melalui hegemoni ideologi. Ketiga, negara memantapkan peran militer dengan fungsinya sebagai penyangga utama kekuasaan negara bekerjasama dengan teknokrat dan birokrat sipil. Keempat, dominasi lembaga kepresidenan yang berada ditangan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara universal, nilai – nilai masyarakat madani merupakan sebuah aspirasi kebebasan yang bergejolak didalm diri seluruh ummat manusia. Tidak akan ada yang dapat membendung jika kesadaran itu telah menuju titik akumulatif. Berbagai tekanan yang bertemu dengan kesadaran politik pada akhirnya akan mendorong lahirnya gelombang tuntutan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara tekanan politik dan kesadaran politik telah menjadi harapan bagi Indonesia untuk mewujudkan masyarakat madani yang diharapkan menjadi jalan terwujudnya kesejahteraan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masyarakat Madani dan Cita – cita Kesejahteraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah jalan mewujudkan masyarakat madani terbuka, tugas berikutnya yaitu mengoptimalkan masyarakat madani tersebut untuk mencapai kesejahteraan sebagaimana amanat konstitusi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryaas Rasyid mengemukakan bahwa untuk membangun pemerintahan yang demokratis atau mengakhiri dominasi sistem otoriter perlu terlebih dahulu dibangun masyarakat madani. Asumsi ini berpijak pada keyakinan bahwa hanya dengan melalui penciptaan masyarakat madani maka peluang bagi munculnya otoritarianisme dapat dicegah dan kemungkinan meledaknya revolusi sosial dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeseno mengemukakan bahwa terwujudnya masyarakat madani sebagian berjalan dengan sendirinya, tetapi sebagian juga tergantung pada keputusan – keputusan politik ditingkat struktural. Karena itu perlu penciptaan kondisi yang kondusif meliputi pertama, deregulasi ekonomi yang mengarah pada penghapusan hal – hal seperti kartel, monopoli, dominasi dan sistem koneksi atas prestasi ekonomi. Kedua, keterbukaan politik. Ketiga, perwujudan negara hukum secara efektif termasuk jaminan hak – hak asasi manusia didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh negara yang begitu kuat terhadap masyarakat selama puluhan tahun telah melemahkan kekuatan masyarakat madani yang ditandai dengan ketergantungan masyarakat terhadap negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks upaya membangun masyarakat mandiri, gagasan masyarakat madani menurut A. S Hikam tidak dapat dipisahkan dengan demokratisasi sebab salah satu syarat penting bagi demokrasi adalah berkembangnya partisipasi masyarakat sebagai karakteristik masyarakat madani. Karenanya terbentuknya ruang – ruang publik sebagai sangat diperlukan untuk mengimbangi kekuatan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ruang publik yang tumbuh subur pasca tumbangnya kekuasaan rezim orde baru melalu momentum reformasi 98, harus menjadi titik balik untuk menciptakan keseimbangan antara domain negara dan domain lainnya dimana masyarakat madani menjadi balancing force maupun moral force ditengah – tengahnya sehingga terjadi hubungan yang sinergis dalam sebuah usaha bersama untuk kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk mengoptimalkan masyarakat madani menjadi sebuah kebutuhan mengingat pilihan yang telah kita ambil untuk keluar dari tekanan rezim orde baru adalah agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan lebih sejahtera. ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, perubahan politik secara struktural. Berbagai hambatan yang mengebiri demokrasi harus dihapus. Berbagai bentuk penataan politik yang dilakukan melalui perubahan dan penyusunan perundang – undangan baru harus diarahkan untuk menjamin terbentuknya pemerintahan yang transparan dan menjamin berkembangnya masyarakat yang demokratis dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perubahan politik secara kultural. Ketertekanan yang dirasakan oleh masyarakat selama puluhan tahun, telah mengkondisikan masyarakat menjadi sangat tergantung kepada negara. Namun pendidikan yang telah berkembang luas turut mengembangkan masyarakat yang kian rasional. Peran negara yang kondusif juga berpengaruh positif terhadap peningkatan kesadaran politik rakyat dalam mengartikulasikan hak – hak politik dan kemandirian sebagai warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, masyarakat madani memerlukan modal ekonomi mandiri yang memungkinkan mereka memiliki bargainning potition dan pengaruh politik yang kuat dalam interaksi dengan negara, atau kesulitan dalam menunjukkan eksistensinya. Dalam hal ini, pemberdayaan ekonomi merupakan syarat yang harus dipenuhi agar tebangun masyarakat madani yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perlunya kesadaran politik untuk menjaga kohesi sosial dan integrasi politik dikalangan elemen – elemen masyarakat madani. Setelah keruntuhan sistem totaliter, terdapat ancaman kehancuran sendi – sendi nasionalisme: persatuan, toleransi dan saling menghargai antar kelompok yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya tersebut dapat dimulai dengan melakukan pelibatan partisipasi masyarakat secara luas dalam pembangunan. Paradigma yang perlu kita bangun dalam mengoptimalkan masyarakat madani tersebut yaitu:&lt;br /&gt;1. Masyarakat memiliki daya dan upaya untuk membangun kehidupannya sendiri&lt;br /&gt;2. Masyarakat memiliki pengetahuan dan kearifan tersendiri dalam menjalani kehidupannya secara alami&lt;br /&gt;3. Upaya pembangunan masyarakat akan efektif apabila melibatkan secara aktif seluruh komponen masyarakat sebagai pelaku sekaligus penikmat pembangunan&lt;br /&gt;4. Masyarakat memiliki kemampuan membagi diri sedemikian rupa dalam peran – peran pembangunan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, optimalisasi masyarakat madani dapat dilakukan dengan jalan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menggunakan pendekatan partisipatif&lt;br /&gt;Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Partisipasi dari masyarakat akan menumbuhkan rasa saling memiliki dan menjaga setiap upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Partisipasi memungkinkan terciptanya program tepat guna dan tepat sasaran sehingga upaya peningkatan kesejahteraan dapat lebih efektif dan efisien.&lt;br /&gt;2. Pendampingan yang intensif dan berkelanjutan&lt;br /&gt;Masyarakat yang telah terlibat secara aktif dalam program peningkatan kesejahteraan, harus mendapatkan pendampingan secara intensif dan berkelanjutan agar tercipta pendidikan yang dialogis antara masyarakat dengan fasilitator (pendamping).&lt;br /&gt;3. Mengembangkan media komunikasi yang murah, mudah dan bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;Media komunikasi yang murah dan mudah, memungkinkan masyarakat dapat membagi dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi  dengan lebih cepat. Setiap orang memiliki akses untuk mencari dan memberi solusi bagi setiap masalah yang dihadapi oleh masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;4. Mengutamakan potensi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Kemandirian masyarakat yang dicita – citakan oleh masyarakat madani, nilai – nilainya sesungguhnya telah tertanam dalam masyarakat. Pembangunan harus berangkat dari apa yang ada dan dimiliki oleh masyarakat. Masyarakat harus dikenalkan dengan potensi sumber daya yang mereka miliki dan mengetahui cara untuk mengoptimalkan sumber daya tersebut sehingga mereka pula yang akan menikmati hasil kerja mereka. Dengan demikian kesejahteraan dapat tercipta ditengah – tengah mereka terlebih dahulu dan bukan tercipta ditempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;1. Istilah masyarakat madani merupakan terjemahan lain dari civil society. Padanan kata yang lain yaitu masyarakat warga, masyarakat kewargaan, masyarakat sipil, masyarakat beradab atau masyarakat berbudaya.&lt;br /&gt;2. Masyarakat madani kerap diposisikan secara kontradiktif dengan negara. Terdapat tiga perspektif dalam memandang posisi masyarakat dengan negara. Pertama, posisi negara mengungguli masyarakat madani. Kedua, melihat adanya otonomi masyarakat madani yang dapat diperjuangkan untuk mengimbangi kekuasaan negara. Ketiga, melihat hubungan fungsional antara negara dan masyarakat madani.&lt;br /&gt;3. Gagasan masyarakat madani secara historis telah muncul ketika zaman kemerdekaan. Gagasan ini kembali hangat menjelang reformasi 98 dan tumbuh subur dalam prakteknya setelah kekuasaan rezim orde baru runtuh.&lt;br /&gt;4. Otoritarianisme yang terbentuk selama rezim orde baru berkuasa dengan paradigma pembangunanya, telah melemahkan kekuatan masyarakat madani, menguatkan peran negara dan menghasilkan ketergantungan masyarakat terhadap negara.&lt;br /&gt;5. Momentum reformasi telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan dirinya guna mencapai kesejahteraan. Proses penguatan masyarakat madani terus berlangsung di Indonesia namun perlu terus dioptimalkan sehingga Indonesia tidak lagi set back dan kesejahteraan dapat terwujud&lt;br /&gt;6. Dalam mewujudkan kesejahteraan, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang memungkinkan mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Culla, Adi Suryadi, "Masyarakat Madani; pemikiran, teori dan relevansinya dengan cita – cita reformasi", Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gellner. Ernest, “Condition of Liberty, Civil Society and Its Rivals ( Terjemahan : Membangun Masyarakat Sipil, Prasyarat Menuju Kebebasan )” , Bandung : Mizan, 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasyid. Ryaas, “Perkembangan Pemikiran Tentang Masyarakat Kewargaan ( Tinjauan Teoritik)” , dalam Jurnal Ilmu Politik, Jakarta : AIPI dan Gramedia Pustaka Utama, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahardjo. Dawam, “Agama dan Masyarakat Madani ” , Jakarta : LSAF kerjasama Kompas dan paramadina, 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wicaksono, Achmad Wazir, "Pengalaman Belajar", Bogor: Yayasan Puter, 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Tugas Kuliah neh.. ampe cenut2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-3708248524216945823?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/3708248524216945823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=3708248524216945823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3708248524216945823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3708248524216945823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/12/masyarakat-madani-dan-kesejahteraan.html' title='Masyarakat Madani dan Kesejahteraan Indonesia'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4196166665969379314</id><published>2008-12-10T14:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T15:03:16.812-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangku Kuliah'/><title type='text'>Menata Ulang Pemuda Indonesia</title><content type='html'>Oleh: Zuliyanto, SE *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah melewati separuh perjalananya sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Secara biologis, usianya akan menginjak 63 tahun pada 17 Agustus tahun ini. Namun kita perlu mengingat apa yang pernah disampaikan oleh Bung Hatta, bahwa bangsa Indonesia memang telah berhasil mencapai cita – cita revolusinya tetapi Indonesia belum mencapai cita – cita sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan permasalahan sosial lainya masih menjadi potret buram kondisi Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah bak fatamorgana ditengah padang pasir ketika berhadapan dengan kondisi Indonesia hari ini. Indonesia, yang oleh Multatuli di ibaratkan sebagai jamrud khatulistiwa tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi jutaan penduduknya. Indonesia, negeri yang dikenal dengan kekayaan baharinya dan ketangguhan nelayanya tidak mampu mensejahterakan para nelayanya. Indonesia, yang tanahnya oleh Koes Plus dipuji sedemikian rupa hingga tongkat, kayu dan batu jadi tanaman tidak mampu mensejahterakan petaninya. Indonesia hari ini, adalah amanah yang harus kita pertanggung jawabkan pada generasi yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu merindukaan kejayaan Indonesia yang saudagarnya melanglang buana hingga ke jazirah arab dan nelayanya mengarungi samudera sedemikian jauhnya. Merindukan nama Indonesia yang pernah dikenang sebagai negara yang tangguh, yang memimpin bangsa Asia dan Afrika menggapai kedaulatanya. Merindukan kejayaan dengan berjuta sumberdaya alam dan sumber daya manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejayaan sebuah negara, tidak ditentukan oleh seberapa lama negara tersebut telah berdiri. Mesir yang telah berdiri sejak zaman fir’aun berkuasa, kondisinya tidak lebih baik dari Singapura yang baru berdiri. Kejayaan sebuah negara, juga tidak ditentukan dari seberapa banyak kekayaan alamnya. Kondisi Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah, tidak lebih baik dari Jepang. Lalu mungkinkah Indonesia mencapai kembali kejayaanya? Tentu bisa. Bagaimana caranya? Dengan Menata Ulang Pemuda Indonesia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Pemuda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berikan padaku sepuluh pemuda, dan akan ku guncang dunia” (Soekarno). Pendar optimisme Soekarno dalam pernyataan diatas masih terngiang dalam benak kita. Menekankan betapa figur pemuda merupakan pilar bagi sebuah bangsa dalam pandangan seorang pemimpin. Ia adalah sekelompok manusia yang menjadi cerminan eksistensi sebuah bangsa. Bukan cuma Soekarno yang menaruh perhatian pada pemuda, setiap pemimpin sejati pasti memberikan perhatian besar pada para pemudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah titik tolak. Ia sangat menentukan jauh dekatnya sebuah kemajuan. Apakah kemajuan dalam skala indivisu maupun dalam skala bangsa. Dalam diri pemuda berhimpun seluruh momentum kejayaan. Momentum kejayaan fisik, kejayaan intelektual dan momentum kejayaan idealisme. Dan momentum dalam banyak kejadian tidak pernah berulang untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu adalah momentum terjauh dalam kehidupan kita karena ia tidak pernah kembali. Masa depan adalah momentum terjauh dalam kehidupan kita karena kita tidak pernah tahu apakah ia akan kita lewati. Masa kini itulah sebenar – benarnya momentum. Pemuda terbaik adalah mereka yang mampu memanfaatkan momentum masa kini. Mereka yang mampu mengolah momentum kejayaanya menjadi ledakan – ledakan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 Indonesia memiliki 37 % pemuda yang didalam dirinya berhimpun momentum kejayaan. Bahkan sejak tahun 2000 prosentase itu tidak pernah bergeser yang menandakan sepertiga penduduk Indonesia dipenuhi dengan momentum – moentum kejayaan.&lt;br /&gt;Lalu mengapa Indonesia justeru menjadi negara miskin dan terkorup justeru ditengah – tengah momentum – momentum kejayaan yang luar biasa. Mengapa momentum – momenntum itu tidak pernah menjadi ledakan – ledakan prestasi yang membuat bangsa Indonesia tercapai cita – cita kemerdekaanya yang sejati sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Paradoks momentum kejayaan ini semakin memprihatinkan saat kita memiliki realita bahwa negeri kita adalah zamrud khatulistiwa dengan kekayaan laut dan daratan yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalakan lilin tentu jauh lebih bermakna daripada mencela kegelapan. Merekayasa momentum – momentum kejayaan yang terpendam dalam diri pemuda menjadi ledakan – ledakan prestasi tentu jauh lebih bermakna daripada kita terus mengeluh dan malu terlahir sebagai bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nelson Mandela, seorang pejuang Afrika, mengatakan tidak ada sesuatu yang hebat selain ketika Anda berhasil mengubah suatu tempat yang sulit berubah, dan menemukan jalan perubahan seperti yang Anda inginkan. Jadi, kita yang hidup dalam zaman ini, dipanggil oleh sejarah untuk melakukan perubahan yang berarti bagi negeri. Mengeluarkan seluruh potensi yang dimiliki untuk bersemi menjadi prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemuda dan Potensi Kejayaan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda, dalam dirinya berhimpunan isyarat kejayaan sebagai sebuah bangsa. Ada tiga isyarat kejayaan yang dimiliki oleh seorang pemuda yang menjadi sumber daya utama potensi kejayaan sebuah bangsa:&lt;br /&gt;1. Isyarat Pergerakan (Mobilitas)&lt;br /&gt;Pemuda, adalah generasi dengan ciri pergerakanya yang sangat dinamis. Jasadnya yang dalam keadaan puncak, memungkinkan dirinya untuk memiliki vitalitas pergerakan yang prima. Secara umum, pemuda adalah generasi yang paling siap untuk menghadapi dinamika perubahan yang bergerak sangat cepat dan persaingan yang semakin kompetitif.&lt;br /&gt;Begitupun dengan sebuah negara. Negara yang berjaya adalah negara yang mampu mengelola dan menghadapi perubahan. Negara tersebut tidak menutup dirinya dari perubahan. Begitulah Jepang ketika restorasi Meiji digulirkan mengalami dinamika yang luar biasa. Atau saat tembok berlin runtuh, kita menyaksikan kehidupan Jerman Timur mulai berdenyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isyarat Inovasi (Daya Inovasi)&lt;br /&gt;Pemuda, adalah generasi dengan akal yang masih cemerlang. Kemampuan akalnya mampu mencipta berbagai hal yang dulu hampir tidak mungkin dijalankan atau diciptakan. Dengan rasa ingin tahunya yang besar terhadap segala sesuatu, pemuda terus menggerakan okalnya untuk menemukan hal – hal baru, menghadapi tantangan kehidupan dan menyelesaikanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isyarat Mental (Ketangguhan Mental)&lt;br /&gt;Pemuda, adalah sosok yang memiliki semangat yang membara bahkan dijuluki matahari yang sedang meninggi. Pemuda tidak pernah menyerah terhadap hambatan dan kegagalan. Dia juga tidak mudah tunduk pada perintah yang tidak sesuai dengan gairahnya. &lt;br /&gt;Negara tangguh adalah negara yang memiliki ketahanan nasional yang kuat. Negara yang tidak mudah menyerah oleh berbagai krisis, juga tidak tunduk pada kekuasaan manapun yang merugikan bangsanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tiga isyarat kejayaan itulah, maka untuk bangkit dari segala permasalahan yang dihadapinya, agenda mendesak bangsa ini yang tidak kalah pentingnya adalah menata ulang para pemudanya. Hal ini mendesak karena para pemudalah pewaris sah negeri ini dimasa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua hari ini, harus memposisikan diri menjadi pengawal bagi para pemuda sehingga mereka mampu mengelola negeri ini. Negara harus mampu memadukan kebijksanaan para orang tua dengan semangat kaum muda. Tidak boleh ada yang memisahkan generasi tua dengan generasi muda karena keduanya adalah tali sejarah yang harus bersambung. Kebijakan yang benar maupun salah yang dilakukan oleh generasi terdahulu harus ditempatkan pada posisinya masing – masing. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Problematika Organisasi Kepemudaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia beridiri banyak organisasi kepemudaan (OKP) yang secara umum ditujukan sebagai wadah bagi para pemuda untuk meggali, membina dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Beragam OKP tersebut bergerak sesuai dengan visi, misi dan tujuan didirikannya. Ada yang bergerak dalam ranah – ranah politik, ekonomi, pengembangan teknologi, pendidikan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak reformasi 1998, berbagai OKP terus bermunculan meskipun kemunculanya dengan beragam motif. Namun apapun motifnya, kemunculan OKP tersebut seharusnya berbanding lurus dengan penyelesaian berbagai masalah yang terjadi ditengah – tengah masyarakat. Bukan justeru sebaliknya, OKP tersebut disibukkan dengan permasalahan – permasalahan internal apalagi sampai terlibat bentrokan fisik sesama angotanya dan berujung pada perpecahan organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa permasalahan yang kerap dialami organisasi kepemudaan yang membuat organisasi tersebut tidak mampu berbuat banyak untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan ditengah – tengah masyarakat.&lt;br /&gt;1. Inkonsistensi perjuangan&lt;br /&gt;Masalah pertama ini kerap muncul saat organisasi sudah mulai membesar. Idealisme yang dulu menjadi fondasi gerakan mulai bergeser dan tergantikan dengan kepentingan sesaat. Kebaikan yang dulu menjadi ruh pergerakan dan menjadi penarik simpati massa mulai melemah dan akhirnya menjauhkan organisasi tersebut dari massa.&lt;br /&gt;Terlalu banyak contoh organisasi yang kemudian hancur dalam sekejap bukan karena serangan atau tekanan dari luar tetapi karena kebusukan orang – orang didalamnya. Pada dasarnya setiap manusia menyenangi kebaikan karena itu merupakan fitrah yang dibawanya sehingga perlahan namun pasti organisasi yang berisi dengan keburukan akan hancur.&lt;br /&gt;2. Kelemahan struktural&lt;br /&gt;Perubahan – perubahan besar telah terjadi dalam kehidupan kita. Dunia kini menjadi kampung kecil setelah teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat.&lt;br /&gt;Perubahan tersebut berdampak pada kebutuhan struktur organisasi yang dapat dengan cepat merespon perubahan. Organisasi – organisasi yang memiliki rantai pengambilan keputusan terlalu panjang akan menyulitkan organisasi tersebut untuk bergerak lebih efektif.&lt;br /&gt;Organisasi kepemudaan yang masih menggunakan hierarki organisasi terlalu panjang tentu saja akan mengalami kesulitan terlebih yang telah berskala nasional karena di Indonesia sendiri telah menjalankan otonomi daerah dimana terjadi desentralisasi berbagai kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.&lt;br /&gt;3. Hambatan finansial&lt;br /&gt;Masalah berikutnya yang sering menjadi permasalahan dalam organisasi yaitu masalah keuangan. Masalah ini bahkan cenderung menjadi permasalahan klasik yang seolah – olah pasti ada dalam sebuah organisasi.&lt;br /&gt;4. Kemandegan regenerasi&lt;br /&gt;Kemandegan regenerasi merupakan lampu merah bagi sebuah organisasi. Jika regenarasi sudah mandeg, maka organisasi tersebut tinggal menunggu waktu untuk hancur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Membangun OKP dan Membangun Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah faktor terpenting dalam organisasi apapun entah itu negara, lembaga sosial bahkan perusahaan sekalipun. Karenanya untuk membangun kejayaan Indonesia sekaligus menyelesaikan permasalahan organisasi, pertama kali yang harus dibangun adalah manusianya. Dan dari sekian manusia yang harus dibangunkan pertama kali adalah pemudanya oleh karena potensi yang dimilikinya. Dan dari sekian potensi (isyarat kejayaan) yang dimiliki oleh pemuda maka yang harus pertama dan utama dibangun adalah mentalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketangguhan mental para pemuda sesungguhnya telah termaktub dalam lagu kebangsaan yang senantiasa dikumandangkan dalam berbagai upacara kenegaraan. Bangunlah jiwanya menjadi syarat bagi terbangunya pergerakan (raga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun jiwa pemuda Indonesia itulah yang harus menjadi perhatian bagi OKP. Menjadi program prioritas sebelum program – program lainya. Anhar Gonggong (Sejarawan UI) menyimpulkan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah bukan karena lahirnya kalangan terdidik akibat kebijakan politik etis tetapi karena telah lahir kalangan terdidik dan tercerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena inti utama organisasi adalah manusia maka untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh organisasi yaitu dimulai dengan mencerahkan para aktivis didalamnya. Disinilah kemudian sistem pengkaderan harus dibuat seoptimal mungkin sehingga seluruh potensi yang dimiliki oleh anggotanya dapat berkembang secara seimbang. Ketidakseimbangan pengkaderan dalam salah satu potensi akan membawa organisasi kedalam jurang kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi yang terlalu bertumpu pada pergerakan berpotensi melahirkan kelelahan dan inkonsistensi pergerakan jika tidak diringi dengan pengkaderan yang maksimal dalam inovasi dan mental. Begitu juga jika organisasi bertumpu pada inovasi dan mental tetapi tidak pernah bergerak maka organisasi itu akan kehilangan daya tariknya.&lt;br /&gt;Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, OKP menghadapi tantangan dalam mempersiapkan regenerasi kepengurusan. OKP selama ini diasumsikan tidak bisa menawarkan keuntungan finansial bagi para penggiatnya. Disinilah letak dilematisnya karena begitu OKP menawarkan keuntungan finansial, konflik mulai bermunculan. Namun jika tidak ada solusi terahdap permasalahan finansial, maka organisasi ini bukan saja tidak mampu menggerakkan roda organisasinya tetapi juga kehilangan daya tariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, keseimbangan dalam pengkaderan memegang peranan penting. Tranformasi ideologi yang menguatkan mental para aktivis harus terus berjalan seiring organisasi tersebut menghadapi berbagai permasalahan sehingga ketika organisasi mengalami kesulitan keuangan, para anggotanya siap berkorban dan ketika organisasi menawarkan keuntungan secara finansial tidak ada yang merasa menjadi korban.&lt;br /&gt;Untuk itulah setiap organisasi membutuhkan sistem keuangan yang rapih, transparan dan sehat. Setiap organisasi harus memiliki manajemen keuangan yang baik sehingga tidak adalagi istilah “Ketua adalah ujung tombak dan ujung tombok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk memastikan regenerasi dan eksistensi organisasi, organisasi harus melakukan penelitian yang berkesinambungan baik secara internal maupun secara eksternal. penelitian secara internal memungkinkan organisasi mampu memetakan keadaan dirinya yang menjadi alat peringatan dini jika terjadi hal –hal yang membahayakan organisasi seperti motivasi yang rendah, ketidakpercayaan kepada pemimpin dan lain sebagainya. Penelitian eksternal dibutuhkan untuk menjembatani antara visi organisai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini akan menciptakan titik yang paling efektif untuk mengkompromikan antara idealitas dengan realitas. Penelitian terkadang tidak mampu dilakukan oleh organisasi padahal ini adalah hal yang penting untuk mendeteksi kondisi. Bahkan dibutuhkan untuk berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat. Penelitian tidak selalu harus melalui serangkaian metodologi penelitian yang rumit meskipun seharusnya dengan kapasitas SDM yang dimilikinya, penelitian yang rumit pun tetap bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Indonesia dapat dimulai dengan menata ulang pemuda Indonesia. Untuk menata tersebut, pemuda perlu bergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan yang memungkinkan potensi yang dimilikinya tergali dan bersinergi dengan potensi pemuda lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi kepemudaan yang baik, akan mampu berkontribusi lebih banyak dalam penyelesaian permasalahan bangsa. Untuk itulah, persyaratan organisasi yang baik harus dipenuhi yaitu: Tersedianya sistem pengkaderan yang menyeimbangkan potensi akal (Daya Inovasi), mental (Ketangguhan Mental) dan jasad (Mobilitas), Sistem keuangan yang transparan dan sehat, Penelitian yang berkesinambungan, Struktur yang responsif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa catatan yang dapat diberikan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Semoga hari esok adalah hari dimana Indonesia menjelma menjadi negara yang aman, adil dan sejahtera sebagaimana cita – cita sosialnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4196166665969379314?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4196166665969379314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4196166665969379314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4196166665969379314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4196166665969379314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/12/menata-ulang-pemuda-indonesia.html' title='Menata Ulang Pemuda Indonesia'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-8311307618413109896</id><published>2008-12-10T14:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:54:25.873-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangku Kuliah'/><title type='text'>Mengapa Kita Harus Bersatu</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNURHAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 89.85pt 72.0pt 89.85pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Mengapa kita harus terintegrasi dalam negara Kesatuan Republik Indonesia? Pertanyaan ini sangat menarik juga menggelitik. Bukan hanya karena pertanyaan ini muncul setelah kita memproklamasikan diri sebagai sebuah negara bernama Republik Indonesia yang telah melewati 63 tahun kemerdekaanya. Namun juga karena pada kenyataanya setelah 63 tahun merdeka, cita – cita nasional kita sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 tidak jua tercapai. Sederhananya, jika kita tidak mampu mencapai cita – cita kita dengan sebuah kendaraan bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia, lalu untuk apalagi kita bersama dalam kendaraan besar ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Mitos Persatuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Konon katanya, sebagai sebuah bangsa dan sebuah negara kita telah diikat dalam sebuah tali persatuan yang terbuat dari perasaan senasib dan seperjuangan. Kita telah tertulis dalam sebuah sejarah sebagai masyarakat yang sama – sama mengalami penderitaan akibat penjajahan yang dilakukan oleh Belanda selama kurang lebih tiga setengah abad lamanya ditambah penjajahan yang dilakukan oleh Jepang selama tiga setengah tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Perasaan menderita akibat penjajahan ini kemudian melahirkan sebuah energi besar untuk sama – sama berjuang melepaskan diri dari situasi penjajahan. Terangkailah kemudian usaha – usaha perjuangan bersama ini lewat peristiwa sumpah pemuda yang menasbihkan diri kita sebagai sebuah masyarakat yang tergabung dalam satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa persatuan yaitu Indonesia. Lalu kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945 kita memproklamirkan kemerdekaan kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Agresi militer Belanda 1 dan agresi militer Belanda 2, justeru semakin mengentalkan semangat persatuan diantara Bangsa Indonesia. Dan tercatatlah kita dalam sejarah sebagai bangsa yang mampu bertahan ditengah berbagai situasi nasional seperti PKI, Reformasi dan Krisis ekonomi juga peristiwa lainya disaat negara besar bernama Uni Soviet dan Yugoslavia pecah berkeping – keping menjadi negara yang lebih kecil. Lalu benarkah jika selama ini kita terikat dan terintegrasi dalam NKRI karena perasaan senasib dan sepenanggungan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Reformasi dan generasi Baru Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Reformasi mungkin menjadi titik tolak yang sangat penting untuk melihat kondisi Indonesia hari ini. Reformasi yang ditandai dengan runtuhnya rezim pemerintahan orde baru yang sentralistik membawa Indonesia dalam situasi tanpa skenario. Perasaan terkungkung dalam pemerintahan yang sentralistik menghasilkan keinginan kuat untuk terjadinya desentralisasi pemerintahan lewat format otonomi daerah. Pancasila yang selama ini – suka tidak suka, menjadi perekat telah mengalami desakralisasi. Kekuatan eksekutif yang selama ini cenderung lebih kuat dari parlemen, mengalami pelunturan – pelunturan sehingga meskipun negeri ini berbentuk presidensial namun faktanya justeru beraroma parlementer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Angin kebebasan yang dihembuskan dari momentum reformasi juga menghasilkan masyarakat yang bisa bertindak atas nama reformasi. Negara disatu sisi menjadi begitu sangat lemah sementara rakyat merasa sangat kuat. Kemudian kita menemukan masyarakat menjadi sangat individualistis dan mudah berkonflik. Liat saja bagaimana mengerikanya tawuran antar suporter sepakbola, demonstran dengan polisi atau tawuran antar mahasiswa yang terkadang disebabkan oleh permasalahan yang sepele namun tidak bagi pihak – pihak yang berkonflik. Lalu dimanakah ikatan satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Mencari Dasar Integrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika selama ini kita dibentuk dan diikat dalam satu nasib dan musuh bersama, masih manjurkah ramuan itu sekarang? Jika memang kita satu nasib, mengapa yang kaya begitu mencolok mata sementara yang miskin semakin kasat mata. Jika memang kita memerlukan musuh bersama, siapakah musuh bersama itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span   lang="SV" style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Satu nasib dan musuh bersama menurut saya masih relevan mengingat saat ini kita sama – sama berada hidup dinegeri yang kaya namun negaranya miskin. Jadi pertanyaan hari ini sebenarnya bukan mengapa kita bersama tapi dengan apa kita bisa bersama? Siapakah yang berhak mengkondisikan dan membawa rakyat dalam perasaan satu nasib dan satu musuh? Yang memastikan rakyat tahu bahwa musuh kita hari ini adalah kemiskinan dan kebodohan. Jawabanya adalah pemimpin yang kuat dan hukum yang tegak. Pemimpin yang kuat dan hukum yang tegak akan menghasilkan negara yang kuat. Tanpa adanya pemimpin dan hukum yang kuat sepertinya kita akan terus berlama – lama dalam ikatan yang rapuh. Karenanya integrasi nasional Indonesia dalam era globalisasi menurut saya sangat diperlukan karena jika kita mengalami disintegrasi kita membutuhkan energi yang cukup besar untuk bertahan dalam percaturan dunia disaat negara – negara lain justeru telah memulai pembangunan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Kita membutuhkan stabilitas untuk membangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-8311307618413109896?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/8311307618413109896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=8311307618413109896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8311307618413109896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8311307618413109896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/12/mengapa-kita-harus-bersatu.html' title='Mengapa Kita Harus Bersatu'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-3303713857069527834</id><published>2008-12-09T15:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T16:55:02.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Keagungan Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pentas itu dibuka kembali. Sebuah panggung di pentas peradaban. Ceritanya selalu terasa baru ditelinga setiap zaman. Kisah sejati tentang keagungan cinta dan kisah agung tentang kesejatian cinta. Mengharu biru disetiap dada yang merindukan nilai - nilai luhur nan mulia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari hati bersih yang mencari kebenaran hakiki mengenai Tuhan. Ibrahim berdialog panjang dengan dirinya. Ia tatap bintang. Ia mantap katakan bintang bukan Tuhan yang dicarinya. Ia tatap Bulan. Ia mantap katakan bulan bukan Tuhanya. Ia pun mengintip matahari. Dan ia pun mantap bahwa matahari bukan Tuhanya. Lalu siapakah Tuhanya. Sebab ia yakin kaumnya telah keliru menyembah. Kekeliuran yang juga mendera ayahnya yang seorang pematung berhala. Dan dengan mantap Ibrahim pun menyeru kepada kaumnya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakanya. Dan aku termasuk orang - orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu" (Al Anbiya ayat 56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi marahlah orang - orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Orang - orang yang mengingkari kebenaran yang telah meliputi hati Ibrahim as.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang - orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh kami telah memilihnya didunia dan akhirat. Sesungguhnya dia diakhirat benar - benar  termasuk orang - orang yang shaleh" (Al Baqarah ayat 130)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang - orang bodoh itu mengira kayu - kayu yang ditumpuk dan dibakar itu mampu melelehkan keimanan yang sudah sedemikian menghujam menyatu dalam diri Nabi Ibrahim. Mereka meremehkan orang yang sudah dipilih oleh Allah menjadi kekasihnya. Maka tak tersentuh sedikitpun kulit Ibrahim sebab api tunduk patuh pada Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rabbul 'alamiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim" (Al Anbiya ayat 69)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona cinta nabi Ibrahim pada Allah, tak sekedar menerbitkan rasa berani yang membuatnya mampu berujar tenang melawan penguasa dzalim sekaliber Raja Namrud. Tapi ia pun menjelajah dalam relung - relung cintanya yang paling murni hingga melahirkan ketaatan yang luar biasa pada Rabbnya. Lihatlah bagaimana kemudian sejarah mengabadikan kisah ini. Ketika ia merelakan menempatkan istri yang dicintainya dan buah hati yang selama ini dinantinya disebuah padang gersang yang tandus tanpa teman atas perintah Tuhan. Ohhh.. Ibrahim mempercayakan semuanya pada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu - satu embun cinta Ibrahim menetes diatas muka bumi. Mendamaikan bumi yang tandus oleh penghambaan kepada patung - patung yang tidak memberi manfaat sedikitpun. Dan satu embun siap menetes kala putranya Ismail telah tumbuh menjadi seorang anak yang tampan. Rabbnya memerintahkan Ibrahim untuk menyembelihnya. Lalu hadirlah dialog yang sangat indah antara seorang bapak dan anaknya. Dialog yang mungkin jarang terjadi dalam kehidupan modern karena sang bapak sudah sedemikian sibuknya sementara sang anak memiliki bapak elektronik yang lebih bisa menemani bernama playstation atau televisi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama - sama ibrahim. Ibrahim berkata: "Hai anakku. Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu" ia menjawab: "Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, InsyaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang - orang yang sabar" (Ash Shaaffaat ayat 102)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Ibrahim meneteskan embun - embun cintanya hingga meresap kepada zaman kita. Sebuah cinta yang tak tergores sedikitpun percik - percik kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun mengabadikan pijar cintanya Ibrahim dalam Al Quran&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketika Tuhanya berfirman kepadanya:'Tunduk patuhlah!'. Ibrahim menjawab:'Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam' " (Al Baqarah ayat 131)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kisah ini kan terus abadi sepanjang manusia melestarikan syariat berkurban disetiap musim haji. Dan disetiap kisah ini dibacakan, kita akan selalu menemukan sebuah kisah yang membuat dada kita terharu dan mata kita tak berhenti tuk berempati. Kisah disaat cinta atas iman menang atas setiap syahwat. Dimana cinta telah menetes dalam bentuknya yang paling murni. Yaitu cinta diatas cinta. Cinta pada Allah SWt diatas kecintaan kepada harta, tahta dan manusia. Cinta yang dibangun diatas pondasi karena Allah dan bukan diatas pondasi yang rapuh bernama harta, tahta maupun manusia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar... Allahu Akbar.... Allahu akbar&lt;br /&gt;Laaa ilaa hailallah huwallahu akbar..............&lt;br /&gt;Allahu akbar walillah ilhamd..........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-3303713857069527834?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/3303713857069527834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=3303713857069527834' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3303713857069527834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3303713857069527834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/12/keagungan-cinta.html' title='Keagungan Cinta'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4166720639710680671</id><published>2008-11-28T01:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:41:22.370-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Ketika Kau Kutemukan</title><content type='html'>Aku menemukanmu&lt;br /&gt;Dari rerimbun pergerakan&lt;br /&gt;Dari gelombang yang tercipta oleh kehidupan&lt;br /&gt;Dari cahaya yang menundukkan kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka izinkan aku menjadi bintang paling terang dihatimu&lt;br /&gt;Dan kan kubiarkan kau menjajah hatiku sejauh yang Allah izinkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukanmu&lt;br /&gt;Saat langit tak selalu biru&lt;br /&gt;Saat bunga bermekaran&lt;br /&gt;Saat ku terjaga dari bayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau telah mendamaikan mata jiwaku&lt;br /&gt;Sebelum kau mendamaikan mata ragaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukanmu&lt;br /&gt;Dan waktu bersaksi&lt;br /&gt;Bahwa kita ditakdirkan untuk bersatu&lt;br /&gt;Mendayung bahtera di kehidupan yang fana&lt;br /&gt;Agar kelak kita berlabuh disurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk cinta yang ditakdirkan bersatu.... barakallahu laka ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4166720639710680671?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4166720639710680671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4166720639710680671' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4166720639710680671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4166720639710680671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/ketika-kau-kutemukan.html' title='Ketika Kau Kutemukan'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-752273941137146747</id><published>2008-11-28T01:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:26:08.508-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><title type='text'>Doa Deklarasi PK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sewaktu masih sekolah, saya punya buku catatan yang menemani saya pengajian. Buku itu berwarna biru dengan lambang partai keadilan dimana - mana. Disetiap lembaranya ada kutipan hadis atau ayat. Dibelakangnya ada doa yang dipanjatkan ketika deklarasi di masjid al Azhar. Doa  ini saya temukan lagi  disebuah milis karena bukunya sendiri sekarang sudah tersimpan dalam kardus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dilantunkan oleh K.H. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1227863724_0"&gt;Rahmat&lt;/span&gt; Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan&lt;br /&gt;Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1227863724_1"&gt;ALLAH&lt;/span&gt;, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.&lt;br /&gt;Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.&lt;br /&gt;Engkau pencipta dan pelindungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami&lt;br /&gt;Rukunkan antar hati kami&lt;br /&gt;Tunjuki kami jalan keselamatan&lt;br /&gt;Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang&lt;br /&gt;Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua&lt;br /&gt;Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda&lt;br /&gt;Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman&lt;br /&gt;Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar&lt;br /&gt;Wahai yang menyambung segala yang patah&lt;br /&gt;Wahai yang menemani semua yang tersendiri&lt;br /&gt;Wahai pengaman segala yang takut&lt;br /&gt;Wahai penguat segala yang lemah&lt;br /&gt;Mudah bagimu memudahkan segala yang susah&lt;br /&gt;Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran&lt;br /&gt;Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak&lt;br /&gt;Engkau Maha Tahu dan melihatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu&lt;br /&gt;Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu&lt;br /&gt;Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur&lt;br /&gt;Lindungi kami dengan perlindungan- Mu yang tak tertembus&lt;br /&gt;Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami&lt;br /&gt;Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami&lt;br /&gt;Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami&lt;br /&gt;Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara&lt;br /&gt;Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, kami hamba-hamba- Mu, anak-anak hamba-Mu&lt;br /&gt;Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu&lt;br /&gt;Berlaku pasti atas kami hukum-Mu&lt;br /&gt;Adil pasti atas kami keputusan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu&lt;br /&gt;Dengan semua nama yang jadi milik-Mu&lt;br /&gt;Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu&lt;br /&gt;Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu&lt;br /&gt;Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu&lt;br /&gt;Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib&lt;br /&gt;Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung&lt;br /&gt;Sebagai musim bunga hati kami&lt;br /&gt;Cahaya hati kami&lt;br /&gt;Pelipur sedih dan duka kami&lt;br /&gt;Pencerah mata kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1227863724_2"&gt;Salib&lt;/span&gt; dan pembunuhan oleh kafir durjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya&lt;br /&gt;Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya&lt;br /&gt;Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa&lt;br /&gt;Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia&lt;br /&gt;Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka&lt;br /&gt;Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami&lt;br /&gt;Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1227863724_3"&gt;padang mahsyar&lt;/span&gt; nanti&lt;br /&gt;Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab&lt;br /&gt;Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku&lt;br /&gt;Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan&lt;br /&gt;Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera&lt;br /&gt;Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman kepada nenek moyang kami penyembah berhala&lt;br /&gt;Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah&lt;br /&gt;Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami&lt;br /&gt;Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini dengan sikap malas dan enggan berda'wah karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-752273941137146747?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/752273941137146747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=752273941137146747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/752273941137146747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/752273941137146747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/doa-deklarasi-pk.html' title='Doa Deklarasi PK'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-5256067746330825913</id><published>2008-11-27T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T20:28:37.140-08:00</updated><title type='text'>Disudut Masjid Sunda Kelapa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Diatas langit tak lagi biru. Senja telah datang memayungi Jakarta. Suasana langit semakin redup karena hujan belum selesai menjalankan amanahnya. Saya bersama Pa Karnain Asyhar, teman sekelas saya yang juga teman satu kantor, berjalan tergesa - gesa menuju kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang letaknya bersebelahan dengan kantor kami berdua. Rencananya kami akan menjemput Pa Budiyanto, salah seorang calon pejabat Kemenegpora yang juga sama - sama sedang menempuh pascasarjana dikelas yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya kami bertiga akan berangkat bareng ke kampus. Mirip dengan masa - masa sekolah dulu lah yang kalau mau berangkat saling menjemput dengan teman lainya. Sebenarnya saya dan Pa Karnain bukan menjemput, tapi mendampingi Pa Budiyanto yang memang terkadang membawa mobil pribadinya untuk ke kantor dan ke kampus. Soalnya kalau kami tidak mendampingi Pa Budi, khawatir berurusan dengan polisi karena terkena peraturan jalur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Three in one&lt;/span&gt; (Satu mobil minimal kudu ada tiga orang).. intinya sih saya dan pa Karnaen dapat fasilitas gratisan menuju kampus he.. he.. he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil pa Budi menembus kemacetan Jakarta. Berbelok ke arah semanggi, benhil dan terus melaju mengantarkan kami menuju kampus UI Salemba. Namun kumandang adzan Maghrib terlebih dahulu menyergap sebelum kami sampai ke kampus. Dan Adzan tepat menyergap dari sebuah masjid yang berkali - kali saya lewati. Sebuah masjid yang semasa sekolah dulu sering saya dengar namanya lewat majalah An Nida, UMMI atau sabili langganan saya dan teteh. Masjid Sunda Kelapa namanya. Tempat sebuah organisasi remaja masjid yang sering nongol publikasinya di majalah yang saya sebutkan tadi. Organisasinya sendiri bernama Remaja Islam Sunda Kelapa yang biasa disingkat RISKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pasti, mobil memasuki pelataran masjid. Hujan mulai bertranfsformasi menjadi gerimis. Inilah kali kedua kaki saya menginjakkan kaki dimasjid ini. pa Karnain pun demikian. Karena kami menginjakkan kaki di masjid ini kemarin. Masjid ini cukup keren menurut saya. Disebelahnya ada Rumah Sakit Masjid Sunda Kelapa yang meskipun kecil tapi terlihat cukup modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki - kaki kami mulai masuk ke halaman masjid. Sangat asri dan teduh. Menyenangkan sekali jika rumah saya kelak bersebelahan dengan masjid seperti ini. Orang - orang sudah banyak yang berwudhu dan menuju ruang sholat diatas. Dibawah sendiri digunakan untuk aula dan beberapa ruangan lain yang saya belum familier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas, ternyata para jamaah masjid ini sedang menunaikan buka puasa. Subhanallah... saya sendiri jadi malu. Karena hari kamis ini seharusnya saya juga puasa sunnah. Puasa yang menjadi kegemaran Rasulullah SAW. Puasa yang seharusnya juga sudah melekat dalam diri setiap kader yang tergabung dalam barisan partai dakwah tanpa perlu diprogram atau diperintahkan oleh pimpinan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya terus bergetar, Sama seperti kemarin. Terlebih saat memasuki ruang utama masjid dimana jama'ah juga sebagian sedang shalat sunnah dan sebagian lagi sudah duduk berdzikir menunggu iqamah. Saya berusaha menggapai barisan paling depan, tapi tidak berhasil. Tapi alhamdulillah bisa dapat di barisan kedua. Semoga saja dapat keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ikut duduk bersama yang lain menunggu iqamat. Tak henti - hentinya saya memanjatkan doa. Sebuah doa yang semakin intens saya munajatkan akhir - akhir ini. Kalau tidak salah, ada ulama yang memberi nasehat kalau tubuhmu bergetar ketika mengingat Allah, maka bersegeralah berdoa karena saat - saat itulah doa lebih mudah dikabulkan. Ditambah lagi hujan belum berhenti, dan ini adalah waktu antara adzan dan iqamat sehingga semakin tepatlah saat ini untuk berdoa sebanyak - banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iqamat dikumandangkan. Jamaah berdiri dan membuat barisan dengan rapat. Imam mengumandangkan takbir dan suara merdunya mengalunkan ayat - ayat Al Quran hingga menghujam masuk kedalam hati. Alhamdulillah... Meskipun menurut saya, imam hari kemarin jauh lebih syahdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja yang sangat indah. Alhamdulillah... saya menemukan perjalanan ruhiyah yang menyenangkan di masjid ini. Sebuah perjalan ruhiyah yang tidak setiap saat bisa saya rasakan. Perjalanan ruhiyah yang semoga mengantarkan doa saya lebih cepat untuk dikabulkan. Perjalanan ruhiyah yang semoga bisa teman - teman rasakan juga kalau berkesempatan sholat ditempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-5256067746330825913?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/5256067746330825913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=5256067746330825913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5256067746330825913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5256067746330825913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/disudut-masjid-sunda-kelapa.html' title='Disudut Masjid Sunda Kelapa'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2084260036346254550</id><published>2008-11-26T15:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T16:31:28.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Menjadi PNS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kemaren, saya mendampingi atasan menerima perwakilan dari forum tenaga honorer dari sebuah instansi. Mereka menyuarakan aspirasinya karena hak mereka yang seharusnya diangkat menjadi PNS malah menerima surat yang intinya merumahkan mereka. Ada yang sudah bekerja selama 23 tahun sebagai honorer, tetapi sampai detik ini malah belum diangkat sebagai PNS. Ufff Indonesiaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikoran - koran, televisi bahkan juga melihat langsung ketika akan masuk kantor, para demonstran yang terdiri dari guru - guru honorer juga menuntut hal yang serupa. Diangkat menjadi PNS. Konon khabarnya juga para pemimpin desa menuntut hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didaerah saya juga sekarang sedang ramai pendaftaran calon PNS. Banyak SMS yang masuk dari teman - teman saya menanyakan apakah saya ikut menjadi salah satu pendaftar calon PNS. Dirumah saya sering didesak dan disindir untuk daftar jadi PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PNS kini bergeliat. Profesi yang satu ini semakin banyak dilirik orang. Ada ragam motivasi kenapa kini menjadikan pegawai pemerintah alias pamong praja alias abdi negara alias PNS sebagai profesi primadona. Kata orang - orang yang serius daftar profesi ini, jadi PNS itu enak. Gajinya terjamin, dapet dana pensiun, kerjanya nyantai, jam pulangnya pasti, ga khawatir di PHK, ada banyak peluang dapat duit tambahanya pula.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... wajar kalau banyak yang mulai bermimpi jadi PNS. Lha dengan fasilitas seabrek begitu, setidaknya nasibnya lebih tenang daripada buruh yang gampang dapat PHK dan cuma dapat pesangon tanpa ada tunjangan pensiun. Apalagi menjadi PNS tidak ada waktu kerja malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dikejar banyak orang, ternyata tidak semua penduduk negeri ini yang berminat jadi PNS. Katanya, menjadi PNS itu ga seru. Ga ada tantanganya, terjebak rutinitas dan membosankan. Ada juga yang malas jadi PNS karena katanya jadi PNS itu sama aja dengan pengangguran yang makan duit rakyat. Kerjanya cuma duduk aja, baca koran, main game, kalau ada rakyat yang minta dilayanin pelayananya ga ramah sekali. PNS yang harusnya menjadi pamong praja alias pelayan rakyat malah pengen lebih dihargai dari rakyatnya sendiri. Belum lagi yang suka nerima amplop sogokan, kepentingan rakyat bisa sangat terabaikan. Setali tiga uang deh dengan tuduhan miring kepada wakil rakyat. Pelayan rakyat dan wakil rakyat sama - sama membebani rakyat. Belum lagi ditambah dua lagi yaitu para pengadil rakyat dan penjaga rakyat. Lengkap sudah mereka yang seharusnya meringankan beban rakyat malah jadi pembeban rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu saja yang digambarin diatas, ga sepenuhnya benar. Masih ada kok PNS yang benar - benar bekerja untuk rakyat. Yang menolak duit sogokan, menolak berbagai fasilitas yang tidak seharusnya mereka terima, yang masuk dan keluar kerja sesuai jam kerjanya bahkan membawa kerjaanya kerumah. Mereka benar - benar menjalankan fungsinya sebagai pelayan rakyat. Begitu juga dengan wakil rakyat dan pengadil rakyat. Masih ada kok yang pro kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi PNS buat saya sama saja dengan berprofesi halal sebagai apapun. Semuanya kembali keniat awal dan kesadaran bahwa bekerja itu ibadah dan profesi itu adalah amanah. Dan setiap amanah akan dimintakan pertanggungjawabanya. Orang - orang yang bekerja dengan niat menikmati berbagai fasilitas kemudahan, berpotensi besar untuk mengkhianati amanah. Mereka yang ingin menjadi PNS karena terbayang bakal kerja enak, gaji jelas tiap bulanya, peluang besar dari pendapatan sampingan, status sosial yang terhormat dan sejenisnya, bisa jadi berakhir dengan kehidupan yang jauh dari bahagia dan ketenangan karena sudah menjelma menjadi drakula - drakula yang menghalalkan segala cara untuk hidup enak. Bukan itu saja, merekapun akan merasakan pahitnya hidup dibalik penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun para PNS yang bekerja dengan penuh amanah, tentu saja mereka berpeluang besar menikmati surga yang indah karena mereka telah bekerja memudahkan rakyat. Meringankan beban rakyat. Melayani rakyat. Meski gaji mereka hanya sekedar cukup untuk menjalankan amanah dengan profesional. Seperti guru - guru, dokter, tentara dan lainya yang bekerja didaerah terpencil. Gaji sebagai PNS manalah cukup untuk hidup enak. Tapi saya yakin mereka telah hidup tenang kelak disurga nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2084260036346254550?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2084260036346254550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2084260036346254550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2084260036346254550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2084260036346254550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/menjadi-pns.html' title='Menjadi PNS'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-5163890512338258685</id><published>2008-11-25T16:12:00.001-08:00</published><updated>2008-11-25T16:45:55.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Terimakasih Guru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Terbentang sudah cakrawa ilmu. Sejak guru menyentuh huruf - huruf hingga mampu menjadi kata. Terhujam sudah akar - akar ilmu. Sejak guru menyentuh kata - kata hingga menjelma menjadi makna. Terasah sudah nilai - nilai. Sejak guru menyentuh laku dengan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mula, guru telah menempati tempat terhormat dalam panggung kehidupan. Sosoknya mengaliri kehidupan dengan cinta. Menitiskan ilmu bak mata air yang tak pernah henti mengucur. Terus mengalirkan air hingga jauh menyapa setiap pohon dan tanah gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mula, guru memang pahlawan tanpa tanda jasa. Karena apalah arti tanda jasa dibanding kebahagiaan ketika murid - murid tersayangnya mampu menjadi sumber kebahagiaanya yang tak pernah habis memenuhi ruang hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mula, guru adalah cerita mengenai keteladanan. Lembaran - lembaranya adalah kisah yang tak pernah berakhir mengenai ketulusan yang tak pernah berhenti mengalir. Sebab guru adalah hati seluas samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mula, guru adalah keajaiban. Cintanya, harapanya, kebahagianya, perhatianya tak jauh berbeda dengan orang tua kandung kita. Sebab guru adalah orangtua yang tak pernah melahirkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sehelai kata terimakasih ini kusematkan untuk guru - guru saya tercinta. Semoga guru  mendapat kebahagiaan sejati. Didunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih guruku. &lt;br /&gt;Spesial buat Pa Suananto (Alm), Pa Nasehat (Alm), Pa Thohiri (Alm)&lt;br /&gt;Semoga lelahmu tercerai oleh kasih Allah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-5163890512338258685?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/5163890512338258685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=5163890512338258685' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5163890512338258685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5163890512338258685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/terimakasih-guru.html' title='Terimakasih Guru'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2454242322683361140</id><published>2008-11-13T01:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T01:19:17.785-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Cinta yang tak sempurna</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cinta yang tak sempurnaa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Membentur batas – batas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mencipta bias – bias&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Lepas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cinta yang tak sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Terlukis samar – samar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Terbujur memar – memar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hambar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cinta yang tak sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Terucap sembunyi – sembunyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tersekat sepi – sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sunyi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cinta yang tak sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mati dalam hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hidup dalam kenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tak boleh ada penyesalan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Buat orang - orang yang cintanya tak di pertemukan takdir....&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2454242322683361140?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2454242322683361140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2454242322683361140' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2454242322683361140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2454242322683361140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/cinta-yang-tak-sempurna.html' title='Cinta yang tak sempurna'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4767469981406015061</id><published>2008-11-13T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T01:11:59.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Surat Bunda</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Teruntuk anandakau sayang,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Assalammualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebelumnya maafkan bunda jika kedatangan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini mengganggu ananda. tidak ada maksud bunda menulis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini kecuali mengungkapkan rasa rindu bunda kepada ananda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ananda yang bunda cintai...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Waktu ananda meminta ijin kepada ayah dan bunda dan untuk mengikuti pesantren, bunda sangat terharu. Bunda sangat bangga dengan pilihan nanda untuk mengisi liburan sekolah dengan ikut pesantren kilat. Bunda sangat mendukung sekali. Karena Bunda sangat ingin ananda mengisi liburan ini dengan kegiatan yang positif dan terhindar dari pergaulan yang buruk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ananda yang bunda sayangi...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Duh... ternyata berat sekali. Bunda memang bangga dengan pilihan liburan nanda. tapi Bunda menjadi kahawatir dengan nanda. Bunda khawatir nanti nanda tidak betah. Bunda khawatir nanti ananda akan sakit, kelelahan dan kurang tidur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi ayah meyakinkan bunda kalau ananda akan baik – baik saja selama mengikuti pesantren. Ayah bilang, kelak kalau ayah dan bunda meninggal, anandalah yang akan mendoakan ayah dan bunda. Anandalah yang menjadi kebanggaan ayah dan bunda dihadapan Allah. Anandalah yang akan membuka pintu surga untuk ayah dan bunda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ananda... Kata – kata ayah membuat bunda tenang. Bunda sadar bahwa ananda cuma berpisah selama beberapa hari saja dengan Bunda. Kelak juga pasti kita akan berpisah. Ayah dan Bunda akan berpisah dengan anak bunda yang selama sembilan bulan lamanya selalu bersama bunda kemanapun bunda pergi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ananda yang bunda banggakan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dulu bunda ingat sekali... waktu lahir dulu ananda sangat lucu sekali. Bunda hiraukan semua rasa sakit yang bunda rasakan saat melahirkan ananda. Yang bunda inginkan adalah segera melihat anak bunda. Mendengar tangisan ananda. Dan memeluk ananda secepatnya. Dan ketika ananda datang dengan tubuh yang masih merah, ayahlah yang dengan bangga membawakan ananda kepada Bunda.  Ayahlah yang kemudian memperdengarkan adzan dan iqamat ditelinga kanan dan kirimu. Hingga kini akhirnya ananda tumbuh menjadi anak yang lincah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nandaku,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pertama kali ananda belajar berjalan, Bunda menarik napas dalam – dalam setiap kali nanda berjalan tertatih lalu terjatuh. Bunda biarkan nanda terus belajar berjalan meskipun setiap kali nanda terjatuh dan menangis, bunda juga ikut bersedih. Bunda lakukan itu semua karena bunda sayang dengan ananda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Juga ketika pertama kali nanda berlajar naik sepeda. Bunda biarkan ananda terjatuh dan menangis, meskipun hati kecil bunda juga merasakan tangis ananda. Semua ayah dan bunda lakukan agar ananda menjadi anak yang tidak mudah menyerah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bunda juga ingat waktu ananda bunda antar ke TK didekat rumah. Bunda senaaang sekali melihat ananda memakai seragam sekolah untuk pertamakalinya. Bunda tau kok kegelisahan ananda waktu ananda selalu mencari – cari bunda dari dalam kelas, itu tandanya nanda sayang dengan bunda kan. Dan Bunda selalu yakinkan kepada ananda bahwa Bunda selalu ada didekat ananda. Bunda berjanji akan setia menunggu ananda dari luar kelas hingga ananda selesai mendapatkan pelajaran dari ibu guru.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Waktu ternyata berputar sangat cepat. Sekarang anak bunda sudah besar. Ananda yang dulu bunda antar kesekolah sudah tidak perlu bunda antar lagi sekolah. Sudah tidak perlu bunda tunggu lagi dari luar kelas. Bahkan sudah bisa pergi jauh tanpa kawalan bunda. Dan kini berangkat ke pesantren bersama teman – teman ananda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ah... nandaku sayang. Bunda ingin menuliskan banyak sekali kenangan bersama ananda. Karena bunda rindu sekali dengan ananda. Bunda ingin melihat keadaan ananda. Ingin sekali menjenguk ananda. Tapi bunda tahu, mungkin ananda akan malu kalau bunda jenguk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Biarlah bunda hanya bisa mengungkapkan rindu bunda hanya lewat &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini saja. Tidak ada yang bunda harapkan selain keridhoan dari Allah agar kelak ananda jadi anak yang sholeh. Tidak ikut – ikutan terbawa pergaulan yang buruk. Bisa menjadi orang yang sukses didunia dan diakhirat kelak. Dan menjadi kebanggan buat ayah dan bunda. Di dunia dan akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Biarlah bunda simpan dulu semua rindu bunda. Menyimpan rasa sayang bunda kepada ananda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jaga diri baik – baik ya.. jangan banyak bercanda. Kerjakan setiap perintah panitia dan pemateri agar nanda jadi kebanggaan buat ayah dan bunda. Ayah dan bunda senantiasa berdo’a untuk kebaikan ananda. Berusaha sekuat tenaga untuk menjaga ananda hingga pada waktunya nanti ayah – bunda tinggalkan, ananda senantiasa memilih jalan yang benar dalam kehidupan ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Dan nanda perlu tahu. Sampai kapanpun ayah dan bunda selalu menyayangi ananda. Sampai kapanpun ananda...&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;wassalammualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari bunda&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang menanti kedatangan ananda&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4767469981406015061?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4767469981406015061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4767469981406015061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4767469981406015061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4767469981406015061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/surat-bunda.html' title='Surat Bunda'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-1038802824085996453</id><published>2008-11-13T00:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T00:41:37.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Mengeja Kesederhanaan, Menata Ulang Kebersamaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Kesederhanaan. Mengapa hari ini kita begitu merindukanya. Bukan sekedar rindu bahkan. Tapi membutuhkan. Kesederhanaan bagi sebagian orang bermakna tidak berlebihan, tetapi juga bukan berarti kekurangan. Kesederhanaan berarti bersikap apa adanya. Tidak berusaha membanggakan diri. Tidak secara provokatif pamer kekayaan. Kesederhanaan juga dimaknai sebagai sebuah pilihan untuk tidak menggunakan berbagai fasilitas yang sebenarnya ia sanggup untuk menikmatinya begitu saja. Makna yang terakhir ini kita banyak mengenalnya dengan istilah zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Kesederhanaan adalah sikap untuk menempatkan diri sesuai pada tempatnya. Berpikir dan bertindak sesuai dengan kebutuhanya. Kesederhanaan bukan menyerah pada keadaan tetapi juga bukan mengada – ada hingga kita terjerumus pada keputusasaan. Kesederhanaan adalah bersikap adil. Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Menghidupkan ajaran kesederhanaan berarti menegakkan keadilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW menjalani kehidupanya sebagai raja dari wilayah islam yang begitu luas dan menutup kehidupanya hanya dengan menyisakan beberapa dirham saja. Sebuah grup nasyid merekam kehidupanya dalam syairnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Pernahkah engkau renungkan tentang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Hidup rasulullah sang junjungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Rela hidup dalam kesederhanaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Pertahankan kehormatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Lewati malam – malam yang kelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dalam keadaan lapar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Bersama segenap keluarganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Tak dapatkan satupun makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Bahkan tak pernah menikmatinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dari atas meja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Tidur beralaskan tikar kasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Terbuat dari kulit rerumputan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Hingga membekas pada punggungnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Tak pernah kenyang didalam hidupnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Bahkan pernah tiga purnama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Tiada api menyala dirumahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;................................................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;(Suara Persaudaraan, zuhud I)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menyegarkan kembali ingatan hati dan pikiran kita akan sebuah nilai luhur bernama kesederhaan. Saat kesederhanaan dihidupkan kembali lewat ajaran langit untuk menahan diri dari hawa nafsu sepanjang hari. Menahan lapar dan dahaga ditengah harinya. Menegakkan shalat tharawih dimalam harinya. Menelusuri perasaan sebagian dari kita yang hari – harinya dijalani dengan perut lapar dan haus karena fakir. Meringankan hati kita untuk memberi dan berbagi kasih dan sayang. Menghadapkan diri kita sebagai hamba yang sama dihadapan penguasa semesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah negara, kebersamaan kita telah memasuki usia yang ke 63 sejak 17 Agustus yang lalu. Berusia 63 tahun juga jika menggunakan penanggalan islam karena kita baru saja melewati ramadhan, bulan dimana proklamasi kemerdekaan dikumandangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan kita, telah melewati berbagai ujian mulai dari agresi militer, rongrongan kedaulatan, rezim otoritarianisme hingga tempaan krisis ekonomi yang melahirkan berbagai kerusuhan di ibukota maupun didaerah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan pernah menyesali reformasi yang telah membuka berbagai sumbatan untuk menjadi bangsa yang besar. Kita tidak akan pernah menyesali keruntuhan rezim orde baru yang memasung energi kreatif kita. Yang akan kita sesali adalah saat reformasi menjadikan kita lupa diri dan lupa sesama. Lupa akan ajaran kesederhanaan yang menghadirkan sikap toleransi, saling menghormati, ramah dan penuh welas asih. Kesederhanaan yang melahirkan solidaritas kita sebagai anak bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Nilai kesederhanaan kini banyak yang telah pergi dari tengah – tengah kita. Dan kelak jika ia kembali pulang, maka ia menjelma bak oase ditengah gurun sahara. Kan menjadi penyejuk ditengah kegersangan atas kebersamaan yang telah kita jalin dan kita pintal sekian lama. Saat kekayaan dan kemiskinan berada pada dua sisi yang saling berjauhan. Saat empati terselimuti kabut – kabut keegoan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kita membutuhkan kesederhanaan sebagai jembatan yang menghubungan antara si kaya dan si miskin. Antara pejabat dan rakyat biasa. Antara orang pintar dan orang bodoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Harus ada upaya untuk terus mengeja kesederhanaan dalam keseharian kita. Memastikan bahwa kepekaan kita tidak tumpul dan berkarat. Setiap kita. Tak peduli apakah kita seorang pejabat atau rakyat biasa. Tak peduli saat ini kita kaya atau miskin. Tak peduli kita sedang mewakili atau sedang diwakili diparlemen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Mengeja kesederhanaan adalah keharusan bagi setiap orang. Bagi yang saat ini berada dalam kejayaan, kesederhanaan akan menjadi pengingat dirinya untuk tidak semena – mena dan menginjak – injak yang ada dibawahnya. Bagi yang saat ini berada dibawah, kesederhanaan diperlukan untuk menghidupkan harapan dan tidak mengumbar kedengkian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang pemimpin, dia harus memastikan semua yang dipimpinya mampu mengeja kesederhanaan. Lihatlah bagaimana Umar bin Khatab saat menjadi pemimpin puncak dari sebuah negara islam yang besar. Dia menghukum gubernurnya yang bertugas di Hamash dengan menyuruhnya berpakaian seperti penggembala dan menyuruhnya menjadi penggembala domba untuk beberapa waktu karena sang gubernur tersebut membangun sebuah rumah mewah. Lalu akan berapa banyakah penggembala – penggembala domba dadakan jika sosok seperti Umar menjadi presiden di negeri ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang bawahan, kesederhanaan diperlukan untuk terus menjadi bara perjuangan meski godaan kedengkian kepada atasan senantiasa dihembuskan. Terus bekerja melakukan perbaikan – perbaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan kita pada akhirnya akan menjadi perekat satu sama lain. Bak sebatang pohon yang terus bertautan dari akar hingga ujung dahan dan buahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah pohon berasal dari biji yang satu. Kemudian dari biji itu ada yang menjalar kebawah menjadi akar. Terus mensuplai berbagai nutrisi meski tak terlihat dari mata manusia. Adapula yang menjulang keatas menjadi batang, ranting, daun dan buah. Yang menjulang keatas tampak oleh mata, di puji dan dikagumi. Tapi semua tumbuh satu sama lain dengan penuh kesederhanaan. Tidak ada kedengkian dari akar. Tidak pula ada pamer kesombongan dari yang diatasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Masih ada bulan – bulan yang harus kita lalui. Bulan - bulan yang akan menguji simpul – simpul kebersamaan kita. Sebagai ummat. Sebagai sebuah bangsa. Sebagai sebuah negara. Sebagai sesama anak bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mengeja lagi kesederhanaan. Menata ulang kebersamaan kita agar tidak terberai ditengah jalan. Agar berjalan beriringan antara pemimpin dan bawahan. Antara si kaya dan si miskin. Antara pejabat dan rakyat. Jangan biarkan hawa nafsu dan ego diri menumpulkan kepekaan. Jangan biarkan pula kedengkian dan kelemahan mematikan harapan. Kesederhanaan akan membuka jalan kejayaan dan kebesaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span  lang="SV"  style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;”........ dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, menyebabkan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adil lah. Karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Bertaqwalah. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Maidah ayat 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-1038802824085996453?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/1038802824085996453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=1038802824085996453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1038802824085996453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1038802824085996453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/mengeja-kesederhanaan-menata-ulang.html' title='Mengeja Kesederhanaan, Menata Ulang Kebersamaan'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4937940836762189152</id><published>2008-11-12T20:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T00:50:54.605-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Episode Kemenangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar&lt;br /&gt;laa ilaahailallahhu Allahu akbar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembayung senja mengantarkan kata - kata ini ke sepenjuru semesta. Menghias alam hingga memancar kecantikanya yang meluruhkan setiap hamba dalam sujud panjang. Seperti jurang yang tak pernah terlihat dasarnya. Atau seperti ombak yang tidak pernah berhenti menyapa pantai. Menggetarkan hati setiap hamba yang telah menemukan cintanya setelah dicari selama berbulan - bulan lamanya. Menemukan cintanya yang baru. Bukan. Bukan cinta yang baru. Tapi cinta yang lebih terang. Cinta yang membuat dirinya tak mampu berkata - kata. Bahkan airmata pun tak mampu menggambarkan kebahagiaan yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan syawal menjelang. Dentang kemenangan bagi orang - orang yang berjuang selama bulan ramadhan. Hari dimana fajar menyemburat dengan jernih. Awan - awan bergelayut manja dilangit yang bersih. Angin - angin berdesir membawa pesan surga. Bahwa nun tersembunyi disana, ada tempat yang tak pernah terbersit dari hati manusia. Tak pernah terlintas dalam pikiran manusia. Tak pernah tertandingi harumnya oleh wewangian dunia. Tak pernah terbayang kenikmatnya sedikitpun dalam rasa manusia. Inilah tempat dimana bidadari bermata jeli telah menanti. Menjadi teman setia saat mereguk kenikmatan istirahat yang sangat panjang. Bercanda didekat telaga raihan. Diiringi kicau merdu burung - burung surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah idul fitri. Saat dunia dihiasi jiwa - jiwa yang bersih. Jiwa - jiwa yang telah mengalami penyucian. Wajah - wajahnya menerangi sekitarnya bak mutiara - mutiara yang berkilauan. Senyumnya menawan hati siapapun yang memandangnya. Langkahnya di puja bumi, di puji langit, dinanti bidadari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hanya dengan satu kata ajaib. Maaf. Serta secangkir ketulusan. Bunga - bunga  kasih sayang bermekaran dimana - mana. Kerabat yang  jauh mendekat.  Dendam remuk redam. Yang terputus, kini tersambung. Yang tersumbat, kini terbuka. Yang kusut kini terurai. Tangan - tangan bersalaman. Senyuman tersemai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hanya tersisa damai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqaballahu minna waminkum. Taqabbal yaa kariim. kullu aam wa antum bi khoir. Minal aidzin wal fa aidzin. Mohon Maaf lahir dan batin. Nyuwun ngapunten upami wonten kalepatan....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4937940836762189152?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4937940836762189152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4937940836762189152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4937940836762189152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4937940836762189152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/allahu-akbar.html' title='Episode Kemenangan'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2974647997963113991</id><published>2008-11-11T00:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T01:28:06.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Diary Ramadhan (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak banyak yang berubah dengan bangunan utama masjid ini. Masjid Ibadurrahman. Sebuah masjid yang merupakan bangunan tidak terpisahkan dari TQ Ibadurrahman. Ditempat inilah saya  mengeja al quran dan melengkapinya dengan berbagai ilmu agama mulai dari fiqih, shiroh hingga belajar berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan belajar agama ini dimulai selepas sholas maghrib. Kami anak - anak kecil dari Kampung Kubangawan berduyun - duyun menuju masjid ini. Di Masjid ini ada ustadz bernama Mustofa Idris dengan istrinya Aam Mardiyah. Mereka menempati sebuah ruangan dibelakang masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ramadhan tiba, anak - anak yang tergabung dalam Remaja Islam Masjid Ibadurrohman (RISMI) biasanya mengadakan banyak sekali kegiatan mulai dari ifthor jama'i, ceramah agama, sholat tarawih berjama'ah, kajian dhuha pekanan, bakti sosial, i'tikaf hingga takbiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kesan mendalam dari sepotong kenangan masa kecil saya di masjid ini. Terutama sepotong kenangan dari sebuah program bernama i'tikaf. Saya lupa tahunya tapi mungkin sekitar tahun pertama di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ini adalah i'tikaf pertama saya. 10 hari lamanya. Pa Mustofa membimbing kami dengan sangat sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya merasakan betul kesakralan dari ibadah yang satu ini. Mungkin karena yang pertama. Tapi bisa jadi karena justeru i'tikaf pertama inilah yang saya lakonin dengan sangat serius selama 10 hari. Karena ketika SMA saya tidak pernah lagi menjalaninya selama 10 hari penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di i'tikaf pertama itu, saya benar - benar takut untuk keluar dari masjid. Karena khawatir batal i'tikafnya. Jangankan keluar dari masjid, kalau ada yang mendorong temanya keluar masjid hingga kakinya menyentuh tanah saja bisa berbuntut keributan. Jadi kerjaan kita selama 10 hari itu hanya berputar pada tilawah, sholat sunnah/wajib, mendengarkan ceramah, membaca buku dan tidur. Semuanya sudah terprogram. Ada waktunya dan ada penanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir i'tikaf tepatnya ketika malam takbiran, kami semua menengok rumah masing - masing dan kembali kemasjid dengan membawa aneka macam kue yang sudah dipersipakan untuk dihidangkan dihari raya besok. Seolah - olah malam itu merupakan malam kemenangan. Dan pagi hari setelah sholat shubuh, Pa Mustofa memberikan minyak wangi "malaikat shubuh" dan sebuah al quran saku untuk tiap peserta. Sampulnya berbeda - beda warnanya. Saya masih ingat betul warna al quran untuk saya. Sebuah al quran dengan warna merah menyala. Paling beda diantara yang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ramadhan kali ini, saya pun menyapa lagi masjid kecil ini. Ketika saya harus melakoni kuliah di Kota Malang, saya hanya sesekali bisa menyapa masjid ini. Bangunan disekitarnya sudah sangat berubah. Tidak ada lagi pohon cherry yang dulu buahnya sering menjadi rebutan. Tidak ada lagi pohon ceremei yang juga menjadi lahan rebutan. Kebun disamping sekolah juga kini sudah tidak ada dan berganti dengan bangunan SDIT Ibadurrahman yang kokoh berdiri dua lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pa Mustofa dan Bu Aam kini sudah menempati rumahnya sendiri bersama dengan putra - putrinya. Dini bahkan kini sudah menginjak usia SMP. Para peserta dan panitia i'tikaf zaman saya dulu pun kini sudah banyak yang berkeluarga dan hanya tersisa beberapa orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun keberadaan RISMI pasang surut dan programnya saya rasakan sudah tidak seprogresif dulu, namun diakhir ramadhan ini saya masih melihat program i'tikaf berjalan. Meskipun sekali lagi program ini tidak seketat sebagaimana ketika saya dulu melakoninya. Ada sekitar 15 anak kecil usia SD hingga SMP yang mengikuti program i'tikaf kali ini. Mereka kali ini dibimbing oleh Ahmad Najmudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak - anak kecil itu tetap dengan gayanya. Bermain. Bercanda. Ribut - ribut kecil. Mungkin mereka belum mengetahui bagaimana seharusnya i'tikaf dilakukan. Sebagaimana dulu saya juga alakadarnya menjalani i'tikaf sesuai dengan apa yang dijadwalan oleh panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya yakin kelak mereka akan merasakan sendiri. bahwa sepotong kenangan seperti ini akan membuat mereka senantiasa hidup fitrah kebaikanya. Dan ketika mereka begitu jauh melangkah, mereka akan merindukan saat - saat seperti ini. Semoga....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2974647997963113991?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2974647997963113991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2974647997963113991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2974647997963113991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2974647997963113991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/diary-ramadhan-5.html' title='Diary Ramadhan (5)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2904076448377968457</id><published>2008-11-10T18:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T20:44:07.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Diary Ramadhan (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dingin menerobos masuk saat adzan shubuh mengetuk pintu - pintu rumah. Memanggil para penghuninya untuk beranjak menuju masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iniliah hari dimana dalam rencana kehidupan saya, sekelompok anak SMA akan saya kumpulkan dalam acara pesantren kilat. Acara yang marak diadakan oleh banyak kalangan untuk memakmurkan bulan ramadhan. Anak - anak SMA ini merupakan para Ketua/Pengurus OSIS dan ROHIS disekolahnya masing - masing yang berada dalam jangkauan wilayah kerja dakwah saya dan teman - teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, untuk pesantren kilat kali ini saya agak bingung. Jauh lebih bingung daripada ngadain pesantren kilat ramadhan tahun kemarin. Soalnya banyak kesibukan yang membuat saya tidak terlalu fokus menggarap acara ini. Terlebih karena wilayah dakwahnya bergeser dari wilayah dakwah tahun kemarin sehingga saya belum punya gambaran orang - orang yang akan membantu saya menyiapkan acara ini. Kalau tahun kemarin masih ada anak - anak KAMMI Untirta yang siap sedia membantu. Belum lagi soal dana yang belum jelas darimana sumbernya. tapi pertolongan Allah itu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bantuan dana, saya bersyukur punya teman - teman sekelas yang bersedia membersihkan hartanya lewat program pesantren kilat ini. Satu persatu mereka menjadi tangan - tangan Allah yang mengalirkan bantuan dana untuk kesuksesan acara ini. Bahkan tangan mereka menjangkau jauh lebih banyak hingga ke kantong - kantong teman mereka. belum lagi tambahan dana dari teman - teman saya yang ada di Jakarta plus sedikit infak dari panitia yang menyediakan ruang buat saya untuk berbagi ilmu. Jadilah terkumpul dana yang cukup untuk sekedar memberi ifthor buat para peserta. Satu masalah sudah diberikan solusinya oleh Allah. Tinggal satu masalah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kemarin, saya berkesempatan mengisi kelompok pengajian binaan saya sehingga langsung terpikir untuk memberdayakan mereka sekaligus mengenalkan mereka dengan dunia dakwah yang lain diluar sekolah mereka. Dan anak - anak binaan saya menyambut tantangan dakwah ini dengan antusias sehingga saya mendapat keuntungan ganda. Dapat sumberdaya yang akan membantu kelancaran acara pesantren kilat dan dapat momentum untuk mendekatkan binaan saya dengan dunia dakwah. Alhamdulillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pagi ini terhampar. Selepas shubuh tadi saya terus memantau kesiapan acara. Mengecek teman - teman satu kelompok pengajian yang bertugas untuk menyiapkan tempat, sound system dan tentu saja mobilisasi peserta. Karena semua itu tidak dapat saya jangkau karena rumah saya memang diluar wilayah garapan dakwah. Jadi tugas itu diamanahkan ke bapak - bapak yang memang berdomisili diwilayah dakwah tersebut. Sayapun mengecek kesiapan binaan saya yang mau ikut membantu acara. Sebagian mereka menginap dimushola sekolah. Sebagian pulang kerumahnya masing - masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam telah lewat dari jam 6.30. Acara akan dimulai jam 08.00. Itu berarti maksimal jam 07.00 saya harus sudah meluncur dari rumah mengingat waktu tempuh menuju tempat acara yang kurang lebih 30 menit - 45 menit dari rumah. Belum lagi hujan yang mengguyur semalam pasti membuat jalanan yang berlubang sedikit banyak akan menggoda sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;Satu pesan singkat masuk ke telepon genggam saya. Pesan dari binaan saya. Mereka meminta maap karena sedari tadi tidak mengangkat panggilan telepon dari saya. Rupanya selepas shubuh tadi mereka terlelap lagi dan baru bangun. Saya tidak mungkin menunggu mereka sehingga saya berpesan untuk menyusul saja. Peluangnya sangat tipis mereka akan menyusul karena mereka sendiri belum mengenal wilayahnya. Tapi siapa tahu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya hendak keluar rumah, tiga orang binaan saya datang kerumah. Mereka sudah bersiap untuk mendampingi saya diacara pesantren kilat ini. Mereka rupanya tidur dirumah jadi terhindar dari serangan virus kantuk yang melumpuhkan teman - teman mereka yang tidur di Mushola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami pun meluncur menuju tempat acara. meliuk - liuk menghindari lubang yang terkadang tiba - tiba saja seperti muncul tak terduga. Dan alhamdulillah. Kami sampai ditempat acara sebelum peserta berdatangan. Setidaknya tidak ada beban moril karena terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam mushola saya melihat putrinya Pa Suwondo sedang membersihkan ruangan. Tinggal 10 menit lagi dari jadwal yang tertera diundangan. dan kami pun bergerak cepat membereskan ruangan. menyiapkan soundsystem, menata karpet, menyiapkan LCD dan seterusnya. Namun rupanya kami kalah cepat dengan peserta. Satu per satu mereka berdatangan disaat kami belum siap secara sempurna. Tapi alhamdulillah, tidak lama persiapan telah selesai. Dan acarapun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binaan saya pun berperan menjadi panitia dadakan. Sedikit pengarahan dan mereka pun bertugas menjadi MC dan pendamping kelompok plus menjadi panitia sapu jagat yang bertugas menangani segalanya mulai dari konsumsi, perlengkapan, penerima tamu dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi pertama diisi oleh Kang Ria. Ketua Laboratorium Dakwah Remaja (Labdar) Propinsi Banten. Acara berlangsung sangat menarik. Ditambah lagi dengan selingan berbagai slide - slide menarik dengan potongan - potongan video yang segar, lucu dan menginspirasi peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas materi pertama, saya mengambil alih acara. Mulai dari memberikan materi hingga memandu game - game dinamika kelompok. Jam - jam terus berjalan. Satu persatu acara dilewati. Satu persatu nilai - nilai ditanamkan. Satu per satu harapan dihidupkan. Satu persatu mata hati dibuka. Satu per satu generasi baru terlahir dengan semangat baru. Dengan nilai baru. Dengan keimanan yang lebih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal satu materi terakhir. Tenaga saya sudah terkuras. Saya lemas. Dan hanya bisa melanjutkan materi dengan duduk. Kepala terasa berat dan tenggorokan terasa kering. Tapi sebuah energi masuk kedalam jiwa. Yang memutuskan rasa lelah. Ketika para peserta terus memancarkan kebahagiaan. Memancarkan semangat dengan deras seolah berpacu dengan hujan yang turun sangat lebat. Peserta terus tersenyum. meminta agar materi terus dilanjutkan. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan acara harus ditutup lebih cepat dari rencana semula. Tempat wudhu bermasalah sehingga sulit digunakan untuk mengambil air wudhu buat sholat ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penutupan, peserta bersepakat untuk merutinkan acara seperti ini. Dengar saja penuturan salah seorang peserta. Saya lupa namanya tapi saya masih ingat wajahnya. Karena dibandingkan peserta yang lain, peserta yang satu ini berpenampilan agak "berandalan" sehingga tampak sebagai anak yang sulit diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sebenarnya malas ikut acara - acara yang religius seperti ini. tapi saya disuruh sama pembina OSIS saya dan saya pun terpaksa ikut pesantren kilat ini. Dan ternyata acara disini berbeda dari apa yang saya bayangkan tentang pesantren kilat. Saya mengaku tobat. Semoga acara ini bisa lebih sering"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kata Pa Ondo, peserta yang satu ini telah menelpon beliau. Dan dia telah membuat sebuah lagu yang terinspirasi dari pesantren kilat yang ia ikuti. Dan lagu itu telah diperdengarkan disalah satu radio swata terbesar di kota kami. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh lelah telah berguguran. Selalu berguguran. Setiap saya melihat dan merasakan para peserta yang mengikuti program dakwah kami melewati jalan yang kami rintis dengan kebahagiaan. Mereka menemukan lagi jalan kehidupan yang selama ini telah tertutup semak belukar dunia. Hidayah itu milik Allah. Dan sungguh, kebahagiaan menyaksikan hidayah itu turun lewat jalan yang kita usahakan adalah pemandangan yang tidak pernah bisa dilukiskan oleh pelukis siapapun diatas kanvas manapun juga. Kebahagiaan itu tidak juga bisa dituangkan dalam kata - kata oleh penyair hebat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan melihat hidayah itu turun hanya bisa kita rasakan jika kita menempuh jalan dakwah. Dan kau akan merasakan menjadi manusi yang paling beruntung dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu jalan telah dirintis dan dilalui. Tinggal saya dan teman - teman memastikan bahwa mereka sampai ketujuan. termasuk kami yang juga sebenarnya mengikuti jalan yang telah dirintis oleh pendahulu - pendahulu kami para nabi dan rasul....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2904076448377968457?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2904076448377968457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2904076448377968457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2904076448377968457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2904076448377968457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/11/diary-ramadhan-4.html' title='Diary Ramadhan (4)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2623555067010439183</id><published>2008-10-27T17:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T17:42:48.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Diary Ramadhan (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lantai 3 Gedung Nusantara I DPR RI. Kantor lenggang saat saya datang. Belaian lembut angin yang keluar dari pori - pori AC membuat saya lebih lega setelah sebelumnya berhimpitan diatas bus kota. Sebagai bagian dari jutaan pengguna bus kota lainnya, saya merasakan betul tidak nikmatnya berangkat kerja disaat - saat jam ngantor. Berdesak - desakan, berdiri, panas, plus layanan ugal - ugalan dari sopir menambah perasaan tidak nikmat itu begitu mendera. Tapi pilihan saya saat ini adalah menikmati apa yang ada sambil berharap layanan angkutan umum bisa segera berubah wajah. Minimal seperti mobil - mobil transjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah. Sekarang waktunya menikmati kesejukan ruangan kantor. Rekan saya sudah berada didalam ruangan. Bercengkerama dengan komputer yang setia menemani hari - hari kerja kami. Tidak berapa lama, orang - orang kantor sudah mulai berdatangan. Pembicaraan pun mulai ramai dibuka. Tentang safari ramadhan para tokoh politik, tentang artis yang tobat mendadak dan (biasanya) sejenak , tentang terlambat sahur, tentang "ketiduran" abis sholat shubuh dan lain - lain.  Hanya sejenak. Kemudian masing - masing menuju ruanganya. Ada yang tilawah, ada yang menuju mushola mungil untuk sholat dhuha, ada yang menyelesaikan tugas - tugas kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tamu yang datang. Sudah janjian dengan salah seorang anggota dewan. Dia berceloteh "wah... disini kayak pesantren". Mungkin yang dia maksud karena sayup - sayup dari dalam ruangan - ruangan terdengar orang yang sedang tilawah Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan dhuhur berkumandang dari komputer - komputer. Berduyun - duyun orang - orang keluar dari ruangan dan tidak lama suara gemericik air sudah menggema dari semua kamar mandi dan tempat wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini. Digedung DPR. Ditempat dimana label sarang koruptor sering dialamatkan. Ada mutiara - mutiara yang berkilauan. Mereka yang tetap memegang komitmen sebagai kader dakwah. Mereka yang harus berjibaku untuk tetap bersih ditempat yang kotor. Semoga mutiara - mutiara itu terus berkilauan disetiap tempat hingga gedung ini kelak hanya memiliki satu label yaitu gedung wakil rakyat dalam makna sesungguhnya. Berkhidmat melayani rakyat sebagai perwujudan amanat syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2623555067010439183?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2623555067010439183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2623555067010439183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2623555067010439183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2623555067010439183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/10/diary-ramadhan-3_27.html' title='Diary Ramadhan (3)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7598844889386816958</id><published>2008-10-14T16:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T01:49:45.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Diary Ramadhan (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam - malam pekan pertama ramadhan. Sim salabim... masjid - masjid penuh sesak. Banyak orang - orang berduyun - duyun untuk datang shalat tarawih. Alhamdulillah. Tapi sholat maghrib tadi ga sebanyak jama'ah sholat tarawih. Seolah - olah sholat tarawih lah yang lebih utama daripada sholat maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak muka - muka baru bermunculan. Beragam motivasi. Beragam tampilan. Beragam kelakuan. Anak - anak kecil masih memainkan drama yang sama. Berteriak dengan kencang ketika imam sudah sampai pada bacaan waladhoolliiin... Aaaaamiiiiiinnn. Sepuasnya. sekencang - kencangnya. Namanya juga anak - anak. Kurang pelajaran. Uupps... Rupanya yang sudah dewasa juga tidak mau kalah. Ikut koornya anak - anak juga. Berteriak Aaaaamiiiiiin. Sepuasnya. Sekencangnya. Kurang ajar. Apa dikiranya Allah itu tuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dramanya anak - anak tidak berhenti disitu. Didekat saya anak - anak juga memainkan yang pernah saya lakonin dulu. Menginjak kaki temanya. Mendorong temanya yang lagi ruku. Menarik kaki temanya yang sedang sujud. Saling menggoda... Uupss. Ternyata ada juga orang dewasa yang terjebak pada kenangan masa kecil. Dia masih juga bercanda dengan teman sebelahnya. Semua pemandangan ini menggelikan. Saya pun melangkahkan kaki pulang. Sudah selesai mengerjakan delapan rakaat. Masih juga ada yang bisik - bisik kalo saya Muhammadiyah. Saya tersenyum saja. Memangnya delapan rakaat cuma milik orang Muhammadiyah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari - hari pekan pertama ramadhan. Cuaca jakarta sangat panas. Rasa haus lebih terasa ujianya dibandingkan saat saya menjalani puasa di Malang. Saya berjalan melewati sebuah warteg. Pintunya ditutupi kain. Kaki - kaki bergelantungan. Saya mengintip dari celah kain yang tersingkap. Rupanya sedang sahur. Ini jelas sedang bikin jama'ah baru dengan ajaran baru. Soalnya kalau dalam ajaran islam, sahur di wilayah jakarta ya sebelum shubuh tadi. bukan sesudah shubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya naik bus metromini menuju kantor. Kondekturnya berteriak - teriak mencari penumpang. Sesekali mulutnya keluar asap. Ini rupanya anggota jamaah yang sama dengan orang - orang yang makan diwarteg tadi. Masih sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita masuk. Pakaianya minim sekali. ah... mungkin ini juga anggota jamaah yang sama. Jamaah orang - orang yang merugi. Banyak sekali anggotanya. Diterminal, di biskota, dirumah makan, dimana - mana. Orang - orang yang masih memperturutkan hawa nafsunya disaat setan sudah dibelenggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bukan termasuk jamaah yang dicirkan oleh rasulullah hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Tanpa pahala sedikitpun yang diberikan langsung oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7598844889386816958?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7598844889386816958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7598844889386816958' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7598844889386816958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7598844889386816958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/10/diary-ramadhan-2.html' title='Diary Ramadhan (2)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4117005966158262284</id><published>2008-10-14T15:11:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T01:51:30.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Diary Ramadhan (1)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Saat Fajar Ramadhan Menyingsing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, waktu terasa cepat berputar. Lebih terasa cepat seiring bertambah usia. Mungkin kamu juga merasakanya. Perasaan baru saja kita masih berlarian menikmati masa kecil, tiba - tiba kita kini telah menjadi manusia yang beranjak dewasa. Baru saja kita melewati puasa ramadhan dan merayakan idul fitri tahun kemarin, tiba - tiba saja ia telah ada dihadapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat mengetuk pintu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inbox&lt;/span&gt; telepon genggam. Dan ketika dibuka, yang datang adalah pesan - pesan mengenai ramadhan. Ada pesan meminta maaf, ada pesan yang memberi aba - aba persiapan, ada pesan yang mengingatkan untuk lebih baik dari ramadhan, ada juga doa yang terlantun. Ramai sekali. Sesuatu yang tidak saya temukan ketika saya melewati masa kecil dahulu.  Satu sisi putih teknologi komunikasi telah memudahkan kita mensyiarkan cahaya islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya saling meminta maaf tumbuh subur sedemikian rupa. Sesuatu yang juga tidak saya temui dimasa - masa yang lalu sebelum email dan sms sedemikian mudah dan murah. Meminta maaf sebelum ramadhan menjelang dilakukan oleh banyak orang dari banyak kalangan.  Mulai dari aktivis dakwah sampai para pelaku maksiat. Mulai dari anak - anak hingga orang dewasa. Mula dari pejabat hingga rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika masa kecil dahulu, yang saya temui menjelang ramadhan hanyalah bedugan dan ngariung. Bedugan adalah kebiasaan yang dilakukan untuk menyambut bulan ramadhan. Dilakukan dengan memukul bedug dimasjid berkali - kali. Biasanya dilakukan oleh anak - anak dipagi hari. Memukul bedug ini menjadi penanda bahwa kita akan memasuki bulan puasa. Dipagi hari itupula banyak ayam - ayam dan bebek - bebek tewas bergelimpangan bersimpah darah. Menjadi sembelihan dan diolah untuk dijadikan salah satu menu dalam acara "ngariung" sore harinya. Acara ngariung ini yang dulu paling seru dan paling ditunggu. Dalam acara ngariung, setiap keluarga membawa makanan ke masjid. Makanan yang dibawa kemudian dipisah - pisah dan ditumpuk - tumpuk. Nasi - nasi, sayur, ikan setelah nampak menggunung baru dimulailah acara ngariung. Disana kita berkumpul, berdoa, memohon keberkahan dan bersyukur atas kehadiran bulan ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serunya ngariung adalah ketika makanan mulai dibagikan. Anak - anak kecil yang ikut dalam acara ngariung biasanya berebutan. Yang direbutin apalagi kalau bukan lauk pauk favorit macam ikan ayam. Ada yang tumpuk - tumpukan, tarik menarik ikan ayam, ada yang ampe ngambek - ngambekan. Pokoknya seru aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang serunya acara ngariung mulai berkurang . Soalnya setiap keluarga sekarang telah membagi - bagi makananya dalam beberapa wadah kecil sehingga tidak ada lagi rebutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kemeriahan menyambut ramadhan, walaupun telah ada bedugan dan ngariung tetep saja menyambut ramadhan masih kalah meriah dengan penyambutan hari kemerdekaan. Bandingkan saja, ketika peringatan hari kemerdekaan menjelang, persipan dilakukan sedemikian rupa. Merah putih dan umbul - umbul berkibar dimana - mana. Jalan - jalan dibersihkan. Perkantoran bahkan rumah di cat ulang. Para pasukan pengibar bendera berlatih sebulan penuh dibawah terik matahari agar tidak melakukan kesalahan. Lomba - lomba diadakan. Biaya yang dikeluarkan berjuta - juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana dengan penyambutan bulan ramadhan? Penyambutan bulan ramadhan yang kita sebut dengan tarhib Ramadhan hanya dilakukan oleh segelintir karyawan. Biasanya dilakukan H - 7 ramadhan. Tragisnya lagi ada yang melakukanya H - 1 ramadhan. Lebih tragisnya lagi semuanya dilakukan dadakan alias kejar tayang sehingga hasilnya pun hambar.  Sangat tragisnya lagi program ramadhan berhenti pada penyambutanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa terutama televisi bahkan menyambut ramadhan dengan gayanya sendiri yaitu mempromosikan sinetron ramadhan atau acara menjelang buka dan sahur. Sedikit sekali yang benar - benar serius untuk mengkondisikan lingkungan sehingga ramadhan terkondisikan bukan sekedar menahan haus dan lapar tetapi juga memperbanyak kuantitas ibadah dan meningkatkan kualitas ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat bagaimana Rasulullah generasi terbaik dari ummat ini menyambut ramadhan. Rasulullah  melakukan ibadah sunnah jauh lebih banyak dan lebih intens ketika ramadhan menjelang bahkan ditingkatkan selama bulan syaban. Para sahabat menyambutnya bukan H - 7 tapi B - 6 yang artinya 6 bulan sebelum ramadhan menjelang.  Menyambutnya juga serius. Bukan sekedar mengkondisikan perut tapi juga mengkondisikan ruhiyah. Makanya mereka menjadi insan - insan gemilang setelah ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bedanya generasi yang menjadikan ramadhan sebagai bulan latihan dan generasi yang menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi yang menjadikan ramadhan sebagai bulan latihan, ia baru berlatih puasa ketika ramadhan. Berlatih bersedekah di bulan ramadhan. Berlatih kebaikan dibulan ramadhan. Dan berharap harap hasil latihanya berhasil untuk menghadapi ujian selama 11 bulan berikutnya. Ini jelas keliru. Dimana - mana yang namanya waktu belajar atau latihan itu lebih lama dari waktu ujianya. Kalau ada sekolah yang belajar atau latihanya satu bulan terus ujian atau ulangan umumnya selama sebelas bulan, berarti sekolah ini hanya untuk orang - orang yang kurang waras.  Para atlit yang dipersiapkan menuju olimpiade latihanya berbulan - bulan bertandingnya paling beberapa kali saja. Wajar jika generasi yang menjadikan ramadhan sebagai bulan latihan, banyak menghilang tidak lama setelah ramadhan usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja kita bukan termasuk orang - orang yang menjadikan ramadhan sebagai bulan latihan. Yang kemudian menghilang karena menelan kekalahan ketika bertanding dalam waktu yang panjang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aamin... Ahlan wa sahlan ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4117005966158262284?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4117005966158262284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4117005966158262284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4117005966158262284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4117005966158262284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/10/tes.html' title='Diary Ramadhan (1)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4495194917880035495</id><published>2008-08-26T21:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:17:28.039-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Ramadhan'/><title type='text'>Sebelum Ia Berkelebat</title><content type='html'>Ia datang mendekat&lt;br /&gt;tapi tak terlihat&lt;br /&gt;kutajamkan pandangan&lt;br /&gt;tapi ia tetap tak terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang semakin mendekat&lt;br /&gt;Kata banyak mulut memang telah dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekat mendekat&lt;br /&gt;Mengapa masih terlihat pekat&lt;br /&gt;kutajamkan lagi pandangan&lt;br /&gt;Ia tak kunjung terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya bukan mata yang harus dibuka&lt;br /&gt;Untuk melihat ia mendekat&lt;br /&gt;Tapi bukalah mata hati&lt;br /&gt;Dan kau lihat ia benar - benar telah dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mata hatimu terus tertutup rapat&lt;br /&gt;Ia telah berkelebat pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Marhaban Ramadhan.... Bentuklah diriku menjadi setangguh elang, setegar karang atau seharum melati. Bentuklah dirku menjadi apapun yang kau bentuk asal ku menjadi lebih baik..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4495194917880035495?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4495194917880035495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4495194917880035495' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4495194917880035495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4495194917880035495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/sebelum-ia-berkelebat.html' title='Sebelum Ia Berkelebat'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2098492063169436233</id><published>2008-08-19T00:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T01:57:36.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Seseorang'/><title type='text'>Sayonara Sobat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya punya sahabat. Namanya Ade Sabar Ermerardy. Waktu masa - masa sekolah dulu, kami sama - sama aktiv sebagai pengurus OSIS. Saya menjabat sebagai Mitratama (Ketua OSIS) dan Ade sebagai Mitramuda (Wakil Ketua OSIS). Saya menjabat sebagai Pradana (Ketua Pramuka), Ade juga aktif sebagai penggiat PASKIBRA. Meskipun Pramuka dan Paskibra disekolahku punya gengsi masing - masing, tapi saya dan Ade justeru bersahabat karib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami menjalin masa - masa persahabatan yang indah. bahkan hingga sekarang. Dulu kami saling berbagi cerita baik saat sedang jatuh cinta maupun sedang patah hati. Baik saat sedang gembira maupun saat berduka cita. Pernah kami mengalami saat - saat patah hati bersamaan. Dan setelah pulang sekolah kami pun ngobrol kesana kemari tentang rasa patah hati itu hingga akhirnya bisa menertawakan rasa sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ade sahabat yang baik. Sikapnya lebih dewasa daripada saya. Pada banyak sisi kami berbeda banyak. Saya ngambil IPS, Ade menekuni IPA. Ade senang bermain musik, Saya tidak. Saya benci rokok, Ade malah perokok. Tapi kami bertemu pada sisi yang sama yaitu keinginan untuk bersaudara. Dan setiap orang tentunya punya banyak alasan untuk menjalin persahabatan. Yang pasti, saya beruntung karena semasa sekolah pernah punya banyak sahabat baik seperti Ade dan Ummul. Juga yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sering setiap pulang sekolah, terutama hari jum'at, Saya dan teman - teman berkumpul di rumah Ade. Rumahnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari sekolah. Dirumah Ade juga saya biasanya dapet makan siang gratis. teman - teman yang lain saya kira juga pernah merasakan makan siang gratis dirumah Ade. Orang tuanya sangat ramah dan sudah mengenal kami dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti halnya sebuah kehidupan yang silih berganti antara siang dan malam, kehidupan ekonomi keluarga saya dan Ade juga mengalami hal yang sama. Disaat sulit seperti itulah kemudian kami saling belajar dan saling menguatkan. Ade selalu percaya bahwa saya kelak akan menjadi orang sukses. Sebuah dorongan buat saya untuk terus meniti anak - anak tangga kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya kagum dengan tanggung jawab yang besar dari Ade untuk keluarganya. Dia menyadari betul bahwa ada adiknya yang harus mendapatkan biaya untuk sekolah setinggi mungkin. Karenanya saat Ade tidak lulus masuk perguruan tinggi negeri, Ade akhirnya memilih untuk bekerja sambil  kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta di Banten. Sementara saya yang juga bernasib sama melanjutkan kuliah di salah satu universitas swasta di Malang. Namun pada akhirnya kami pun lulus sebagai seorang sarjana perguruan tinggi negeri. Pada saat tahun kedua di Malang saya ikut UMPTN dan diterima di Universitas Brawijaya Malang sementara Ade ketika lulus kampusnya berubah status menjadi universitas negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua tahun yang lalu Ade memutuskan untuk menikahi pacarnya. Memang bukan dengan orang yang diincarnya semasa SMA dulu tapi sepertinya Ade sangat - sangat mencintai pacarnya. Sebuah pilihan yang berat katanya pada waktu itu mengingat penghasilan sebagai karyawan disalah satu pabrik masih harus dibagi juga untuk yang laen. Saya salut dengan keputusanya menikah "Untuk ibadah. Daripada berzina. Ga perlu nunggu jadi orang kaya" ujarnya. Saya jadi malu sendiri soalnya dulu waktu ditanya soal pacar saya lah yang sering gembor - gembor bahwa saya akan menikah ga pake pacar - pacaran segala alias mau langsung nikah muda. Eh malah Ade duluan yang nikah dalam usia muda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persahabatan kami terus terjalin hingga saat ini. Hingga dia punya seorang anak putri yang cantik. Dan hari ini Ade harus meninggalkan tanah air untuk bekerja di Abu Dhabi. Ade juga mengajak anak dan istrinya ke Abu Dhabi. Semalam dia bercerita bahwa sebenarnya dia tidak ingin bekerja diluar negeri. Tapi penghasilan di sana memang lebih menjanjikan. Saya sepakat dengan Ade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya terkejut ketika Ade bilang "Jadi TKI kok bangga". Sebelumnya saya bilang "Enak yah kerja diluar negeri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya jadi teringat dengan cerita banyak TKI khususnya TKW Indonesia di Luar Negeri yang mendapat perlakuan tidak manusiawi dan diupah lebih murah dari tenaga kerja negara laen. Betapa rendahnya kita sebagai sebuah bangsa. Belum lagi banyak diantara mereka yang kemudian justeru tidak dihargai bahkan ditipu oleh saudara sebangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditengah perayaan kemerdekaan saya harus berpisah dengan sahabat saya karena dinegeri orang kehidupan lebih menjanjikan. Tentu dia lebih beruntung daripada tenaga kerja indonesia yang tidak memiliki keahlian karena Ade berangkat sebagai tenaga ahli. Bukan sebagai buruh kasar diperkebunan kelapa sawit atau buruh rendahan yang sering diperlakukan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditengah perayaan kemerdekaan saya semakin bersedih karena negeri ini belum benar - benar merdeka. Ditengah perayaan kemerdekaan saya marah dengan setiap penjahat yang berasal dari golongan pemimpin, wakil rakyat, aparat, birokrat, hakim dan pengusaha. Karena penjahat dari golongan mereka tidak lebih baik dari penjajah yang dulu telah menjadikan negeri ini menderita dan menjadikan rakyatnya menjadi romusha dan mati sia- sia. Tiba - tiba saya begitu sangat merindukan lahirnya pemimpin - pemimpin yang adil. Pengusaha yang adil. Hakim yang adil. Aparat dan birokrat yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sayonara sobat. Semoga saat kau menyelesaikan kontrak kerjamu dan kembali ketanah air, kondisi ini sudah jauh lebih baik. Sehingga tidak perlu lagi ada rakyat Indonesia menjadi terhina dinegeri orang hanya untuk mencari makan dan menyambung hidup untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2098492063169436233?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2098492063169436233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2098492063169436233' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2098492063169436233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2098492063169436233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/sayonara-sobat.html' title='Sayonara Sobat'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2996009186847716006</id><published>2008-08-17T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:20:45.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Merah Putih Setengah Terbakar</title><content type='html'>16 Agustus 2008, jam 10 malam&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya girang sekali. Merah Putih berkibar. Jagoan bulutangkis Indonesia berhasil memenangkan pertarungan melawan jagoan tuan rumah dalam laga final cabang bulutangkis ganda putra. Emas pertama berhasil diraih oleh Indonesia dalam perhelatan Olimpiade yang digelar di China.  Markis Kido dan Hendra Setiawan telah memberikan kado istimewa bagi Republik Indonesia yang esok usianya genap berusia 63 tahun. Sebelumnya dua lifter Indonesia menghadiahkan masing - masing satu perunggu dan Maria Kristin dengan perjuanganya menghasilkan satu perunggu untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus 2008, jam 10 pagi&lt;br /&gt;Ustadz Hidayat Nur Wahid yang menjadi Ketua MPR RI membacakan teks proklamasi. Dan selanjutnya merah putih diserahkan oleh Presiden republik ini kepada seorang anggota paskibra asal Bali untuk kemudian dikibarkan ke angkasa oleh para anggota Paskibra yang berbaris gagah di halaman istana negara. Kemudian selanjutnya dijaga oleh empat orang paspampres (Pasukan Pengaman Presiden) yang setiap 30 menit sekali akan bergiliran menjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah Putih telah banyak berkibaran dari pekan - pekan biasanya dibulan Agustus ini. Sebuah tanda bahwa negeri ini tengah memperingati hari kemerdekaannya. Dan seluruh rakyat pun kemudian dibawa kedalam heroisme masa lalu saat para pahlawan mengorbankan jiwa dan raganya untuk satu kata bernama Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bangsa ini pun merdeka. Bukan pada tanggal yang direncanakan oleh BPUPKI. Bukan pula karena pemberian negara penjajah. Bukan pula lewat sebuah pertempuran. Karenanya wajar jika dalam Undang Undang Dasar Republik Indonesia, sangat jelas sekali tertulis "Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa". Karena kemerdekan Indonesia ternyata merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa yang dengan kekuasaanNya berada diats berbagi rencan dan kuasa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah republik yang telah membaringkan jutaan syuhadanya. Negeri yang telah berusia 63 tahun. Negeri yang dengan bangga dikumandangkan oleh Multatuli sebagi Zamrud Khatulistiwa. Negeri yang wilayah perairanya menyatukan pulau - pulau didalamnya. Negeri yang diperjuangkan sedemikian rupa oleh para ulama yang berjiwa ksatria seperti M. Natsir. Oleh para pemimpinya yang berjiwa negarawan seperti M. Hatta. Oleh tentaranya yang menyatukan keimanan dengan keberanian seperti Panglima Sudirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah republik ini setelah para pahlawan itu beristirahat dengan tenang. Ada Mahmud, seorang kepala sekolah yang juga bekerja sebagi pemulung. Gaji terakhirnya adalah 200 ribu per bulan. Ada juga Kathe Vince Dimara, seorang reporter radio di Papua yang untuk bekerja membutuhkan waktu tempuh selama 1 - 2 jam dengan berjalan kaki. Ada juga Salomina, bocah papua yang harus menyeberang sungai yang deras dan berjalan hingga 2 jam untuk berangkat sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berjuta lagi rakyat Indonesia yang setelah merdeka justeru hidup bak negeri jajahan.  Ada banyak pemandangan kontras yang bisa dilihat dengan kasat mata bahwa kita memang satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa tapi kita tidak satu hati untuk bisa berempati. Untuk tidak berlomba - lomba memamerkan kekayaan dihadapan para fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat handphone kita. Melebihi dari apa yang kita butuhkan. Lihat gaya hidup kita. melebihi dari apa yang kita butuhkan. Lihat tayangan sinetron dan film kita. Lihat kelakuan kita. Lihat syair lagu - lagu kita. Lihat... lihat dengan hati. Betapa banyak sisi hidup kita yang berlebihan. seolah - olah semua adalah hal biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mengusir penjajah, terusir dinegerinya sendiri. Mereka yang mengusir kebodohan, justeru banyak yang kelaparan. Mereka yang berjuang ditanah orang, dihina habis - habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merah Putih telah setengah terbakar. Namun para guru yang ikhlas mengajar dipelosok - pelosok terpencil terus merajut merah putih. Saya teringat dengan salah seorang guru yang menceritakan langsung gajinya yang hanya 3000 per jam ngajar. Para tentara yang menjaga pulau - pulau terluar, terus merajut merah putih. Saya teringat dengan para tentar - tentara itu yang untuk mandi dengan air bersih saja kesusahan. Para atlit - atlit yang berlaga diberbagai event terus merajut merah putih. Saya teringat para mantan atlit itu banyak yang kesusahan dihari tuanya. Para pelajar yang bertarung dalam berbagai olimpiade fisika, kimia dan lain - lain terus merajut merah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang giliran kau dan aku. Apakah kita yang membakar merah putih atau kita yang merajut merah putih. Stop gaya hidup mewah. Stop mementingkan diri sendiri. Bergeraklah menuju pelosok - pelosok. Berangkatlah dari ruang - ruang kuliahmu. Berangkatlah dari ruang - ruang diskusimu. Nyalakan harapan rakyat. Merdekakan mereka dari kebodohan. Merdekakan mereka dari serangan konsumerisme. Merdekakan mereka dari ancaman pemimpin yang dzalim.. Merdeka atau mati! Sebab kau akan dihisab setelah mati.... Untuk apa usiamu kau gunakan. Untuk apa ilmumu kau gunakan. Darimana dan untuk apa rizkimu kau belanjakan.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2996009186847716006?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2996009186847716006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2996009186847716006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2996009186847716006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2996009186847716006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/merah-putih-setengah-terbakar.html' title='Merah Putih Setengah Terbakar'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-575848488720589900</id><published>2008-08-16T00:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:13:38.260-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (Selesai)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati saya bergeliat. Mencoba untuk mencerna berbagai peristiwa demi peristiwa yang terjadi selama pilkada. Mulai dari para para operator dilapangan, suhu yang kurang kental didaerah mahasiswa, ketidakhadiran media secara massif di kampanye puncak, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;complain&lt;/span&gt; soal sampah diradio pasca kampanye, gosip tentang serangan fajar, kampanye lewat sms, tertempelnya foto - foto beberapa tokoh dibeberapa media dan ganjalan hati lainya yang sedikit tersamarkan dengan fakta banyaknya massa yang hadir saat kampanye terakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi hari kantor DPD PKS Kota Malang sudah tertata rapih. Akh Rizal sudah membereskan banyak hal. Saya berujar ke Akh Rizal "Wah... kayak lebaran aja suasananya".&lt;br /&gt;Saya tidak ikut turun kelapangan sebab hari ini adalah hari dimana saya akan meninggalkan Kota Malang.. Saya mengemas oleh - oleh hasil kiriman dari salah seorang teman teman baik yang kini tinggal dikampung halamanya. Selain mengemas beberapa oleh - oleh dan pakaian, Saya juga  mengecek tiket yang kemarin dibeli dari agen bus diterminal arjosari.&lt;br /&gt;Entah bagaimana suasana diberbagai TPS. Mungkinkah seheroik saat pemilu 2004. Atau saat para aktivis dakwah kampus mengikuti pemira kampus yang digelar pasca kevakuman EM UB. Entahlah. Saya berharap semoga malang berSINAR.&lt;br /&gt;Matahari telah berada diatas kepala. Adzan Dhuhur berkumandang. Setelah melaksanakan sholat, Akh Didik mengantarkan saya menuju terminal. Saya pamit kepada beberapa orang yang ada di DPD. Mengirimkan sms juga kepada orang - orang terdekat saya. Dan akhirnya ditengah hiruk pikuk pencoblosan, saya pergi lagi dari Malang. Kota yang selalu saya kenang sebagai kota kenangan. Tempat dimana ukhuwah dengan segala pasang surutnya berkelit kelindan.&lt;br /&gt;Para aktivis dakwah di Malang telah mengalami sebuah tribulasi dakwah yang hebat menjelang digelarnya pemilu 2009. Sebuah tribulasi yang membuat para aktivisnya mendapatkan banyak pelajaran. Sebuah momentum dimana orang - orang potensial lahir menggantikan generasi - generasi hebat yang telah meninggalkan banyak prestasi dakwah.&lt;br /&gt;Saat bus memasuki Kota Gresik, ukhti Ani memberikan hasil pilkada Kota Malang. Dan pasangan SINAR saat ini belum diberi kesempatan untuk tampil memimpin Kota Malang. Terjungkal sudah berbagai prediksi selama ini. Semoga ini menjadi guru yang berharga untuk menghadapi perjuangan - perjuangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-575848488720589900?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/575848488720589900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=575848488720589900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/575848488720589900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/575848488720589900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/berjalan-ke-timur-selesai.html' title='Berjalan Ke Timur (Selesai)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6210104089377073364</id><published>2008-08-13T00:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:14:18.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (10)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami sudah berkumpul didepan Kampus Poltekes untuk melaksanakan gladi resik. Sore itu juga beberapa anggota Santika juga terlihat hadir ditengah lapangan. Hari terus beranjak senja, tetapi saya, didik dan beberapa panitia masih berada dilapangan. Ada juga Akh Ari yang bekerja sangat keras untuk memastikan segala perlengkapan panggung dan tenda terpasang dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa anggota polisi datang dan meminta para pekerja untuk menghentikan pekerjaanya mendirikan panggung. Saya melihat akh Didik sedang berdebat dengan polisi tersebut. Saya pun menghampiri dan masuk dalam perdebatan yang cukup hangat. Kami berusaha menjelaskan sebisa mungkin dan berusaha mengulur - ulur waktu sambil terus berupaya menghubungi ustadz uril dan pa Azhar. Polisi tersebut tetap ngotot agar kami memindahkan panggung yang sudah berdiri. Menuruti permintaan polisi tersebut jelas suatu hal yang mustahil karena waktu terus bergulir sementara sound belum juga diurus. Kami sholat maghrib bergantian. Ada akh uun dan akh arifin yang juga ikut menjaga. Menjaga agar tidak terjadi hal - hal yang menghambat panggung berdiri. Akhirnya urusan dengan polisi untuk sementara dianggap selesai setelah ada negoisasi.&lt;br /&gt;Rasa lapar yang sejak sore tadi sudah menyapa, belum juga saya perhatikan. Akhirnya saya dan akh yudho yang datang dengan mobil VW pergi membeli makan sambil mengambil singa - singa di DPD yang telah kami beli beberapa hari sebelumnya. Juga mengambil fotocopyan untuk bahan "dzikir" para peserta kampanye.&lt;br /&gt;Malam telah datang membawa kerlip cahaya bintang gemintang. Panggung sudah berdiri. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan soundsystem telah terpasang dengan baik. Para teknisi bekerja dengan sangat cekatan. Terlihat sekali bahwa mereka telah berkawan akrab dengan berbagai peralatan soundsystemnya. Selain memastikan soundsystem esok dapat tampil dengan prima, kamipun masih memikirkan background yang belum terpasang, bendera - bendera PKS yang belum berkibar dan segala hal terkait kesuksesan acara esok hari.&lt;br /&gt;Angin berhembus sangat kencang saat kami harus memasang bendera merah putih dan bendera PKS dengan ukuran besar. Akh Beny yang bertubuh besar datang membantu kami semua. tubuhnya yang berat memanjat tiang - tiang panggung. Kami dibawah tertawa melihat tubuh besar itu terus naik ke tiang panggung yang paling atas untuk memasang bendera. Dari atas dia berteriak "Anginne guede...". dan kami justeru makin tertawa lebar melihat Beni deg degan diatas sana. Uun kemudian naik juga ke atas menyusul beni dari tiang satunya. Saat saya naik menggantikan posisi Beni, temen - temen berteriak "Oalah S2 cuma suruh masang - masang bendera". Saya tersenyum simpul. Karena yang mahasiswa S2 bukan cuma saya tapi juga Yudho dan Ari. Strata pendidikan tidak berlakudalam persiapan pilkada ini..&lt;br /&gt;tepat tengah malam, Pa Subhan dan rombongan datang mengunjungi kami. Setelah berbincang - bincang sebentar, rombongan melanjutkan perjalanan kerumah Pa Subhan. Mungkin untuk istirahat tapi lebih mungkin lagi mereka akan berdiskusi dulu soal rencana esok pagi.&lt;br /&gt;Setelah rombongan pergi, tidak lama kemudian saya pulang. Satu mobil dengan Pa Jalal, Pa Ahmadi dan Pa Amri menggunakan mobil VW yang dikendalikan oleh akh Yudho. Didalam mobil itu saya meminta kepada Pa Jalal untuk mengingatkan siapapun bahwa acara esok hari harus berada dalam satu komando. Jangan sampai terlalu banyak yang memberi perintah sehingga membuat segalanya berjalan dengan hati yang kecewa. Permintaan ini sebenarnya adalah hasil tangkapan saya terhadap obrolan beberapa rekan yang mungkin tidak mendapatkan penghargaan semestinya dari yang memberi perintah. Ibaratnya sudah bekerja tidak digaji, tidak dihargai, capek, diomelin pula oleh orang yang lagaknya seperti bos aja. tapi ustadz uril berpesan "kita bekerja untuk Allah". Pesan yang beliau sampaikan waktu saya menyampaikan unek - unek saya terkait kelakuan salah seorang bapak - bapak yang menyinggung perasaan saya dan beberapa ikhwah lainnya.&lt;br /&gt;Sampai di DPD, teman - teman mahasiswa masih sibuk menghias andong yang akan digunakan oleh Pasangan Sinar, Presiden PKS, Ibu Diana Hidayat Nur Wahid dan para petinggi partai lainnya. Entah mereka mengerjakan itu sampai berapa. Semoga setiap letihnya mekar menjadi kenikmatan disurga nanti.&lt;br /&gt;Hari yang ditunggu tiba juga. Para panitia sudah berkumpul tepat pada waktunya. Setelah sedikit melakukan koordinasi, para panitia itu pun langsung menuju pos nya masing - masing. Ada banyak kejadian selama acara berlangsung. mulai dari keributan kecil antara seorang anggota kepanduan dengan peserta kampanye yang susah diatur, hingga acara yang sebelum dimulainya acara pembukaan masih juga berubah.&lt;br /&gt;Saat acara terus berlangsung, ada satu yang janggal. yaitu ketiadaan para wartawan. Hanya ada beberapa saja yang kami lihat meliput kampanye ini. Padahal ini adalah kampanye terakhir dan dikuti oleh massa yang paling besar diantara kampanye pasangan lainnya. Beberapa diantara kami langsung mencium gelagat yang tidak mengenakkan.&lt;br /&gt;Acara berjalan dengan sukses.  Ada berbagai kisah dibelakangnya yang belum dapat ditulis. tentang keletihan, pengorbana, keributan - keributan kecil dan kisah lainya yang tidak mungkin dilepaskan dari kesuksesan acara ini.&lt;br /&gt;Saya, Yudho dan Rizal beranjak menuju DPD. Tapi sebelumnya kami  harus mengangkat dus - dus air minum yang tersisa. Lumayan banyak sementara tangan dan mata saya sudah sangat lelah. tapi Rizal masih bekerja dengan penuh enerjik. Bahkan sepanjang saya ikut persiapan pilkada ini, Rizal yang menjadi "marbot" resmi DPD bekerja dengan performance yang memuaskan.&lt;br /&gt;Sampai di DPD kami juga tidak bisa langsung istirahat karena disana sudah terlebih dahulu menanti dus - dus air minum yang lebih banyak lagi. menunggu untuk dimasukkan kedalam gudang. Dan kami pun harus menunda waktu istirahat. Para mahasiswa kembali menjadi andalan untuk menyelesaikan tugas - tugas ini. saya tau mereka pun pasti mengalami keletihan. tapi inilah tarbiyah yang sangat bagus buat perkembangan mereka kedepan. Dan mereka pun dengan cekatan memasukkan semua dus - dus air minum itu hingga tersusun rapih di DPD.&lt;br /&gt;Partai ini beruntung punya orang - orang seperti Beny, Rizal, Hasan, Didik, Ari, Yudho dan para mahasiswa yang bekerja dengan penuh semangat. Sesekali ada perasaan manusiawi yang menyemburat. tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang telah mereka kerjakan selama ini. Sepantasnya para petinggi partai ini memberikan apresiasi yang cukup kepada mereka. Paling tidak menjauhkan mereka dari Mr. VIP yang sering berkelakuan layaknya majikan.&lt;br /&gt;Setelah sholat ashar, bahkan mereka pun tidak bisa langsung istirahat. mereka meluncur lagi ke tempat acara untuk membersihkan sampah - sampah yang berserakan disekitar lokasi. Mungkin disaat sebagian yang lain sedang makan enak atau telah beristirahat. saya sendiri tidak ikut bersih - bersih karena badan sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Saya dengar Pa Ahmadi yang mantan ketua DPD dan anggota legislatif ikut membantu membersihkan sampah - sampah tersebut. Sebuah pilihan tindakan yang menyejukkan bagi siapapun yang mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6210104089377073364?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6210104089377073364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6210104089377073364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6210104089377073364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6210104089377073364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/berjalan-ke-timur-10.html' title='Berjalan Ke Timur (10)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6581963325578312438</id><published>2008-08-11T21:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:14:31.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (9)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari - hari kian membawa para pejuang dakwah di Kota Malang menuju kampanye terakhir. Acara kampanye terus berubah tanpa ada yang tahu jadwal acara yang pasti. Bahkan saya yang bertanggungjawab terhadap jalanya acara juga tidak bisa memastikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus bersiaga menghadapi ketidakpastian, kami bertiga terus melangkah. Membentuk panitia dadakan dari para aktivis dakwah kampus. Menggunakan segala yang tersedia guna menghadirkan nuansa kampanye puncak yang full power. Saya menghubungi ukhti Satya untuk membelikan dua buah boneka singa. Agar tercipta kesan arema - nya. Dua singa rupanya belum cukup. Saya dan Yudho akhirnya bergerak menuju sebuah toko untuk membeli pernik - pernik arema yang lain berupa topi dan slayer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan akh Didik juga bergerak mencari grup marching band. Alhamdulillah berkat bantuan mbak el, kami berhasil mendapatkan grup marching band yang sesuai dengan anggaran. Bahkan jauh lebih murah. Bersama mbak el juga, saya dan akh didik menghubungi tim hadrah. Kehadiran keluarga pa naryo yang tidak lain merupakan bapak kos saya ketika menjadi mahasiswa, meringankan berbagai tugas. Bahkan bu naryo lah yang menyiapkan konsumsi untuk tim marching band dan pengisi acara lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bercerita sedikit tentang keluarga Pa Naryo. Perkenalan saya dengan keluarga ini dimulai ketika saya dan teman - teman dari fakultas ekonomi merencanakan untuk membuat markas baru untuk para aktivis dakwah kampus fakultas ekonomi Unibraw. Sebelumnya kami sudah memiliki Jagung 1 dan Al Quds (Markas Suara Persaudaraan) sebagai base camp. Tapi seiring dengan perkembangan dakwah di FE yang terus membesar, kami pun akhirnya sepakat membuat basecamp baru. penghuni pertama kontrakan ini yaitu Mas Bimo (Sesepuh), Mas Afrizal (menteri BEM), Akh Dona Indra (Ketua UAKI), Akh Bayu Surya (Penerima beasiswa GE), Akh Echwan (Jagoan Bahasa Inggris), Akh Amir (Ketua Himpunan D3 Pajak), Akh Nanang (Pentolan CIES) dan Akh Eko (Aktivis Himpunan Pajak) dan Dedi (Abangnya Dona Indra) dan saya sendiri yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Komsat UB dan Menteri EM UB. Lalu ada juga Akh Prianda, Indra, Sudwito, Tsaqib dan lain - lain. Dan kemudian jumlah nya terus bertambah dan bergantian diisi oleh para aktivis dakwah FE turun temurun hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menamakan rumah ini dengan salah satu nama dalam al quran yaitu Ath Thariq yang artinya adalah bintang gemintang. mungkin karena seluruh penghuni rumah ini di harapkan senantiasa menjadi bintang dikampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak suka duka yang kami rasakan saat menjadi sebuah keluarga yang menghuni sebuah rumah bernama Ath Thariq. Tidak selalu harmonis dan rukun - rukun saja. Satu dua kerikil terkadang menjadi pewarna interaksi diantara kami semua. Diantara kami ada yang sudah lama berada dalam jalan dakwah ini, ada juga yang sedang berproses memahami dakwah ini. Ada yang sudah masuk kedalam jama'ah ini ada juga yang masih berdiri dihalamanya. Kami pun tidak selalu dalam irama yang sama saat menjadikan rumah ini sebagai bagian dari milik dakwah. Ada ruang privacy diantara kami yang belum terbuka. Tapi semua suka dan duka itulah yang membuat kami akan selalu mengenang saat - saat bersama dalam Ath thariq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menempati rumah Pa Naryo yang sudah mendirikan rumah baru tepat disamping rumah yang kami tempati. Jadi kami seperti sudah menjadi anak bagi Pa Naryo dan Bu Naryo. Pa naryo dan putri kembar mereka sebelumnya adalah simpatisan salah satu partai yang berbasis Muhammadiyah. Bahkan Putri kembar mereka merupakan pentolan barisan mudanya dan sempat menjadi caleg sebelum akhirnya mengundurkan diri. Seiring waktu akhirnya mereka memilih PKS sebagai partai tempat mereka berjuang. Jauh sebelum Pa Naryo dan Sikembar mendukung PKS, Bu naryo sebenarnya telah lebih dahulu menjadi pendukung PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah telah menyatukan kami semua. tidak peduli darimana kami berasal. Tidak peduli tinggi rendahnya status sosial atau ekonomi kami. Tidak peduli bagaimana rupa kami. Tidak peduli bagaimana warna kulit kami. Kami telah berhimpun dan bersaudara. Berjuang disebuah rel yang sama. Berkorban dengan apapun yang bisa kami korbankan. Dan karena itulah saya sebagai bagian dari keluarga Ath Thariq juga memiliki kedekatan dengan keluarga Pa Naryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi kami sudah disibukkan dengan berbagai persiapan untuk kampanye esok hari. Saya dan akh Didik telah meluncur menuju sekolah yang telah merelakan tim marching bandnya kami pakai untuk mengiringi kedatangan pasangan SINAR ketempat acara. Sekalian melihat latihan mereka. Namun rupanya latihan telah selesai. Dan kami pun meluncur ke tempat acara. Melihat lokasi kampanye yang berada didepan Poltekes Malang. Menimang berbagai kemungkinan. Membangun harapan dan memanjatkan do'a. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkinkah esok tempat ini bisa kami putihkan dengan kehadiran para pendukung SINAR?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6581963325578312438?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6581963325578312438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6581963325578312438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6581963325578312438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6581963325578312438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/berjalan-ke-timur-9.html' title='Berjalan Ke Timur (9)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-142788616280324554</id><published>2008-08-10T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:14:46.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (8)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15 Juli 2008. Matahari telah lama pergi dari langit Kota Malang. Meninggalkan lampu - lampu kota yang perlahan mulai menggoda malam. Menghadirkan keindahan kota Malang di Malam hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kami masih berkoordinasi seperti biasanya. Menyiapkan kampanye trakhir pasangan SINAR. Berbagai dinamika yang terus berubah juga turut mewarnai berbagai keputusan. Tak pelak akh Dudin, Akh Didik dan saya sendiri yang diamanahi untuk mengawal acara ini dibuat sangat kerepotan dalam mengeksekusi kegiatan yang harus disesuaikan dengan informasi dan data terbaru peta politik yang ada.&lt;br /&gt;Tengah malam setidaknya sudah ada gambaran mengenai anggaran dan gambaran inti kampanye terakhir. Jelas semua masih bisa berubah. Dan saya melirik jam yang telah lewat dari koordinat 00.00 WIB. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabb.. sudah berlalu segala amal perbuatanku dan telah kau berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengukir prestasi di usia yang telah bertambah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usia saya kini telah bertambah. Tidak ada lagi pesta ulang tahun dan seremonial meniup lilin sebagaimana masa kecil dulu. Tidak ada lagi taburan kado - kado dan potongan kue. Tidak ada perayaan bersama keluarga.&lt;br /&gt;Satu - satu sms berdatangan. Mengucapkan selamat, mengirimkan doa dan harapan, menghantarkan saya melewati tengah malam. Saya membaringkan tubuh yang terasa penat sambil berusaha memejamkan mata. Mengulang kembali berbagai kenangan. memutarnya sebagai bahan untuk menghadapi masa depan. menggerakkan lisan seraya berdoa agar Allah mengampuni setiap jengkal kesalahan yang telah saya lakukan, menguntai rasa syukur atas segala kenikmatan yang telah Allah hamparkan dan mengikrarkan harapan sebagai rute dalam menapaki masa depan. Dan mata pun terpejam.&lt;br /&gt;Adzan shubuh berkumandang lagi. Saya menitikkan air mata untuk sesuatu. Ada beberapa pesan masuk di handphone. saya belum mau membukanya. Saya segera ambil air wudhu dan segera melangkahkan kaki ke masjid.  Saya ingin  berlama - lama  bermunajat.  Menikmati saat - saat  dimana diri kita  begitu sangat  -  sangat lemah.  berdiam diri  di hamparan kerajaan Allah. Menembus langit. menembus semesta. melemparkan diri begitu saja dalam perenungan dan pengembaraan spiritual. Mencari danau dimana saya bisa mereguk air semangat dan harapn sepuas - puasnya guna bekal melnjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;Dan fajar mulai menyingsing.  Saya kembali kerumah. Meraih handphone dan membaca satu demi satu pesan yang masuk. pesan - pesan persaudaraan dari orang - orang yang saya cintai. Orang - orang yang tidak pernah akan mau saya lupakan dari kenangan saya. dan saya tuliskan satu pesan itu di halaman ini. agar senantiasa menjadi pengingat untuk diri saya dan pengikat persaudaraan yang selama ini telah terjalin...&lt;br /&gt;"Ya Allah, syukur padaMu Rabbi.. masih kau sisakan umur untuku. tambahan waktu untuk memoles hari - hari yang sempat tercoreng moreng. Tambahan kesempatan untuk memperbaiki segala kebaikan yang terkadang terselip ketidaksempurnaan. tambahan masa untuk mengabdi padaMu dan mengukir kemuliaan. tambahan asa bahwa hamba masih kau percaya untuk mengemban amanahMu. tambahan keberkahan untuk menghbiskan sisa waktu menggapai keridhoanMu. Tak banyak pinta hamba kecuali cinta kasih Mu, karena diri tak kan mampu melewati segalanya tanpa itu. Yaa Rabb, usia kami bisa saja berkurang tapi jangan biarkan kami kekurangan ketaatan kepadaMu. Fitrah kami bisa saja sedang mengalami pengikisan, tapi jangan biarkan kami terbawa arus untuk kemudian kehilangan. terlalu naif jika kami tak berharap kebahagiaan, semoga kebahagiaan itu beriring kridhoan. Yaa Sami', jangan biarkan kami kehilangan pendengaran untuk senantiasa tunduk menyambut seruanMu. Yaa Ghaffar, ampuni kami atas segala ketidaktundukan. Yaa Rahman, kami pasrahkan hidup dan mati kami di hadiratMu.. Barakallahulaka. Aamin" (0811XXXXXX)&lt;br /&gt;Dan saya pun beucap terimakasih atas do'a, harapan dan support yang diberikan oleh mereka semua. Setiap kita yang memiliki orang - orang dekat patut untuk bersyukur. Karena mereka lah yang mendekati kita saat yang lain menjauh. Mereka yang memapah kita saat kita patah. Merekalah yang merengkuh kita saat kita terjatuh. Merekalah yang senantiasa menghujani kita dengan rasa percaya bahwa kita mampu melewati setiap ujian yang Allah berikan. tidak semua orang bisa memiliki kenikmatan ini. tapi semoga kamu memilikinya.&lt;br /&gt;"Rabb.. cintailah mereka yang telah mencintai saya jauh lebih baik dari rasa cinta saya kepada mereka. Jadikanlah mereka sebagai orang - orang terbaik di sisi saya dan kelak engkau menghimpun kami sebagai orang - orang yang layak berada disisiMu dan disisi para penghuni surga lainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-142788616280324554?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/142788616280324554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=142788616280324554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/142788616280324554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/142788616280324554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/berjalan-ke-timur-8.html' title='Berjalan Ke Timur (8)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-8223163085868160764</id><published>2008-08-07T02:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:15:03.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (7)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rumah itu masih tampak seperti dulu. Hanya etalase yang saya rasa belum ada ketika pertama kali menginjakkan kaki ke rumah ini. Rumah ini adalah tempat dimana saya bertemu dengan sepasang suami istri yang sangat simpati dengan PKS. Dulu mereka sama - sama berjuang ditanah orang sebagai tenaga kerja diMalaysia dan berkenalan dengan PKS disana. Saya, Neni, Tsaqib dan Nining mendapat tugas untuk menyisir daerah Purwodadi dalam program Kuliah Kerja Dakwah (KKD) yang salah satu tugasnya adalah menelusuri orang - orang yang telah bersentuhan dengan PKS,  selain juga tentunya menyentuh orang - orang baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepasang suami istri yang telah menjadi seperti keluarga saya ini bernama Muslim dan Rodiyah. Mereka punya anak bernama Putri yang selalu malu jika saya dan rekan - rekan silaturrahim kerumahnya. Waktu itu Putri masih berusia sekitar tiga tahun. Dan kini saat saya kembali menginjakkan kaki kerumah ini, Putri telah sekolah didekat rumahnya. Dan Keluarga ini juga telah mendapat tambahan anggota keluarga baru. Seorang bayi yang cantik jelita. Namanya Hanifah Althafunnisa. Sayangnya saya tidak dapat bertemu dengan pa Muslim karena dia sedang bekerja di Sukabumi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya bahagia bertemu dengan bayi ini. Terlebih saat bundanya bilang "Nak, ini loh om Izul. Yang ngasih nama buat anak". Duh, saya benar - benar berbahagia. Meski malu juga waktu mbak Rodiyah nanya kapan saya menikah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanifah Althafunnisa  adalah gabungan nama yang saya berikan ketika Pa Muslim meminta saya memberikan usulan nama untuk putrinya. Althafunnisa sendiri adalah nama salah satu tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman el Shirazy. Sebenarnya saya mengusulkan nama "Khansa Althafunnisa". Tapi biarlah. Mungkin nama itu kelak akan saya pakai sendiri sebagai nama anak saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah cukup bersilaturrahim, saya pun melanjutkan misi silaturrahimnya ke rumah Pa Rudi. Ketua DPRa Purwodadi yang sehari - hari berprofesi sebagai satpam di sebuah sekolah dasar. Saya menyusuri jalanan Gang Sumpil. Berusaha mengingat - ingat mulut gang sempit menuju rumah pa rudi. Dan alhamdulillah ketemu juga meski sempat terlewat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya tidak melihat motor merah keluaran Honda jaman dulu yang biasanya dipakai oleh pa Rudi. Yang ada adalah motor hitam baru. Rupanya Pa Rudi sudah berganti tumpangan. Setelah mengetuk beberapa kali, pintu dibuka oleh seorang anak kecil. Tidak lama pa Rudi muncul. Dan suasana pun semakin bertambah akrab setelah bertukar cerita. Tentang anaknya yang baru masuk SMK, tentang tugasnya sebagai ketua DPRa, tentang istrinya, tentang perjuangan memenangkan pilkada dan lain - lain. Cerita - cerita pa Rudi menambah kebahagiaan yang telah saya dapat sebelumnya dari pertemuan dengan keluarga Pa Muslim. Pa Rudi pun dengan bangganya mengenalkan anaknya yang sudah bersemangat ikut kegiatan - kegiatan PKS meski baru akan menginjak kelas satu SMK.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan matahari terus merayap menuju barat. Saya harus berpamitan untuk melanjutkan silaturrahim kerumah - rumah yang lain. Sebelum pulang, pa Rudi mengabarkan kalau pa Afif sedang ada dirumah. Pa Afif adalah orang paling tua yang aktif mensosialisasikan PKS waktu 2004 dahulu. Ketika saya meninggalkan Malang, saya mendapat khabar kalau pa Afif kembali bekerja sebagai sopir di Madinah. Dan saat saya sedang menyusuri kembali kenangan - kenangan perjuangan pada Pemilu 2004, Pa Afif juga sedang berada dirumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum kerumah Pa Afif, saya kerumah mbak Novi. Dia adalah muslimah keturunan arab yang sangat dekat dengan neni Chandra. Akhwat yang menjadi partner saya dalam mengelola dakwah di Purwodadi. Dan dulu rumah Novi adalah rumah yang paling  sering dijadikan tempat koordinasi dan mengadakan berbagai kegiatan partai lainnya. bahkan didepan rumahnya kini sudah terpampang papan nama DPRa Purwodadi. Salah satu ciri khas rumah Novi adalah banyak kucing yang dipelihara. Kalo nggak salah waktu saya terakhir kali kerumahnya ada empat belas kucing yang dipelihara oleh Novi. Novi juga kini telah membuka usaha menjahit pakaian dan memproduksi kue - kue kering. Ah...  Sayangnya Novi sedang tidak ada dirumah. Jadi saya pun melanjutkan silaturrahim kerumah pa Afif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya mengucapkan salam dipintu rumah pa Afif. istrinya mempersilahkan kami masuk dan membangunkan pa Afif yang sedang tidur. Pa Afif sepertinya sudah lupa dengan nama saya. baru ketika saya memperkenalkan diri lagi, beliau langsung ingat dengan semua kegiatan yang pernah kami lakukan di Purwodadi. Beliau pun bercerita banyak tentang pengalamanya selama di Madinah. Sepiring kurma kering dan biskuit dari madinah terhidang dihadapan saya. Dan perut ini pun harus diatur sedemikian rupa untuk menampung hidangan dari tuan rumah setelah sebelumnya kemasukan hidangan dari rumah pa Muslim dan pa Rudi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seiring langit yang mulai memerah, saya pun berpamitan dengan pa Afif. Tidak lupa saya meminta agar saat di Madinah, Pa Afif mendoakan saya terutama ketika sholat di Masjid Nabawi. Semoga saja pa Afif tidak lupa...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah... denyut nadi dakwah terus berlanjut di Purwodadi. Dan semoga terus meluas hingga cita - cita kami memenangkan partai dakwah didaerah Purwodadi bisa tercapai. Karena cita - cita ini kelak akan bersambung dengan cita - cita partai kami untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang penuh barokah bisa tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"rabb sesungguhnya engkau mengetahui hati - hati ini telah berhimpun untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. maka kuatkanlah selalu atas nama Engkau yang maha pengasih dan maha penyayang. Dan kumpulkan lah kami disurga yang indah damai bersama para rasul dan sahabat serta orang - orang shalih yang terdahulu dan yang kemudian. Aamin"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-8223163085868160764?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/8223163085868160764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=8223163085868160764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8223163085868160764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8223163085868160764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/berjalan-ke-timur-7.html' title='Berjalan Ke Timur (7)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4636296977445279561</id><published>2008-08-01T02:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:15:18.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam sudah berhasil melewati pukul 00.00 WIB. Koordinasi memasuki pembicaraan terakhir. Udara dingin Kota Malang yang biasanya menggila saat penerimaan mahasiswa baru, bersaing ketat dengan suhu politik Kota Malang memasuki minggu terakhir masa kampanye untuk pemilihan walikota Malang yang bertepatan dengan pemilihan gubernur Jawa Timur. Akh Didik bilang kalau rapat - rapat biasanya selesai jam 03.00, wuih....&lt;br /&gt;Saya tidak bisa tidur di malam pertama berada di Kota Malang. Meski ketika datang sudah menutup lubang - lubang jendela dengan koran, udara dingin sepertinya berhasil menerobos masuk. Tidak ada jaket tebal yang dulu biasanya saya pakai. Tidak ada selimut juga. walhasil, sepanjang malam saya terus merasa kedinginan.&lt;br /&gt;Shubuh menjelang dengan iringan suara adzan dan guyuran air wudhu yang menyegarkan. Angin menerpa wajah kurusku dengan gelisah. Membuatku semakin merapatkan tangan untuk menutupi badan. Alhamdulillah, berhasil juga saya melewati shubuh yang sangat dingin. Setelah dzikir, saya bergegas menuju rumah. Mencari kasur empuk untuk kemudia berharap setelah membuka mata lagi, matahari datang membawa sedikit kehangatan.&lt;br /&gt;Dan matahari datang bersama hangatnya. Tapi saya masih malas untuk mandi. Pagi ini mencoba menyusun jadwal. Ke DPRa silaturrahiim dengan Pa Rudi, Mbak Novi, Mbak Rodiyah. Orang - orang yang dulu bersama - sama berjuang mendulang suara untuk partai dakwah di Pemilu 2004. Sorenya ada undangan untuk silaturrahim keKAMMI Komisariat Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;Mumpung ada di MAlang, banyak - banyakin silaturrahim. Nambah rezeki, nambah keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4636296977445279561?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4636296977445279561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4636296977445279561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4636296977445279561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4636296977445279561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/08/berjalan-ke-timur-6.html' title='Berjalan Ke Timur (6)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-5109127654762797691</id><published>2008-07-25T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:15:31.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bus Puspa Indah terus melaju membelah Kota Kediri. Menyusuri jalan - jalan yang masih saya ingat. Untuk selanjutnya kemudian membelah Jombang dan masuk lagi ke daerah Kabupaten Kediri. Disebuah perempatan, Bus yang saya tumpangi bertemu dengan bus dari Jombang yang juga menuju Malang. Dan drama kejar - kejaran dimulai. Bahkan saat bus mulai memasuki daerah berkelok. Saya yang biasanya berusaha untuk menghindari "muntah - muntah" dengan tidur, kini benar - benar menikmati kelokan demi kelokan sambil sesekali menarik napas dalam - dalam. Khawatir bus mampir ke dasar jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan - jalan berkelok dari Kediri menuju Malang via Batu merupakan salah satu jalan masuk menuju Malang. Pemandanganya sangat indah dengan udara sejuk yang mengisi seluruh ruang terbuka. Jika di pinggir - pinggir jalan sudah terlihat berbaris rapih warung - warung dengan menu jagung bakarnya, maka kendaraan berarti sudah sampai di daerah payung. Kawasan yang sering dipakai untuk menikmati malam di ketinggian Kota Batu sambil mereguk segelas susu hangat segar. Tidak jauh dari situ ada tempat yang sangat bagus untuk mencoba Paralayang atau gantole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bus pun mulai memasuki Kota Batu yang damai. Terus setia membawa turun para penumpang ke Kota Malang. Saya turun didepan Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus yang dulu pernah saya duduki selam satu tahun. Kampus yang indah, yang gedung - gedungnya bergelayut manja di bukit. Kampus ini punya plesetan nama yaitu Universitas Munggah Mudun (UMM) yang artinya universitas naik turun karena untuk menuju gedung - gedung kuliah harus menyusuri jalan yang naik turun. bahkan sebelum ada lift bener - bener naik turun kalo kuliah. Kampus ini juga diplesetkan menjadi Universitas Malam Minggu karena kalau malam minggu banyak orang yang santai - santai menikmati band kampus, pertandingan basket atau pacaran. Makanya kadang ada juga yang iseng ngasih plesetan menjadi Universitas Musik dan Hiburan (UNMUH).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus inilah sebuah organisasi mahasiswa ekstra kampus pada tahun 1998 dideklarasikan dengan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). KAMMI menjadi bintang yang bersinar terang saat sejarah reformasi terukir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air wudhu menggigit kulit. Menyisakan rasa dingin yang menjalar lembut. Saya telah tertinggal satu raka'at shalat magrib berjamaah. Setelah melengkapi rakaat shalat magrib, saya melanjutkan dengan sholat Isya. Selepas salam, akh Didik memberi pelukan hangatnya. Beliau adalah teman saya. Dulu kamii pernah menghuni sekretariat KAMMI Daerah Malang dan menjadi tukang sapunya yang setia. Akh Didik inilah yang menawarkan penjemputan. Kami makan malam di warung soto dekat Sekretariat KAMMI Daerah Malang. Tidak hanya berdua karena didepan sekretariat tadi bertemu dengan anak - anak yang masih aktiv ngurusin aksi - aksi mahasiswa di Malang. Dan kami pun sedikit berbagi cerita meskipun saya sudah menebak akan ada todongan pertanyaan mengenai pernikahan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ke Malang, saya sempat diteepon oleh salah seorang sahabat yang menanyakan kebenaran berita tentang pernikahan saya dengan salah seorang akhwat di Kediri. Ternyata gosip itu telah menyebar keman - mana. Bahkan sampai ibu kos saya yang dulu menyebut nama segala. Luar biasa. Saya sendiri hanya bisa geleng - geleng kepala. Karena kalau dijawab "ndak bener", mereka ga percaya. Kalo dijawab "Benar dengan ukhti tersebut..", lha wong kenyataanya juga ndak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, Saya menitipkan sisa pakaian kotor di laundry langganan semasa masih jadi penghuni Malang dulu. Dan kemudian saya pun dibawa menuju sebuah tempat singgah sementara.  Saat malam terus menggurita, satu per satu para tamu tetap mulai berdatangan. Ustadz Jalal memberi salam dan pelukan ukhuwahnya. Dan lagi - lagi yang ditanya adalah soal istri. begitupun ketika ustadz Uril datang. Pertanyaanya tidak bergeser jua. dan selama beberapa hari di Malang, tiap kali bertemu saudara - saudara lama, yang ditanya adalah tentang kabar pernikahan saya dengan akhwat kediri... Oalah, bahkan sms ucapan selamat pun terus berdatangan. yah, saya anggap sebagai sebuah do'a aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rabb... Engkau lebih tahu apa yang sesungguhnya hamba rasakan dan hamba alami.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-5109127654762797691?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/5109127654762797691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=5109127654762797691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5109127654762797691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5109127654762797691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/07/berjalan-ke-timur-5.html' title='Berjalan Ke Timur (5)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7297879106402539319</id><published>2008-07-24T19:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:15:43.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senang rasanya mengenal anak - anak TMA SMA 2 Kediri. Mereka cerdas. Lucu. Kreatif. Hal ini terlihat saat mereka di berikan tugas untuk membuat hasta karya dalam waktu yang singkat dan harus mempromosikanya didepan teman - temanya. Juga diminta untuk mempresentasikan Rohis Idaman versi mereka. Hasil hasta karya mereka bagus - bagus tapi ada juga yang biasa - biasa saja. tapi bukan itu tujuan utamanya. Simulasi sederhana ini saya tujukan untuk mengaplikasikan dan menarik kesimpulan dari materi - materi yang telah disampaikan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar gembiranya, konon kabarnya esok harinya mereka ngadain proyek bersih - bersih masjid sebagaimana gambaran Rohis Idaman yang mereka presentasikan. Semoga saja proyek itu bisa berumur panjang. Jadi bukan hanya karena baru selesai pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimanapun juga selalu ada akhir dalam setiap perjalanan. Saya telah mengemas seluruh barang - barang. Bersiap - siap untuk mengakhiri perjalanan di Kediri dan memulai perjalanan menuju Malang. Seorang teman telah datang berkunjung. Menunggu dibawah. Setelah bersilaturrahim barang sejenak dengan teman lama tersebut, saya pun berpamitan dengan kedua orang tua Fikri. Kemudian kembali di antar Puji ke tempat saya pertama kali menginjakkan kaki di Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus datang sangat - sangat menjemukan untuk dinanti. Saya sms seorang kawan "Ukhti puspa indah lama banget datangnya". Sangat lama bahkan. Sejak Puji melambaikan tanganya. Bahkan saat menunggu bus pun saya sempat melihat Puji lewat dihadapan dengan temanya. Untungnya ada salah seorang peserta training yang juga sedang menunggu bus. Tapi itupun hanya sebentar karena bus yang ditunggunya datang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;bagaimanapun boringnya, toh kelak kita pun akan kembali pulang sendirian. Dan itu berarti saya belum lulus ujian kesabaran menunggu bus di Kediri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih buat teman - teman TMA SMA 2 Kediri. Makasih buat kesempatan yang udah diberikan. Saya percaya bahwa kalian semua adalah generasi yang dinanti oleh negeri ini untuk membebaskanya dari segala penjajahan. Makasih juga buat oleh - oleh khas Kedirinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7297879106402539319?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7297879106402539319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7297879106402539319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7297879106402539319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7297879106402539319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/07/berjalan-ke-timur-4.html' title='Berjalan Ke Timur (4)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6235518850522912485</id><published>2008-07-21T17:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:15:56.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan ke timur (3)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya bangun tidur dengan terkejut. Keletihan dalam perjalanan membuat badan terbuai diatas kasur nan empuk. Adzan Ashar telah berkumandang beberapa saat yang lalu. Dik Puji telah siap dengan jemputanya. Waktunya untuk mengisi sesi pertama tentang realitas ummat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya butuh beberapa menit saja dari rumahnya Fikri untuk sampai di lokasi acara yang terletak di aula SMA 2 Kediri. Gambaran saya mengenai kondisi tempat acara meleset beberapa derajat dari yang saya bayangkan. Lantainya berdebu, tidak ada hiasan di dinding, tidak ada backdrop dan posisi peserta juga menghadap jendela yang cahayanya penuh bahkan mungkin berlebih. Semoga aja mata mereka tidak cepat kelelahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perlengkapan acara juga tidak jauh berbeda nasibnya dengan tempat acara. LCD baru dinyalakan. Sound juga terus merengek. Saya juga tidak melihat papan tulis didepan peserta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya terus mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Kaca – kaca sudah banyak yang pecah, langit – langit juga terlihat tidak ramah. Dan saya senang sekaligus sedih melihat kondisi para peserta. Senang karena masih banyak yang penampilanya belum berjilbab rapih yang menandakan proses dakwah sedang berlangsung. Sedih karena jumlah peserta putra kurang dari sepuluh orang. Nyaris kembar dengan berbagai organisasi dakwah yang saya ikuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya juga mengintip alas kaki yang mereka pakai mulai dri senda jepit sampai sendal biasa. Mengintip juga posisi duduk mereka sehingga saya bisa meraba suasana hati mereka. Hal ini biasa saya lakukan untuk mencari jalan masuk yang tepat untuk menyapa mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Setelah cukup membaca situasi, saya memulai sesi pertama. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perkenalan tentu saja menjadi menu wajib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Sedikit demi sedikit saya mencoba mengarahkan alur berpikir para peserta. Saya ingin mengajak mereka kepada kehidupan nyata disekitar mereka. Bukan dunia remaja yang selalu digambarkan sangat gembira. Saya ingin membawa mereka kedalam kehidupan dimana mereka menyadari bahwa dunia tidaklah sedang baik - baik saja. Ada panggilan perjuangan dihadapan mereka sehingga mereka - dan juga saya, mampu menghargai kehidupan lebih baik. Menyadarkan kami semua bahwa ada pekerjaan besar yang harus dilakukan. Dan misi saya adalah membagi perasaan berbahagia dalam dunia pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang. Ibarat membawa seseorang dari ruangan yang terang benderang kedalam ruangan yang gelap gulita. atau sebaliknya, dari ruangan yang terang benderang kedalam ruangan yang gelap gulita. Butuh penyesuaian beberapa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka mulai melihat keadaan lingkungan mereka sebenarnya, saya mengajak mereka untuk bekerjasama. Saling mengisi dan saling menguatkan. Berdiri dalam satu barisan yang kokoh. Tentu saja ini pun membutuhkan proses. Butuh waktu untuk menyatukan mereka semua. Menyadarkan bahwa harus ada ruang yang disisakan untuk diisi bersama disamping ruang pribadi yang memang secara khusus dimiliki oleh manusia. Saya mencoba memisahkan para peserta yang sejak awal selalu duduk berdekatan. Hal ini saya lakukan agar mereka, mau tidak mau, mencari teman yang lain. Ada banyak kombinasi yang saya lakukan, misalnya menyatukan peserta yang sama - sama memiliki karakter pemimpin, menyatukan yang terlihat saling menjauhi, menyatukan yang pendiam dengan yang ramai dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyenangkan melihat mereka berproses untuk saling mengenal dan saling mengisi. Saling menyisihkan egoisme masing - masing untuk kemudian saling bekerjasama. Saya pun berusaha memancing keluar bakat - bakat kepemimpinan yang terpendam di beberapa peserta. Saya ingin mereka semua menemukan hal - hal positif didalam dirinya yang dapat diberikan bagi proyek besar mereka. Tidak boleh ada yang minder. Tidak ada yang boleh merasa dirinya tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan telah berlalu selama dua hari. Ini adalah hari terakhir saya membersamai mereka. Saya melihat sudah ada perubahan yang mereka lakukan. Mereka kini telah duduk rapih sebelum materi dimulai. Ruangan pun lebih bersih. Mereka kini lebih cekatan. Lebih berbaur. Lebih kompak dan semoga lebih berbahagia dibanding sebelumnya. Bukan karena saya, tapi mudah - mudahan karena mereka telah menemukan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir saya mencoba membawa mereka untuk menikmati kehidupan ini. Mensyukuri setiap kenikmatan yang telah Allah berikan. Saat saya membacakan surat bunda kepada anaknya, beberapa peserta mulai sesenggukan karena menangis. Dan saya terus memberikan renungan, bukan untuk mereka. Tapi untuk diri saya sendiri. ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6235518850522912485?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6235518850522912485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6235518850522912485' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6235518850522912485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6235518850522912485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/07/berjalan-ke-timur-3.html' title='Berjalan ke timur (3)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-8199713242478737111</id><published>2008-07-20T17:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:16:14.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kediri belum banyak berubah. Sepeda motor masih dominan mewarnai jalan - jalanya. Bangunan - bangunanya juga masih banyak yang bergaya tempo doeloe. Menerbangkan kita pada kejayaan kerajaan Kediri di masa lalu. Kota ini dulu sering saya kunjungi. Banyak sahabat saya yang berasal dari Kota sentra tahu taqwa ini. Kota yang punya ikon sebagai kota tahu. Kota yang punya klub sepakbola  besar  PERSIK  - Kediri.  Kota yang sayangnya juga punya  pabrik rokok besar.&lt;br /&gt;Saya dan Puji memasuki perumahan Candra Kirana Real Estate yang terletak dekat SMA 2 Kediri. Berhenti  didepan sebuah rumah yang baru jadi. Seorang remaja membukakan pintu. Fikri namanya. Dia adalah Ketua MPK yang juga panitia AKIDA. Anaknya kalem dan cerdas. Bapaknya adalah seorang wiraswasta sementara ibunya adalah seorang dokter. Kedua orangtuanya sangat ramah dan baik.&lt;br /&gt;Didepan rumah Fikri terhampar kebun jagung yang sudah meninggi. Tidak terlalu luas tetapi cukup untuk menghadirkan pemandangan yang indah dan menyejukkan. Mungkin beberapa waktu lagi akan memasuki masa panen. Saya merasa akan betah berada dirumah ini. Penghuni rumahnya baik, rumahnya nyaman dan pemandangan depan rumahnya juga menyenangkan. Mungkin ini adalah tempat transit terbaik sepanjang saya beberapa kali berkesempatan mengisi acara di Kediri.&lt;br /&gt;Anifah telah membuktikan janjinya. Dia adalah orang yang intens berkomunikasi dengan saya. Memastikan bahwa saya benar - benar bisa memenuhi undanganya untuk mengisi kegiatan di almamaternya. Seorang akhwat enerjik yang setia menemani adik - adik panitia meskipun sedang sakit.&lt;br /&gt;Setelah agenda bersih - bersih diri selesai, saatnya untuk memenuhi panggilan perut. Perjalanan yang sangat panjang membuat saya kelaparan sejak shubuh. Terlebih, tidak ada jatah sarapan di Tuban seperti biasanya. Padahal saya juga tidak menyiapkan makanan ringan. Pelajaran penting buat yang akan melakukan perjalanan jauh yaitu selalu menyiapkan makanan enak didalam tas nya. Kelaparan ini pula yang membuat saya harus mengisi perut dengan tahu yang biasa dijajakan didalam bus.&lt;br /&gt;Dan alhamdulillah, didepan saya kini terhidang ayam bakar kalasan yang sangat nikmat. Bapaknya Fikri menjamu makan siang dengan sangat tepat. Pelajaran berikutnya buat para penikmat makanan adalah makanlah saat perut sedang lapar.&lt;br /&gt;Jadwal mengisi materi masih beberapa menit lagi. Masih cukup tersedia waktu untuk sedikit meluruskan badan. Setelah ber jam - jam tidur dalam posisi duduk, saatnya menikmati posisi terlentang. Terlebih kasur yang tersedia sangat - sangat empuk. Pelajaran penting kehidupan, hidup adalah bergerak. Tidak enak berlama - lama dalam satu posisi. Terjebak dalam zona nyaman. cobalah posisi yang lain, semoga menemukan kenikmatan yang lain. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bismika allahumma ahya wa amuut....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-8199713242478737111?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/8199713242478737111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=8199713242478737111' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8199713242478737111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8199713242478737111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/07/berjalan-ke-timur-2.html' title='Berjalan Ke Timur (2)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6244891675194518818</id><published>2008-07-20T16:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:16:30.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berjalan Ke Timur'/><title type='text'>Berjalan Ke Timur (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bus belum juga keluar dari mulut tol. Jarum jam sudah menunjukkan jam 13.30. Berarti sudah terlambat 30 menit dari waktu yang telah dijanjikan. Padahal saya sudah terburu - buru keluar rumah dan belum sempat makan siang. Sambil menunggu kedatangan bus yang akan membawa saya menuju Surabaya, lembaran - lembaran pemikiran dari salah seorang ustadz terus saya bolak - balik.&lt;br /&gt;Siang ini adalah hari dimana saya akan memulai perjalanan ke sebuah kota di Jawa Timur. Rencananya saya akan ke Kediri melalui Surabaya. Sebenarnya Saya lebih memilih naik kereta api Gajayana jurusan Jakarta - Malang karena kereta ini singgah di Kediri. Tapi tiket gajayana telah habis terjual untuk jadwal keberangkatan hingga beberapa hari kedepan karena bertepatan dengan liburan sekolah.&lt;br /&gt;Tepat sebelum jam duduk di posisi 14.00, Bus yang akan saya duduki selama kurang lebih 20 jam kedepan telah tiba. Hanya ada beberapa orang saja yang telah berada didalam. Kondektur bus memberitahu bahwa bus akan dioper di Bekasi. Sebuah kebijakan yang harus diambil untuk menyelamatkan keuangan perusahaan. Beberapa penumpang nampak tidak sepakat dengan pemberitahuan ini tapi Saya sendiri sudah biasa karena ini bukan yang pertama. Yang bikin saya tidak sepakat adalah karena bus ini juga harus mampir di Lebak Bulus yang berarti perjalanan akan semakin panjang dan waktu kedatangan akan lebih terlambat dari biasanya. Padahal, tanpa mampir ke Lebak Bulus pun sudah biasa terlambat.&lt;br /&gt;Lebak Bulus nampak ramai. Pemandangan yang hampir sama disemua terminal di Indonesia. Terminai adalah pusat bisnis yang lumayan hidup. Banyak profesi yang melakukan aktivitas bisnisnya ditempat ini seperti calo, copet, pedagang asongan, pengamen, pengemis dan profesi lainya. Mulai dari yang legal sampai ilegal. Mulai yang bersih sampai yang kotor. Terminal kita menurut saya dan cerita dari beberapa teman, belum menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi manusia. apalagi manusia yang sedang kebingungan. Maka tips buat para pengguna terminal adalah jangan memasang tampang bingung diterminal.&lt;br /&gt;Setelah pindah mobil di rest area dipinggiran tol, saya mulai duduk lebih ajeg. Setidaknya saya punya gambaran kapan akan menginjak tanah lagi yaitu di Pamanukan dan di Tuban. Jadi sepanjang belum menginjak tanah, saya akan lebih banyak berpikir, berdzikir dan tidur. Yang terakhir ini biasanya jadi juara dibanding dua aktivitas pertama.&lt;br /&gt;Sesuai perkiraan, bus menyapa terminal purabaya pada pukul 10.00. Saya langsung masuk ke tempat parkir bus - bus yang keluar kota. Inilah enaknya terminal yang lebih dikenal dengan terminal bungurasih. Mobil - mobilnya tertata lebih rapih. Ada tempatnya sendiri - sendiri untuk bus antar propinsi, antar kota dalam propinsi, dalam kota dan taxi. Jadi kita bisa lebih mudah untuk mencari bus yang kita butuhkan. Didalamnya pun calo - calo lebih bersahabat dibanding terminal lainya yang pernah saya singgahi. Bus - bus nya pun tidak parkir (ngetem) terlalu lama karena sudah diatur waktu keberangkatanya masing - masing. Berapapun penumpang didalamnya jika sudah waktunya berangkat, akan berangkat. Menyenangkan bukan? tapi tetap aja, kewaspadaan harus tetp di setel. Kata Bang Napi: waspadalah, waspadalah!&lt;br /&gt;Saya mengirimkan pesan singkat ke seorang sahabat di Kediri. Menanyakan bis yang bisa saya tumpangi menuju Kota Kediri. Saya menunggu Bis Patas yang ber AC biar lebih nyaman. Nyaman yang saya maksud adalah bebas dari asap rokok. Tapi yang banyak berangkat adalah bis - bis ekonomi. Karena waktu sudah mepet, saya pun naik bus ekonomi jurusan Trenggalek. Meskipun tidak lebih nyaman, tapi lebih lumayan ketimbang bus serupa di Jakarta.&lt;br /&gt;Sidorjo, Mojokerto, jombang adalah kota - kota yang saya lewati, yang sempat terekam dalam ingatan. yang membawa saya juga kepada kenangan saat - saat aktif dalam dunia organisasi selama menjadi mahasiswa di Universitas Brawijaya, Malang. Membawa saya kepada teman, sahabat dan saudara yang kini telah banyak kembali kedaerahnya masing - masing. Membawa kesan istimewa dari sebagian diantara mereka yang saya kenang. Saya pun memberi pesan singkat kepada mereka untuk menjaga tali persaudaraan agar tidak terputus.  Sejauh apapun jarak memisahkan, maka persaudaraan harus tetap dijaga. Karena terkadang bukan jarak yang memisahkan dan memutuskan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Alhamdulillah, setelah nyaris 24 Jam berada didalam bus, saya bisa menginjakkan kaki di Kota Kediri. Turun di dekat Pos dan Giro sebagaimana petunjuk sahabat saya. Dan disana juga sudah menanti jemputan sebuah motor berwarna biru tua yang dikendarai oleh Puji. Anak SMA 2 Kediri yang bersemangat sekali menjadi Panitia AKIDA. Sebuah kegiatan training untuk anak - anak takmir masjid sekolah. Acara yang akan saya dampingi selama beberapa hari. Motor itulah yang akan membawa saya ke tempat saya menginap tiga hari kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6244891675194518818?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6244891675194518818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6244891675194518818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6244891675194518818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6244891675194518818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/07/berjalan-ke-timur-1.html' title='Berjalan Ke Timur (1)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7326751809034095701</id><published>2008-07-20T16:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:22:55.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Gerakan'/><title type='text'>Sendiri Untuk Semua</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terkadang dalam perjuangan kita berada dalam kesendirian. Mengobati luka dan menghapus duka sendirian. Keimanan dan sikap tawakal lah yang membuat diri slalu yakin bahwa kita pasti menang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kesendirian mengantarkan kita memasuki istana Allah yang megah. Mengajarkan kepada kita bahwa hanya Allah lah tempat bersandar. Tempat mengadu. Tempat meminta. Tempat bersimpuh dan berusujud. Tempat kita berbagi cerita dan derita. Allah lah tempat kita mengembalikan semua masalah. Dan pada akhirnya setelah kita berserah diri, Allah karuniakan energi baru untuk bangkit. Untuk terus berdiri tegar menghadapi setiap tantangan dan ujian dalam kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bulir – bulir air mata saat kita merendahan diri di hadapan Nya, menyuburkan taman – taman keimanan dalam hati. Menumbuhkan kembali bunga – bunga harapan yang mungkin nyaris layu beriring waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pengakuan kita atas segala kelemahan dan kekhilafan, mengalirkan ajaran lagit bahwa tugas kita adalah terus berjuang. Dan kita memasrahkan segala hasilnya kepada hakim yang paling adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kepala yang semakin tertunduk seiring hati yang menderu dan tubuh yang bergetar, mengantarkan kenikmatan yang tak terlukiskan oleh kata maupun pena. Sebuah perjalanan jiwa yang menenteramkan mata, menyejukkan hati dan melapangkan dada. Seolah kita sedang mereguk sepuas – puasnya air dari telaga surga atau sedang menghirup dalam – dalam wewangian surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kesendirian dalam perjuangan bukan berarti keluar dari fitrah manusia untuk bekerjasama. Kesendirin adalah saat – saat dimana engkau dipercaya untuk berhadapan dengan masalah sendirian lalu membawa kemenangan dan kebahagiaan untuk semua orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7326751809034095701?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7326751809034095701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7326751809034095701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7326751809034095701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7326751809034095701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/07/sendiri-untuk-semua.html' title='Sendiri Untuk Semua'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-172128127034737515</id><published>2008-06-25T22:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:23:39.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>08.00 WIB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kubiarkan angin menjadikanmu tiada&lt;br /&gt;Agar hilang segala rasa yang menjadikanmu ada&lt;br /&gt;kubiarkan hujan menjadikanmu tiada&lt;br /&gt;Agar hilang segala asa yang menjadikanmu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga - bunga telah bermekaran&lt;br /&gt;Ditaman yang pernah kita rawat bersama&lt;br /&gt;Tapi cinta kini telah berguguran&lt;br /&gt;Dari hati yang pernah kita sediakan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy masih terdiam dikantin sekolah. Dibacanya berulang - ulang surat dari Sonya. Dua bait yang membuatnya merasa bersalah. Sebuah keputusan telah dia ambil. Keputusan yang bukan saja menggugurkan semua kenangan indahnya bersama Sonya tapi juga menumbuhkan bunga - bunga kerinduan sejak semalam.&lt;br /&gt;Benar. Sejak semalam. Sejak ia mengirim sebuah pesan singkat: "Sonya, telah kupilih jalanku. Kita cukupkan semua petualangan kita"&lt;br /&gt;Roni sahabat dekatnya bahkan mengatakan Boy sudah ga normal karena memutuskan kisah - kasih dengan Sonya. Dia ga percaya kalau Boy sudah menyatakan diri bukan lagi sebagai kekasih Sonya. Bintang yang paling bersinar terang diangkatan mereka.&lt;br /&gt;Wajar kalau Roni bertingkah lebih bingung dari Boy. Ronilah yang mengenalkan Sonya pertama kali kepada hati Boy. Roni juga yang getol meyakinkan kalau Sonya adalah orang yang tepat mendampingi hari - hari Bintang Ramadhan, bintangnya pelajar yang punya panggilan Boy. Teman - teman disekolah Boy bahkan telah memilih Boy - dan Sonya sebagai pasangan ideal bahkan diprediksikan sampai Boy dan Sonya jadi kakek - kakek dan nenek - nenek. Prediksinya beralasan. Sonya adalah cewek manis dan cantik, bintang kelas, vokalis utama grup paduan suara, pemimpin marching band dan jago tari tradisional. Saat awal OSPEK saja, semua mata banyak tertuju pada kecantikan yang terpancar dari kedua bola matanya. Memantul diwajahnya yang selalu mengembangkan senyum. Boy sendiri saat pertama kali jadian dengan Sonya, mengirimkan ungkapan kekagumanya di majalah dinding kampus "Teruntuk Sonya: Saya yakin bidadari disurga sana telah berkurang satu karena engkau kini sedang berkunjung kebumi. Aku cari kata - kata untuk memujimu, tapi semua kata tersipu malu". Mmm...&lt;br /&gt;Lalu Boy. Sama seperti Sonya, Boy adalah seorang organisatoris tulen. Pecinta alam, pemimpin mahasiswa tertinggi dikampusnya, orator ulung, jago kung fu, dan cerdas Meski Boy tidak pernah menjadi yang terbaik dalam dunia akademik, tapi teman - temanya sangat percaya bahwa Boy sangat bisa untuk menjadi yang terbaik kalau saja dia mau. Dasar Boy, Dia lebih senang berada diatas gunung atau berada ditengah para pengamen jalanan binaanya daripada ada diatas mahasiswa lainya soal prestasi akademik. Sonya pun sebenarnya pernah menuliskan kekagumanya pada Boy, tapi dengan nama samaran. "Buat Mas Ramadhan: Sikap dinginmu itu lho maaas... membuatku benci tapi rindu. Aah..kamu keren banget deh mas. Dah punya pacar belum? Dengan apa saya bisa masuk kedalam hatimu"&lt;br /&gt;Dan semua menjadi sangat indah buat Boy, Sonya dan semua teman - temanya. Boy bahkan jadi lebih rapih dan semakin keren.&lt;br /&gt;Tapi semuanya sudah berubah sejak 08.00 WIB. Di waktu itulah Boy telah memilih jalanya. Menjadi seorang muslim sejati. Seorang muslim yang mencintai Rabbnya, lebih dari apapun yang bisa dicintai. Boy menemukan dirinya pada bulan Ramadhan. Pada sebuah nasehat menjelang berbuka yang disampaikan oleh seniornya. "Cinta sejati itu membuat dirimu semakin mencintai Tuhanmu. Jika cinta membuatmu jauh dari Tuhan, maka kau akan menjadi manusia paling lemah"&lt;br /&gt;Nasehat itulah yang membuat Boy diam saat mengantarkan Sonya ke rumahnya. Menghadirkan berbagai episode saat Boy bersama Sonya.&lt;br /&gt;Dan Ramadhan memberikan kesempatan kepada Boy untuk menjadi seorang muslim. Belajar satu demi satu ajaran islam dari seniornya. Hingga ia menemukan kebahagiaan yang tidak pernah bisa ia bagi. Kebahagiaan yang tidak pernah ingin ia lepaskan sepanjang hidupnya. Kebahagiaan yang hanya mungkin dirasakan oleh orang - orang yang menemukan kembali Tuhanya.&lt;br /&gt;Boy mulai menulis surat balasan kepada Sonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Teruntuk Sonya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Seseorang yang pernah menjadi udara dalam hidupku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintai Tuhanku. Aku berbahagia bersamamu, tapi aku lebih berbahagia bersama Tuhanku. Kiranya Tuhan tidak pernah ingin diduakan sehingga ketika kau mengisi hatiku, Tuhan menjauhi diriku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sonya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bukan perpisahan yang ku sesali. Tapi kebodohankulah yang kusesali. Sebab dari kebodohan itu aku telah mengambil hatimu yang seharusnya dimiliki oleh suamimu kelak. Menyakitkan memang mengenalmu untuk sekedar mengetahui bahwa engkau bukan hak ku. Tapi semoga dengan ini, aku tidak mengambil lebih banyak lagi hak suamimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Saya berdo'a agar Allah mengampuni kita dan menggugurkan semua rasa cinta yang pernah ada dan memekarkanya ditaman hati orang - orang yang memang seharusnya kita cintai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kau boleh marah dan membenciku. tapi aku tak lagi takut. sekarang aku lebih takut Allah yang marah dan membenciku. Semua ini pahit. tapi terkadang yang pahit justeru membuat kita semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hujan reda&lt;br /&gt;Mekarlah menjadi melati suci&lt;br /&gt;Harumnya memenuhi seisi bumi&lt;br /&gt;Dikabarkan angin keberbagai penjuru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah langit kembali bersih&lt;br /&gt;Jadilah burung - burung yang merdeka&lt;br /&gt;Selalu berusaha menuju langit&lt;br /&gt;Membentang sayap Menghias cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lembar telah tertutup&lt;br /&gt;Satu lembar telah terbuka&lt;br /&gt;Cinta kita disimpan untuk surga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-172128127034737515?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/172128127034737515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=172128127034737515' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/172128127034737515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/172128127034737515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/0800-wib.html' title='08.00 WIB'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-235400276597885644</id><published>2008-06-25T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:24:05.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Aku</title><content type='html'>Kau berteriak&lt;br /&gt;Aku menutup telinga&lt;br /&gt;Kau membelalakan mata&lt;br /&gt;Aku Memejamkan mata&lt;br /&gt;Kau orasi&lt;br /&gt;Aku bernyanyi dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berontak&lt;br /&gt;Aku kira kau tak berotak&lt;br /&gt;Norak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lemah&lt;br /&gt;Sangat Lemah&lt;br /&gt;Esok kau juga yang memilih Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus&lt;br /&gt;Teruslah beraksi&lt;br /&gt;Dan Aku bertransaksi&lt;br /&gt;Kita sama - sama rekreasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmm.... Negeri ini bukan basa - basi&lt;br /&gt;Hanya sekotak hadiah untuk kerabat&lt;br /&gt;Atau justeru sepotong lilin yang akan meniadakan Aku&lt;br /&gt;Aku harap tidak ada orang yang menyalakanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-235400276597885644?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/235400276597885644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=235400276597885644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/235400276597885644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/235400276597885644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/aku.html' title='Aku'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-5528364626290259038</id><published>2008-06-24T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:21:06.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Dari Rumah Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asap hitam sudah berkibar tanpa tiang didepan rumah rakyat. Menyergap langit serentak bersama dengan asap - asap dari knalpot kendaraan motor yang berjalan tersendat. Sekelompok mahasiswa sedang melakukan aksi demonstrasi. Dari berita ditelevisi, saya mengetahui mereka telah beraksi dari  semalam.&lt;br /&gt;Sejak saya rutin mengunjungi rumah ini, entah sudah yang keberapa saya melihat rakyat hanya mampu sampai diluar pagar rumahnya sendiri. Tertahan oleh pagar besi yang menjulang dan tampak kokoh. Kehadiran "pagar ayu" berseragam semakin memperkokoh besi - besi tersebut sehingga rumah ini menjadi sulit untuk dinamakan rumah rakyat.&lt;br /&gt;Namun disinilah berbagai kebijakan soal rakyat ditetapkan secara resmi. Pembahasan dan pengambilan keputusanya terkadang dilakukan diluar rumah ini. Karena itulah rumah ini dijaga dan dirawat dengan intens.&lt;br /&gt;Air mancur dan matahari melukis pelangi diatas kolam yang pernah dipenuhi oleh para mahasiswa ketika reformasi 98. Jika diluar pagar sedang terjadi demonstrasi, Saya kerap berjalan melewatinya dengan menghirup udara dalam - dalam. Mengenang aksi - aksi demonstrasi yang juga saya lakukan. Seperti juga pagi ini saat para mahasiswa itu meminta hak mereka untuk diperhatikan oleh para wakil rakyat.&lt;br /&gt;Pagi ini selain mereka, akan tiba massa aksi yang jumlahnya cukup besar. Rencananya mereka akan menyuarakan kembali aksi penolakan kenaikan harga BBM. Sejak saya melewati gerbang masuk, aroma "siaga" telah tercium. Polisi dengan "Seragam Penangkal Aksinya" telah bersiap menyambut tamu yang datang. Motor - motor telah berbaris anggun. Mobil water canon tampak gagah dengan moncongnya persis mengarah jalan gatot subroto.&lt;br /&gt;Dan saya melangkah melewati air mancur. Menghirup udara dalam - dalam sambil memandangi pelangi yang telah bergeser dari tengah kolam.&lt;br /&gt;Masuk kedalam rumah rakyat yang satu ini, hawa sejuk dari AC menjadi kenikmatan tersendiri. Banyak orang berpakaian adat hari ini. Rupanya selain agenda hak angket/interpelasi soal BBM yang mengundang massa aksi dan perhatian media, ada juga agenda pemekaran 12 wilayah. Luar biasa. Bola liar otonomi daerah moga tidak memakan korban rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;Hari sudah nampak gelap saat saya keluar dari rumah ini. Saat hendak menuju jalan keluar yang biasa saya lalui, seorang pengaman menyarankan untuk lewat pintu belakang dan itu berarti harus berjalan lebih jauh. Melewati kantor Menpora, Kawasan stadion senayan, naik jembatan penyeberangan yang panjang dan baru kemudian bisa menyetop mobil yang biasa saya tumpangi. Siang tadi saya melihat dari televisi diluar memang telah terjadi keributan. Water canon telah menyalak membubarkan barikade demonstran dan memadamkan api. Batu - batu juga banyak yang berterbangan seperti peluru - peluru yang berlari.&lt;br /&gt;Mobil - mobil dijalanan tidak lagi sekedar berjalan pelan tapi sangat - sangat merayap pelan. Saya terus berjalan sambil menikmati tanaman hias yang dijual dipinggir jalan sekedar mengalihkan pandangan dari jalanan yang macet dan tentunya mengalihkan perasaan dari keinginan untuk menggerutu.&lt;br /&gt;Dari jembatan penyeberangan saya mencoba memandangi para demonstran. Ada yang sedang beristirahat tapi ada juga yang masih beraktivitas. Sampai di Halte, suasana lebih seru. Sekolompok orang membawa pentungan berjalan didepan. Orang - orang dihalte yang berdiri dipinggir jalan mundur selangkah ke belakang. Tak jelas yang diberi jalan adalah pahlawan sehingga mereka memberi hormat dengan memberi jalan atau gerombolan perusuh yang membuat mereka takut dan terpaksa memberi jalan. Nampak didepan lilin besar sudah menyala dari pembatas jalan yang dibakar. Tapi pucuk dicinta, yang datang duluan adalah bus AC. Ini kenikmatan yang besar setelah "penjelajahan" dibawah guyuran matahari sore.&lt;br /&gt;Ibu - ibu didalam bus sedang membicarakan demonstrasi hari ini. Kondektur khawatir mobilnya kena lemparan batu. Di bawah sana anggota brimob sedang berkejaran dengan para demonstran. Saya memejamkan mata melepas lelah.&lt;br /&gt;Dan malam ini berita dihiasi dengan pagar DPR yang roboh, Mobil operasional polisi yang dirusak, mobil plat merah yang dibakar, corat - coret "aspirasi" dibanyak tempat. Rakyat yang dibela pun pro dan kontra sementara para wakil rakyat sepakat hak angket atas kenaikan BBM akan digulirkan. Dan pemerintah bersiap diri. Dan bandul politik terus mengayun kesana kemari...&lt;br /&gt;sebuah SMS masuk dari seorang sahabat yang pernah berjuang bareng semasa dikampus dahulu...&lt;br /&gt;asw.p'tanyaan u.ntm:bagaimana rasanya bekerja d dalam gedung DPR/MPR sementara diluarnya mahasiswa demo mnolak knaikan BBM dan baku hantam dg aparat?(Ptanyaan iseng,djawabnya ktika ntm bkenan sj) jazakallah....&lt;br /&gt;Saya berkata dalam hati saya... "Butuh banyak air bersih yang terus mengalir untuk menggantikan air keruh yang ada didalam sini".&lt;br /&gt;Saya berdo'a air bersih itu adalah antum semua agar orang - orang yang keruh tergantikan dari semua kedudukan dan jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum = Kamu&lt;br /&gt;Jazakallah = Semoga Allah memberi balasan (kebaikan)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-5528364626290259038?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/5528364626290259038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=5528364626290259038' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5528364626290259038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5528364626290259038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/dari-rumah-rakyat.html' title='Dari Rumah Rakyat'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-784003691227162324</id><published>2008-06-18T23:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:21:30.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Seseorang'/><title type='text'>Sopir Taksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mas'an... nama itu begitu berarti dalam detik kehidupan saya menjalani kuliah S2 di UI. ia salah satu sopir taksi yang mengantarkan saya menuju kampus salemba tempat saya menuntut ilmu. ada banyak sopir taksi yang memberi ilmu kepada saya dalam perjalanan menuju kos atau menuju kampus, Pa Mas'an salah satu yang menjadi guru saya.&lt;br /&gt;Salamnya begitu khas. Karenanya ia selalu ku ingat. ia satu - satunya sopir taksi yang pernah saya dapati memberi salam indah "Assalammualaikum"  ketika saya masuk maupun keluar dari mobil. Dalam obrolan dia bercerita tentang kehidupannya sebagai sopir taksi yang telah dilakoninya nyaris sebaya dengan usia saya. Dan dalam perjalanan itu, saya khusyuk mendengarkan ceritanya. Tentang berbagai episode kehidupan yang pernah ia lalui terutama saat ia bercerita tentang anaknya yang seorang kolonel.yup, seorang kolonel dari seorang sopir taksi. Memang bukan seorang jenderal tapi buat saya itu adalah sesuatu yang sangat hebat karena dia mempersiapkan anaknya.&lt;br /&gt;Dia menuturkan kalau sejak kecil dia melihat anaknya sangat mudah menerima pelajaran dan sering bertanya tentang banyak hal. Dari situlah dia bertekad untuk berkorban semaksimal mungkin agar anaknya mendapatkan pendidikan setinggi - tingginya.&lt;br /&gt;Saya salut dengan tekadnya untuk mencetak anaknya melebih dirinya. Mungkin sama dengan tekad puluhan, ribuan bahkan jutaan orangtua dimuka bumi ini. Namun apakah tekad itu juga dimiliki oleh segenap pemimpin yang kini bertebaran dipanggung politik atau dipanggung - panggung lainnya?&lt;br /&gt;Seorang guru saya yang lain menegaskan bahwa pemimpin besar adalah mereka yang mampu melahirkan pemimpin besar lainnya. Dan saya kira pemimpin bernama Muhammad absolut sebagai pemimpin besar karena sentuhannya melahirkan Abu Bakar dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Dan kini, jika kita adalah pemimpin &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1213857245_0"&gt;hari ini&lt;/span&gt;, apakah kita telah memastikan bahwa dibelakang kita telah siap calon pemimpin yang kebesaranya melebihi kebesaran kita.&lt;br /&gt;Dan kini, jika kita adalah prajurit hari ini, apakah kita telah memastikan bahwa kedepan kita telah siap menjadi calon pemimpin yang kebesarannya melebih kebesaran pemimpin kita hari ini. Wallahu 'alam bi shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-784003691227162324?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/784003691227162324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=784003691227162324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/784003691227162324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/784003691227162324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/sopir-taksi.html' title='Sopir Taksi'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-471771501606929783</id><published>2008-06-18T20:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:21:58.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Gerakan'/><title type='text'>Dakwah Kampung Bukan Dakwah Pasca Kampus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat - saat menjadi mahasiswa adalah saat - saat menyenangkan. berbagai kegiatan bisa kita ikuti baik kegiatan didalam kampus maupun diluar kampus. Rugi rasanya jika lulus  dari kampus tanpa pernah merasakan lezatnya berdiskusi soal rakyat, berdemonstrasi membela rakyat yang terpinggirkan, mengikuti training - training dan tentunya mengikuti berbagai forum pembinaan ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah.&lt;br /&gt;Lebih rugi lagi jika kita aktiv dalam berbagai aktivitas kampus tanpa pernah merasakan indahnya aktivitas dakwah kampung. Dulu sempat kepikiran bahwa dakwah kampung itu dilakukan nanti setelah lulus dari kampus. Pemikiran ini buat saya adalah pemikiran yang keliru. Saat menjadi mahasiswa, kita yang tinggal jauh dari kampung halaman berbaur dengan masyarakat disekitar kampus kecuali yang seumur mahasiswanya tinggal diasrama dalam kampus. Saat - saat berbaur itulah sesungguhnya kita berkesempatan merasakan lezatnya dakwah kampung.&lt;br /&gt;Dikampus, terkadang kita menjadi murobbi/pembina &lt;span style="font-style: italic;"&gt;halaqoh&lt;/span&gt; karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;given&lt;/span&gt; dari penanggung jawab dakwah kampus alias gratisan dari program mentoring. kalaupun ga gratisan, maka para mad'u kita biasanya merupakan subsidi.&lt;br /&gt;Tapi dikampung ceritanya bisa lain. Kita harus mandiri mencari binaan. berada ditengah - tengah mereka dan berempati dengan permasalahan yang mereka hadapi. tidak cukup dengan itu, kitapun harus membuat program - program yang membuat masyarakat terwarnai dengan nilai - nilai dakwah.&lt;br /&gt;Jangan berpikiran aktivitas dakwah kampung harus dilakukan jauh dari kosan kita. atau tidak beririsan dengan amanah dakwah kampus kita. atau dilakukan setelah kita lulus nanti. sama sekali tidak. kita bisa melakukan aktivitas dakwah kampus dan dakwah kampung secara bersamaan. Kita bisa mengajak tetanga - tetangga kamar atau kosan kita yang biasanya mahasiswa untuk bersama - sama menghidupkan karang taruna yang ada dilingkungan kosan kita. Minimal kita mengenal para tetangga. jangan sampai kita tidak mengenal tetangga sama sekali. Ada banyak kasus, aktivis dakwah kampus yang sama sekali tidak kenal dengan tetangganya atau tidak pernah memberi hadiah dengan tetangganya sama sekali. aktivitasnya cuma ke kampus dan ke tempat liqo/dauroh atau ke tempat lainnya tapi malah tidak pernah silaturrahiim ke tetangganya sendiri. lha yang model begini masa pantes dibilang ativis dakwah kampus? apalagi disebut sebagai aktivis KAMMI... memilukan bukan?&lt;br /&gt;jadi temen2, mumpung masih jadi mahasiswa, apalagi mahasiswa yang berasal dari luar kota/anak kosan, rame - rame yuk terjun kedalam aktivitas dakwah kampung. luangkan waktu untuk silaturrahim dan memberi hadiah ke tetanga - tetangga dan jangan menunggu waktu luang. terakhir,  milikilah binaan sebelum menyesal... jadilah murobbi.&lt;br /&gt;percaya deh, aktivitas dakwah kampung sangat - sangat menyenangkan apalagi bagi yang punya genetika KAMMI:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ket:&lt;br /&gt;Halaqoh    : Pengajian rutin dalam kelompok - kelompok kecil&lt;br /&gt;Dauorh        : Training / Pelatihan&lt;br /&gt;Murobbi    : Pembina halaqoh&lt;br /&gt;Mad'u        : Objek dakwah&lt;br /&gt;Da'i             : Subjek dakwah&lt;br /&gt;KAMMI   : Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Organ mahasiswa ekstra kampus yang didirikan di Malang tgl 29 Maret 1998)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-471771501606929783?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/471771501606929783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=471771501606929783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/471771501606929783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/471771501606929783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/dakwah-kampung-bukan-dakwah-pasca.html' title='Dakwah Kampung Bukan Dakwah Pasca Kampus'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7757826159292788201</id><published>2008-06-17T21:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:22:30.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Saat</title><content type='html'>Saat senja melukis bayangmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya kau tak diam&lt;br /&gt;Karena aku terus gelisah menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bayangmu ditelan malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubiarkan kau terlelap&lt;br /&gt;Kujaga agar kau dapat bermimpi indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat langit pagi mengabarkan pesonamu pada dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku telah pergi menjauh&lt;br /&gt;Dan kata - kata telah berganti air mata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7757826159292788201?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7757826159292788201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7757826159292788201' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7757826159292788201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7757826159292788201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/saat.html' title='Saat'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2573713853563551105</id><published>2008-06-15T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:25:03.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Gerakan'/><title type='text'>Catatan Perjalanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendung menghiasi langit Serang. Bergelayut manja diatas lapangan tempat kami menyiapkan tempat untuk mengenalkan senam nusantara. Ada tujuh kecamatan yang menjadi sasaran kami yang juga merupakan medan perjuangan dalam PEMILU 2009. Kali ini kami memusatkan kegiatanya di alun - alun Kecamatan Petir, karena sebelum senam kami akan mengadakan Mabit.&lt;br /&gt;Beberapa remaja sudah berada ditengah lapangan saat saya tiba. Hanya beberapa yang saya kenal. Mereka adalah karyawan pabrik yang akan bekerja nanti malam. Jadi mereka akan absen dala acara mabit dan senam. Hal seperti inilah yang sering membuat saya bangga sekaligus malu dengan rekan - rekan yang bekerja sebagai karyawan pabrik. Mereka selalu mencari celah untuk tetap bisa berkontribusi. Rekan - rekan mereka seprofesi malam nanti pasti hadir selepas bekerja sebagaimana selama ini terjadi.&lt;br /&gt;Berbekal satu buah alat pemotong rumput dan beberapa arit, satu persatu rumput - rumput gondrong yang selama ini berkuasa diatas lapangan, menjadi korban. Kami tertawa, bercanda, bercerita sambil memakamkan rumput - rumput yang telah menjadi korban. Sebagian yang lain memasang bendera dan memanjat tiang listrik untuk memasang spanduk. alun - alun yang letaknya tepat didepan pasar, membuat berpasang - pasang mata melirik aktivitas yang kami lakukan. Mereka mungkin ada yang bertanya mau ada apa dan sebagian yang lain mungkin bertanya kami siapa sebab kami bukan penduduk wilayah situ. Tapi dari logo yang tertempel di kain putih, kiranya mereka sudah paham kami siapa. Mungkin yang tidak diduga adalah kami masih muda - muda bahkan sebagian masih lengkap dengan seragam SMA nya.&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan luasnya wilayah yang harus kami beri sentuhan keadilan dan kesejahteraan, maka jumlah orang yang menyentuh wilayah ini masih sangat sedikit. Beberapa diantaranya bahkan "subsidi" dari wilayah lain. Kebanyakan yang berjuang diwilayah ini adalah guru dan pengasuh pondok pesantren, jadi wajar jika anak sekolahan dan santri pun kerap terlihat aktif bersama kami. Ini peluang dan tantangan yang cukup menantang buat kami.&lt;br /&gt;Belum lagi kondisi wilayah ini masih cukup bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dag dig dug&lt;/span&gt;. Konon kabarnya, beberapa motor masih sering berpindah tangan dengan waktu singkat karena di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;begal&lt;/span&gt; ditengah jalan. Bahkan dari cerita seorang ibu, baru - baru saja seorang pencari barang rongsokan ditodong jam 8 pagi. Belum lagi dengan kasus ditemukanya dua orang siswi SD yang meninggal dibunuh. tapi cerita - cerita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dag dig dug&lt;/span&gt; itu terkadang dianggap angin lalu aja bagi teman - teman yang asli daerah tersebut. Hanya menjadi cerita biasa. Sekedar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alarm &lt;/span&gt;buat yang lainya. Menurut saya, wajar saja jika masih rawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;begal mem begal&lt;/span&gt; motor, jarak antar rumah masih dipisahkan sawah - sawah atau lahan kosong. Namun jika melihat pergerakan perumahan, kerawanan itu sepertinya akan cepat sirna. Beberapa pondasi rumah mulai dikerjakan, pom bensin akan dibangun dan beberapa supermarket sudah berdiri.&lt;br /&gt;Hujan mulai mengguyur setelah adzan dhuhur berkumandang beberapa waktu yang lalu. Motor harus terus dipacu untuk mengantarkan saya sampai dirumah. Butiran - butiran hujan yang lembut berubah menjadi sangat menyakitkan ketika menyapa wajah yang tidak terlindungi. Godaan tidak sekedar datang dari butir hujan tapi juga dari jalanan yang sedang tersenyum menganga. Tidak ada kesempatan untuk menepi sebab sore hari kami sudah harus berkumpul lagi.&lt;br /&gt;Jalanan berubah menjadi cokelat. Tanah liat yang sudah diguyur dengan air hujan lengket dimana - mana. Bahkan motor pun menjadi sulit ditebak arah luncurnya. Gelap datang lebih awal sebelum malam.&lt;br /&gt;Satu per satu para peserta mulai berdatangan. Memenuhi rumah yang menjadi markas perjuangan. Jam sudah lewat dari angka delapan saat kami memulai acara. Sebelum materi diberikan, terlebih dulu dipaparkan mengenai berbagai perkembangan nasional oleh seorang al akh. Setelah itu disampaikan materi oleh seorang ustadz yang merintis dakwah diwilayah ini. Orangnya sangat nyentrik, lucu dan energik. Kali ini materinya tentang Hadis Arbain yang ke 50. Jika disingkat, materinya adalah tentang bagaimana kita menjalani kehidupan ini dengan berbahagia. Menurut beliau, sumber masalah adalah "Memikirkan apa yang tidak perlu dipikirkan dan mengerjakan apa yang tidak perlu dikerjakan". Hal inilah yang membuat hidup penuh tekanan, stress dan mudah kena berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;Dalam materinya beliau menggambarkan betapa indahnya hidup dalam perjuangan. Hidup penuh pengorbanan untuk dakwah ini. Semuanya diucapkan dengan sangat ringan. Sangat mudah saya terima karena saya mengetahui apa yang disampaikan telah lebih dulu beliau tunaikan.&lt;br /&gt;Diakhir materi, beliau minta izin untuk tidak ikut mabit sampai selesai. Ternyata istrinya sedang ikut raker selama dua hari dan seharian ini beliau harus mengurus yayasan plus  mengurus anak - anaknya. Ternyata juga, salah satu anaknya yang sekolah di TKIT tertabrak sepeda motor satu hari sebelum diwisuda. Itulah sekali lagi mengapa taujihatnya kalau mengisi materi meluncur ringan. Bahkan dia menuturkan, kalau musibah yang menimpa anaknya mungkin dikarenakan ada kewajiban yang belum beliau tunaikan. Subhanallah..&lt;br /&gt;Malam semakin larut. Beberapa peserta berlatih senam. Merekalah yang bertugas untuk menjadi instruktur. Beberapa yang lain mengungsi didepan rumah karena tidak kebagian tidur sambil menjaga sepeda motor yang diparkir diluar. Binatang malam terus bernyanyi. Menjelang jam 11 malam, mobil masuk ke halaman. Dua orang turun dari mobil. Seorang dokter dan anaknya yang masih kelas dua SD. Mereka juga ikut mabit dan menempati tikar yang tersedia di teras. Masih terekam dialog sang dokter dengan ayahnya.&lt;br /&gt;"Abi, dede ga bisa tidur" ujar sang anak&lt;br /&gt;"Dede hitung aja domba 1.. 2... 3..."&lt;br /&gt;"Tapi ga ada domba disini"&lt;br /&gt;"Dibayangkan aja" sang dokter dengan sabar melayani pertanyaan&lt;br /&gt;Percakapan terus berlanjut. Sang anak belum bisa tidur. Akhirnya sang dokter menugasi anaknya untuk ikut jaga motor dengan beberapa ikhwan yang sedang  piket jaga. Tapi saya masih mendengar sang anak terus berbicara hingga akhirnya saya tertidur.&lt;br /&gt;Langit masih pekat. Gemericik air wudhu membangunkan peserta mabit satu per satu. Dan kami pun bersujud di bumiNya. Memanjatkan do'a - do'a dan menutupnya dengan al - matsurot dan do'a rabithah setelah sholat shubuh.&lt;br /&gt;Gerimis mulai turun. Kabut masih menyelimuti daerah yang masih hijau dengan tumbuh - tumbuhan dan hamparan persawahan. Bau tanah yang basah tercium jelas. Jam telah melewati waktu yang telah direncanakan, tapi gerimis tak kunjung reda. Misi harus terus dijalankan. Kami berjalan kaki menuju lapangan yang telah kami siapkan. Musik mulai mengudara, memancing perhatian penduduk disekitar lapangan yang belum tergoda untuk membuka warung - warungnya karena gerimis masih menggoda untuk bermalas - malasan.&lt;br /&gt;Satu per satu rumah mulai menampakkan kehidupanya. Beberapa anak kecil menonton dari pinggir lapangan. Dan seiring gerakan senam nusantara, anak - ank kecil itu pun mulai ikut senam. Disususl ibu - ibu yang sedari tadi malu - malu untuk ikut.&lt;br /&gt;Tidak terlalu banyak warga yang ikut senam. Tetapi setidaknya kami telah memulai. Beberap telah mengikuti. Langkah awal untuk mengkomunikasikan cita - cita perjuangan yang kami miliki. CIta - cita yang terus bersambung dari generasi ke generasi. Menyebar islam disetiap jengkal tanah hingga menjadi rahmatan lil alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sadari jalan ini... kan penuh onak dan duri..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2573713853563551105?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2573713853563551105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2573713853563551105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2573713853563551105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2573713853563551105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/catatan-perjalanan.html' title='Catatan Perjalanan'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6268321582881357237</id><published>2008-06-08T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:26:02.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Munajat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Doa Sang Ayah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita- citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala &lt;span class="yshortcuts"&gt;ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon, janganlah pimpin putraku di jalan yang mudah dan lunak.&lt;br /&gt;Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan,&lt;br /&gt;kesulitan dan tantangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, setelah semua menjadi miliknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh - sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah ia kerendahan hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sumber: Do’a sang jenderal; Andrie Wongso&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Naskah aslinya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="fancylg"&gt;A Father's Prayer&lt;/span&gt; &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="fancy"&gt;Build me a son, O Lord,&lt;br /&gt;who will be strong enough to know when he is weak,&lt;br /&gt;and brave enough to face himself when he is afraid;&lt;br /&gt;one who will be proud and unbending in honest defeat,&lt;br /&gt;and humble and gentle in victory.  &lt;p&gt;Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort,&lt;br /&gt;but under the stress and spur of difficulties and challenge.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Here let him learn to stand up in the storm;&lt;br /&gt;here let him learn compassion for those who fail.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Build me a son whose heart will be clear,&lt;br /&gt;whose goal will be high,&lt;br /&gt;a son who will master himself before he seeks to master other men,&lt;br /&gt;one who will reach into the future,&lt;br /&gt;yet never forget the past.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;And, after all these things are his,&lt;br /&gt;give him, I pray, enough of a sense of humor,&lt;br /&gt;so that he may always be serious,&lt;br /&gt;yet never take himself too seriously.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Give him humility,&lt;br /&gt;so that he may always remember the simplicity of true greatness,&lt;br /&gt;the open mind of true strength.&lt;br /&gt;Then I, his father, will dare to whisper,&lt;br /&gt;‘I have not lived in vain.'&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6268321582881357237?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6268321582881357237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6268321582881357237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6268321582881357237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6268321582881357237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/munajat.html' title='Munajat'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6023074109172846811</id><published>2008-06-07T20:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:27:43.325-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terminal Ruhani'/><title type='text'>SELALU ADA DEBU DOSA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;osa tak ubahnya seperti tiupan angin di tanah berdebu. Wajah terasa sejuk sesaat, tapi butiran nodanya mulai melekat. Tanpa terasa, tapi begitu berbekas. Kalau saja tak ada cermin, orang tak pernah mengira kalau ia sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup memang penuh debu. Sedikit, tapi terus dan pasti; butiran-butiran debu dosa kian bertumpuk dalam diri. Masalahnya, seberapa peka hati menangkap itu. Karena boleh jadi, mata kepekaan pun telah tersumbat dalam gundukan butiran debu dosa yang mulai menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang mukmin saleh mungkin tak akan terpikir akan melakukan dosa besar. Karena hatinya sudah tercelup dengan warna Islam yang teramat pekat. Jangankan terpikir, mendengar sebutan salah satu dosa besar saja, tubuhnya langsung merinding. Dan lidah pun berucap, “Na’udzubillah min dzalik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak begitu dengan dosa-dosa kecil. Karena sedemikian kecilnya, dosa seperti itu menjadi tidak terasa. Terlebih ketika lingkungan yang redup dengan cahaya Ilahi ikut memberikan andil. Dosa menjadi biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika ia terkumpul pada diri seseorang, lambat laun akan menjadi biasa.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah saw. mewanti para sahabat agar berhati-hati dengan sebuah kebiasaan. Karena boleh jadi, sesuatu yang dianggap ringan, punya dampak besar buat pembentukan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas Ibnu Malik berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Rasulullah saw. menyampaikan sesuatu di hadapan para sahabatnya. Beliau saw. berkata: ‘Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti pada hari ini. Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.’ Anas berkata, “Tidak pernah datang kepada sahabat Rasulullah suatu hari yang lebih berat kecuali hari itu.” Berkata lagi Anas, “Para sahabat Rasulullah menundukkan kepala-kepala mereka dan terdengar suara tangisan mereka.”&lt;/span&gt; (Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apa pun dosa, terlebih ketika menjadi biasa, punya dampak tersendiri dalam hati, pikiran, dan kemudian perilaku seseorang. Repotnya, ketika si pelaku tidak menyadari. Justru orang lain yang lebih dulu menangkap ketidaknormalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dampak dosa yang kadang remeh dan tidak terasa adalah sebagai berikut: pertama, melemahnya hati dan tekad. Kelemahan ini ketika tanpa sadar, seseorang tidak lagi bergairah menunaikan ibadah sunah. Semuanya tinggal yang wajib. Nilai-nilai tambah ibadah menjadi hilang begitu saja. Tiba-tiba, ia menjadi enggan beristighfar. Sementara, hasrat untuk melakukan kemaksiatan mulai menguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, seseorang akan terus melakukan perbuatan dosa dan maksiat, sehingga ia akan menganggap remeh dosa tersebut. Padahal, dosa yang dianggap remeh itu adalah besar di sisi Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bentuk itu adalah ucapan-ucapan dusta. Awalnya mungkin hanya sekadar canda agar orang lain bisa tertawa. Tapi, ucapan tanpa makna itu akhirnya menjadi biasa. Padahal di antara ciri seorang mukmin selalu menghindar dari perbuatan laghwi, tanpa makna. Allah swt. berfirman, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.”&lt;/span&gt; (QS. 23: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Rasul, Ibnu Mas’ud, pernah memberikan perbandingan antara seorang mukmin dan fajir. Terutama, tentang cara mereka menilai sebuah dosa. Beliau r.a. berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin ketika melihat dosanya seakan-akan ia berada di pinggir gunung. Ia takut gunung itu akan menimpa dirinya. Dan seorang yang fajir tatkala melihat dosanya, seperti memandang seekor lalat yang hinggap di hidungnya, lalu membiarkannya terbang.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dosa dan maksiat akan melenyapkan rasa malu. Padahal, malu merupakan tonggak kehidupan hati, pokok dari segala kebaikan. Jika rasa malu hilang, maka lenyaplah kebaikan. Nabi saw. bersabda, “Malu adalah kebaikan seluruhnya.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sulitnya menyerap ilmu keislaman. Ini karena dosa mengeruhkan cahaya hati. Padahal, ilmu keislaman merupakan pertemuan antara cahaya hidayah Allah swt. dengan kejernihan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i pernah menuturkan pengalaman pribadinya. Ketika itu, ulama yang biasa disebut Imam Syafi’i ini merasakan adanya penurunan kemampuan menghafal. Ia pun mengadukan hal itu ke seorang gurunya yang bernama Waqi’. Penuturan itu ia tulis dalam bentuk untaian kalimat yang begitu puitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku mengadukan buruknya hafalanku kepada Waqi’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beliau memintaku untuk membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beliau pun mengajarkanku bahwa ilmu itu cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan cahaya Allah tidak akan pernah menembus pada hati yang pendosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu dampak lagi yang cukup memprihatinkan. Seseorang yang hatinya berserakan debu dosa enggan bertemu sapa dengan sesama mukmin. Karena magnit cinta dengan sesama ikhwah mulai redup, melemah. Sementara, kecenderungan bergaul dengan lingkungan tanpa nilai justru menguat. Ada pemberontakan terselubung. Berontak untuk bebas nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup memang bukan jalan lurus tanpa terpaan debu. Kian cepat kita berjalan, semakin keras butiran debu menerpa. Berhati-hatilah, karena sekecil apa pun debu, ia bisa mengurangi kemampuan melihat. Sehingga tidak lagi jelas, mana nikmat; mana maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Oleh Muhammad Nuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Sumber : &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/selalu-ada-debu-dosa/"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di copy dari: www.tazkiyah-annafs.blogspot.com,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="titlepost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                     &lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2008/selalu-ada-debu-dosa/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6023074109172846811?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6023074109172846811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6023074109172846811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6023074109172846811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6023074109172846811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/terminal-ruhani.html' title='SELALU ADA DEBU DOSA'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-3916710872051701287</id><published>2008-06-06T23:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:28:12.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Dalam Lelah</title><content type='html'>Aku mengetuk pintu Mu&lt;br /&gt;Di suatu pagi&lt;br /&gt;Di suatu siang&lt;br /&gt;Di Suatu sore&lt;br /&gt;Di suatu malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetuk pintu mu&lt;br /&gt;Berpagi - pagi&lt;br /&gt;Bersiang - siang&lt;br /&gt;Bersore - sore&lt;br /&gt;Bermalam - malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat langit memutih&lt;br /&gt;Saat langit membiru&lt;br /&gt;Saat langit memerah&lt;br /&gt;Saat langit menghitam&lt;br /&gt;Aku terus mengetuk pintu Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak mendengar Engkau menyahut&lt;br /&gt;Ku tak melihat Engkau mendekat&lt;br /&gt;Ku kira Engkau tiada&lt;br /&gt;Ku kira Engkau tak mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya aku yang telah keliru&lt;br /&gt;Telingaku tak kubuka&lt;br /&gt;Mataku tak kubuka&lt;br /&gt;Hatiku tak kubuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah lama didekatku&lt;br /&gt;Menatapku dengan sepenuh cinta&lt;br /&gt;Dan sepenuh air ampunan tuk melepas dahagaku&lt;br /&gt;Tuhan, izinkan ku tidur dalam cintaMu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-3916710872051701287?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/3916710872051701287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=3916710872051701287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3916710872051701287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3916710872051701287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/dalam-lelah.html' title='Dalam Lelah'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2721276095423166455</id><published>2008-06-05T00:05:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:28:46.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Syair Perjuangan</title><content type='html'>Angkat dagumu&lt;br /&gt;Sebab masa depan bukan dibelakangmu&lt;br /&gt;Kepalkan tanganmu&lt;br /&gt;Sebab kau haram menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah matahari hingga ia terbakar&lt;br /&gt;Dan membakar segala ragu&lt;br /&gt;Petiklah bintang hingga ia berjatuhan dalam hatimu&lt;br /&gt;Agar kau tak hilang arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elang terbang karena ia mengepakkan sayapnya&lt;br /&gt;Air jernih karena ia terus mengalir&lt;br /&gt;Hanya kematian yang membuamu berhenti&lt;br /&gt;Sebab langkahmu telah diberkahi Tuhan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2721276095423166455?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2721276095423166455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2721276095423166455' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2721276095423166455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2721276095423166455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/06/syair-perjuangan.html' title='Syair Perjuangan'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-5134747021533897956</id><published>2008-05-29T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:29:07.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Jika...</title><content type='html'>Jika aku buta&lt;br /&gt;Apa itu keindahan?&lt;br /&gt;Seindah apakah bunga - bunga ditaman?&lt;br /&gt;Seindah apakah gunung - gunung?&lt;br /&gt;Seindah apakah pantai?&lt;br /&gt;Seindah apakah langit yang cerah?&lt;br /&gt;Seindah apakah warna - warni pelangi?&lt;br /&gt;ceritakan padaku agar ku bisa merasakan indahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku tuli&lt;br /&gt;Apa itu kemerduan?&lt;br /&gt;Semerdu apakah burung yang berkicau dipagi hari?&lt;br /&gt;Semerdu apakah gemerisik dedaunan?&lt;br /&gt;Semerdu apakah anak - anak kecil yang riang berlarian?&lt;br /&gt;Semerdu apakah adzan diwaktu shubuh?&lt;br /&gt;Ceritakan padaku agar ku bisa merasakan merdunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;Jika aku tak melihat&lt;br /&gt;Izinkan aku melihat wajahmu nan teduh&lt;br /&gt;Jika aku tuli&lt;br /&gt;Izinkan aku mendengar titahmu&lt;br /&gt;Engkau yang Maha Indah&lt;br /&gt;Tak ada yang lebih indah&lt;br /&gt;Engkau yang Maha Mendengar&lt;br /&gt;Adakah yang tak Kau dengar&lt;br /&gt;Cintaku semoga selalu lebih tinggi&lt;br /&gt;Dari apapun yang bisa aku cintai di dunia ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-5134747021533897956?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/5134747021533897956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=5134747021533897956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5134747021533897956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/5134747021533897956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/05/jika.html' title='Jika...'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7766606911858329522</id><published>2008-05-15T19:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:29:38.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Perbedaan Membuat Kita Menyatu</title><content type='html'>Perbedaan kerap menjadi kambing hitam ketika sepasang kekasih bercerai, ketika sebuah partai politik pecah, ketika sebuah organisasi bubar dan lainya. Perbedaan seolah membuat segalanya menjadi tidak indah. berakhir dengan duka dan dendam. Menghancurkan kenangan yang telah dirakit bersama dalam waktu yang sangat cepat dan menghapusnya dari ingatan.&lt;br /&gt;Padahal sebuah rumah yang kokoh atau istana yang megah terdiri dari bahan - bahan bangunan yang berbeda. Ada batu - batu kali, batu bata, kerikil, pasir, semen, kayu, genteng, paku dan bahan bangunan yang justeru berbeda dari sisi kekuatan maupun ukuranya.&lt;br /&gt;Pelangi indah yang melengkung apik pun tersusun dari warna - warna yang berbeda. Ada warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dengan gradasi yang tertata harmonis.&lt;br /&gt;Lihat juga lukisan - lukisan yang indah. Ia tidak berdiri sendiri. Ada garis, lengkung, lingkaran yang berbeda ukuranya dan saling berpadu menghasilkan makna.&lt;br /&gt;Perhatikanlah apapun yang ada disekitarmu. Maka kau akan melihat betapa mereka ada dari  perbedaan. Betapa perbedaan itu menghasilkan sesuatu yang indah nan membahagiakan.&lt;br /&gt;Pada istana megah yang indah, kau melihat batu - batu kali itu mengikhlaskan dirinya untuk terpendam didalam tanah dan menjadi pondasi bagi bangunan diatasnya. Begitu juga dengan dinding yang harus menyangga bangunan dan genteng yang menjadi tameng dari terik panas dan guyuran hujan.&lt;br /&gt;Belajarlah pula dari sebuahpohon. Berasal dari biji yang sama. Kemudian dari biji tersebut ada yang muncul ke atas permukaan menjadi batang, daun dan buah atau bunga. Ada yang menembus kedasar bumi yang gelap menjadi akar yang kokoh.&lt;br /&gt;Tidak semua kita harus terlihat diatas permukaan. Dilihat banyak orang. Dipuji banyak orang. Menjadi buah bibir dimana- mana. Harus ada yang menjadi akar. Tersembunyi dari penglihatan manusia.  Bahkan semakin tersembunyi, semakin mendekat kepada air.&lt;br /&gt;Maka jika kita telah bersepakat bersatu. maka perbedaan harus membuat kita menyatu. Perbedaan harus menjadi jalan bagi kita untuk menghadirkan kebahagiaan. Menganugerahkan senyuman kepada dunia. Dan menjadi sumber kedamaian. Jadilah yang terbaik dimanapun posisi kita. Entah sebagai atasan maupun bawahan. Entah sebagai suami maupun istri. Entah sebagai jenderal maupun prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk Seseorang: Smoga perbedaan membuat kita menyatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7766606911858329522?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7766606911858329522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7766606911858329522' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7766606911858329522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7766606911858329522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/05/perbedaan-membuat-kita-menyatu.html' title='Perbedaan Membuat Kita Menyatu'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-275908676813728803</id><published>2008-05-14T00:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:30:14.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Kau Hanya Perlu Melangkah</title><content type='html'>Kehidupan seperti memasuki sebuah bangunan dengan ribuan pintu.  Saat kau membuka satu pintu, maka bersiaplah  untuk menerima kejutan demi kejutan sebelum kau sampai pada pintu berikutnya. Kejutan - kejutan itu ada yang membuatmu berbahagia juga ada yang membuatmu bersedih. Ada yang mengembangkan senyummu juga ada yang menurunkan gerimis di wajahmu. Kejutan itu seperti layaknya sebuah kado dari seorang sahabat yang kau sendiri tidak pernah tahu apakah isi kado tersebut menyenangkan hatimu atau membuatmu bersedih. Yang perlu kau tahu adalah kado tersebut diberikan oleh sahabatmu dengan cinta. Dengan harapan kau berbahagia atas kado tersebut. Dengan jabat hangat persahabatan yang jauh lebih berharga dari kado tersebut.&lt;br /&gt;Di dalam bangunan kehidupan, kau tidak bisa berdiam diri terlalu lama disebuah ruangan sebab itu tandanya kau telah mati. kau harus terus melangkah. Memilih pintu dihadapanmu. Dan bersiap melewati setiap kejutan dibelakang pintu tersebut. Saat kejutan itu mengembangkan senyuman, kau harus terus melangkah meskipun kau ingin berlama - lama. Begitupun saat kejutan tersebut menorehkan kesedihan, kau juga harus terus melangkah meski kau ingin berhenti saja dan kembali kemasa - masa bahagiamu.&lt;br /&gt;Tidak ada waktu untuk membiarkan ragu. Sebab itu membuatmu menunggu. Kau hadir untuk mengukir kematian terindah. Bukan menunggu kematian atau menjemput kematian. Kau melangkah untuk melewati pintu terakhir dengan senyuman setelah melewati kejutan demi kejutan.&lt;br /&gt;Karenanya kau hanya perlu melangkah satu langkah kedepan. Mengusir keraguan. Menciptakan kehidupan. Mengukir masa depan. Saat kau berhenti, kau berhenti untuk mengumpulkan energi dan melesat lebih cepat. Bukan untuk menyesal dan mati kelelahan bersama penyesalan.&lt;br /&gt;Hidup adalah seni memilih. Seni mengambil keputusan. Seni mengubah penyesalan menjadi bara perjuangan. Kau hanya perlu melangkah. Jangan berhenti terlalu lama.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; faidza azzamta fatawakkal 'alallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-275908676813728803?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/275908676813728803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=275908676813728803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/275908676813728803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/275908676813728803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/05/kau-hanya-perlu-melangkah.html' title='Kau Hanya Perlu Melangkah'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-1890523750808319874</id><published>2008-04-17T05:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:31:01.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Tentang Jilbab</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,a nak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan AllahMaha Pengampun, Lagi Penyayang. (QS 33 : 59)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu kelas empat SD dulu, saya melihat teman sekelas saya berjilbab untuk pertama kalinya. Jumlahnya baru dua orang waktu itu. Saya ga tau kalo waktu itu gelombang kebangkitan jilbab telah dan sedang berlangsung.&lt;br /&gt;Setelah saya kuliah, saya baru tahu bahwa dibalik kibaran jilbab para muslimah saat ini didahului dengan perjuangan dan pengorbanan para muslimah yang luar biasa di masa orde baru berkuasa. Faktanya memang demikian. Para muslimah yang saat itu sedang duduk dibangku sekolah, banyak yang dikeluarkan karena berteguh hati menutup aurat sebagai bagian dari kebenaran iman mereka. Mereka meyakini bahwa berjilbab adalah bagian dari kewajiban syariat. Dan mereka tunduk patuh pada perintah Allah sebagaimana kisah para muslimah saat perintah tentang berjilbab pertama kali turun.&lt;br /&gt;Saat duduk dibangku SMP saya senang membaca majalah UMMI, AN Nida dan Sabili. Dua majalah yang disebut pertama karena memang langganan teteh saya. Selain itu saya juga senang meminjam dari guru ngaji saya majalah Waqfah dan majalah Islam lain yang beredar terbatas saat itu. Dari majalah – majalah itu saya sering melihat gambar – gambar para muslimah dengan jilbab yang lebar, rapih, berwarna teduh dan dengan motif – motif yang sederhana.&lt;br /&gt;Saya mengagumi mereka. Bukan karena wajahnya karena waktu itu juga biasanya tidak ada yang menampilkan wajah para muslimah dengan jelas. Saya mengagumi karena mereka sungguh – sungguh dalam berjilbab.&lt;br /&gt;Saat ini saya kuliah di Jakarta. Sering saya melihat para muslimah dengan jilbab yang bermacam – macam. Bahkan “menyebalkan” dalam pandangan saya. Ada yang sudah memendekkan ukurannya. Ada yang sudah memakai jilbab dirumah untuk kuliah. Ada juga yang motif macam – macam sehingga benar – benar kelihatan sangat cantik dan menggoda (Hmmmm…apa mau bilang salahnya mata kamu ngeliatin mereka?). Entah apa yang ada dalam hati mereka dan entah apa juga yang menjadi alasan mereka untuk berjilbab “ala kadarnya”. Ada yang bilang mengikuti mode, seperti yang ada di majalah - majalah. Ada juga biar ga monoton makanya motifnya bermacam – macam. Ada juga yang bilang biar ga sumpek makanya make warna - warna yang ngejreng menggoda.&lt;br /&gt;Kalau mengikuti mode, Islam juga tidak melarang. Kalau soal warna cerah, Islam juga tidak melarang. Selama sesuai dengan batasan syariat itu sudah cukup. Pertanyaanya adalah untuk siapa muslimah masa kini berjilbab dan karena apa mereka berjilbab. Apakah mereka mulai lupa dengan sejarah perjuangan para muslimah saat memperjuangkan Jilbab? Lupa dengan alasan kenapa muslimah pada waktu itu berkorban hingga rela bolak – balik pengadilan untuk memperjuangkan Jilbab?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sesungguhnya termasuk ahli neraka, yaitu perempuan-perempuan berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Mereka ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan mencium baunya.(Riwayat Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-1890523750808319874?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/1890523750808319874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=1890523750808319874' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1890523750808319874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1890523750808319874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/04/tentang-jilbab.html' title='Tentang Jilbab'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2458438088411750167</id><published>2008-03-30T07:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:31:28.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Keponakan Pertamaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namanya Muhammad Raihan Fadillah. Umurnya sekarang empat tahun. Kalo akhir pekan anak pintar ini berkunjung kerumah. Bapaknya seorang anggota tentara. Sementara ibunya bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah. Dulu ketika saya masih kuliah di Malang, hanya sesekali saja bisa bermain dengan keponakan pertama saya ini.&lt;br /&gt;Sekarang, saat saya menempuh kuliah pascasarjana di Universitas Indonesia, kesempatan bertemu dan bermain semakin rutin karena setiap akhir pekan saya pun mudik. Jakarta - Serang hanya memakan waktu dua jam. Waktu tempuh yang sangat singkat untuk sebuah kebahagiaan.&lt;br /&gt;Raihan sekarang berumur empat tahun. badanya sudah besar. Mungkin karena turunan bapaknya yang seorang tentara dan atlet judo. Saya bahkan lumayan mengkerut kalo udah kena pukulan tangan mungilnya atau sedikit encok kalo udah minta gendong dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;Dan hari ini, saat badan saya sangat letih dan kesempatan dirumah hanya satu hari, saya harus melayani dia untuk bermain. Akhir pekan lalu saya tidak bisa pulang karena harus mengisi pelatihan KAMMI di Lampung. Pasca dari  Lampung, badan sudah  siap - siap berdemonstrasi. Paginya masuk kerja cuma sampe ba'da dhuhur dan  setelah itu  ada agenda  tak terduga yaitu mimpin rapat panitia  Milad KAMMI ke X  sampai malam. Setelah itu sepekan aktivitas berjalan tidak normal karena badan sudah tidak  bisa dikompromikan. UTS  pun menanti  dengan berbagai bentuk. Ada yang harus ujian tulis tapi kebanyakan adalah mengumpulkan tugas  membuat tulisan.  Lengkap sudah perjuangan ini, karena Milad pun berada  pada pekan yang sama  dengan  keruwetan ini.&lt;br /&gt;Dan setelah semuanya berhasil dilewati, bayangan untuk istirahat total dirumah menjadi gagal total. Apalagi kalau bukan karena Raihan sayang yang terus - terusan minta main. Jadilah akhir pekan ini dihabiskan dengan main robot - robotan, mobil - mobilan sampai main "bertarung" macam power rangers, naruto hingga transformers. Semuanya saya lalui dengan mata nyaris terpejam dan badan yang makin minta tidur.&lt;br /&gt;Sempurnanya lagi rumah pun sepi. Ayahnya Raihan harus ke markas. Ibunya berangkat kerja ke Rumah Sakit. Mbah putrinya lagi nungguin adiknya Raihan yang baru berumur dua bulan. Dan RAihan cuma mau main sama ami nya. Bukan prestasi yang patut dibanggakan.&lt;br /&gt;Inilah pelajaran yang luar biasa. Apa iya begini rasanya jadi seorang bapak? wah, capek banget dong. Dan tepat jam 3 malam nanti, saya harus memenuhi kesepakatan pengajian rutin pekanan. Semoga aja badan mau berdamai dengan jadwal rutin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.&lt;br /&gt;Kalo orang tua mu masih hidup, buruan deh kasih pelayanan  terbaik karena mereka sudah sangat bersusah payah membesarkan  kamu.  Lebih dari satu hari guys.  Saya saja  yang sehari nemenin satu anak kecil dah kerasa banget capeknya. apalagi bertahun - tahun dan banyak anak nya. Kalo dah nyakitin orang tua, buruan deh minta maap. asli, kamu bakal nyesel banget kalo mereka udah tiada en kamu masih punya banyak doa serta maap yang belum terucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Allahummagfirlii wali waalidayya, war hamhuma kamaa rabbayaanii soghiro. Rabbana aatina fiddunia hasanah, wafil aakhiroti hasanah, wa kina adzabannar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2458438088411750167?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2458438088411750167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2458438088411750167' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2458438088411750167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2458438088411750167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/keponakan-pertamaku.html' title='Keponakan Pertamaku'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-629259185480550889</id><published>2008-03-30T06:40:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T07:22:52.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Ayoo Belajar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kata - kata ini saya dapatkan saat mata saya merekam setiap sudut kamar seorang kawan yang baru saya kenal. Dan dari coretan kecil didinding itulah saya medapatkan ilmu baru. Sobat, kamu bisa menangkap kan betapa luar biasanya kata - kata itu. Kata - kata diatas adalah rumus sederhana berikutnya untuk menuju tempat tertinggi di ruang kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Betapa banyak orang gagal dalam kehidupan ini dikarenakan matanya keliru menangkap peristiwa. Dan kekeliruan mata ini disebabkan paradigma berpikirnya yang keliru sehingga ia tidak mampu mendapatkan anugerah pelajaran yang Allah hamparkan di seluruh semesta. Rasulullah mengisyaratkannya lewat sebuah hadis tentang sombong. Sombong didefinisikan oleh Kanjeng Rasul dengan dua hal: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;, menolak kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kedua&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;, menganggap rendah orang lain. Dua isyarat inilah yang menjadi pangkal kebodohan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Semua orang adalah guru. Sederhana bukan. Kita sesungguhnya sangat bisa mendapatkan pelajaran dari siapapun. Dari yang usianya lebih muda dari kita, dari yang usianya lebih tua dari kita atau dari teman sebaya. Pelajaran juga bisa kita dapatkan dari orang yang pendidikanya dibawah kita, diatas kita atau yang sedang menempuh jenjang pendidikan yang sama dengan kita. Pelajaran juga bisa kita dapatkan dari yang gajinya dibawah kita, diatas kita atau sama dengan gaji kita. Intinya, pelajaran sesungguhnya bisa kita dapatkan dari siapapun karena setiap orang berpotensi menjadi guru kita. Kuncinya, jangan menolak kebenaran dan  jangan menganggap rendah orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Rumus kedua yaitu semua tempat adalah sekolah. Bukankah sangat menakjubkan. Betapa sekolah kita sesungguhnya sangat luas. Sejauh mata memandang. Tanpa batas. Tidak perlu seragam, tidak perlu spp. Tidak ada jam masuk dan tidak ada jam pulang. Sesukamu saja. Syaratnya hanya jangan menolak kebenaran dan jangan menganggap rendah orang lain. wow, betapa luarbiasanya kita jika mampu memenuhi dua syarat yang Rasul isyaratkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Allah SWT, Sang Maha Pemilik Ilmu, juga telah memberikan arahan agar kita kita mampu menjadi orang cerdas didunia ini. .. dalam sabdanya DIA memberikan gambaran tentang para cerdik cendekia... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;alladziina yadzkurunallah qiyamaw waquudaw. wa yatafakkaruuna fii holqis samaawaati wal ard. rabbana ma kholakta hadza baathiila, subhanaka faqina adzaabannar... yaitu orang - orang yang berdzikir kepada Allah baik dalam keadaan berdiri maupun berbaring. Dan senantiasa memikirkan ciptaan Allah dilangit dan dibumi dan berkata "Rabb, tidak ada yang sia - sia dari apa - apa yang telah ENGKAU ciptakan. Maha Suci Engkau. Jauhkan kami dari siksa api neraka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Luarrrrr Biasa, betapa sudah sangat lengkapnya  rumus yang kita butuhkan untuk menjadi orang cerdas didunia ini. Menjadi seorang  pembelajar sampai mati sebagaimana yang disabdakan Rasul.. Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat... belajar dimanapun dan kapanpun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Semoga kita semua menjadi generasi pembelajar dengan segala fasilitas yang kita miliki saat ini. Kita sediakan sekolah sebanyak mungkin, seluas mungkin.  Bukan sekedar sekolah yang berupa gedung - gedung, tapi seluruh tempat didalam kehidupan ini . Kita jadikan diri kita sebagai guru dan juga murid sepanjang hayat.. Jayalah Indonesia. Ayooo Belajar!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kang Zoel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pendiri "Rumah Idaman" . Rumahnya para pembelajar berlokasi di Kampung Kubangawan, Serang, Banten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kalo mau  berpartisipasi dalam memajukan anak bangsa, silahkan menghubungi 081555679808 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-629259185480550889?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/629259185480550889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=629259185480550889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/629259185480550889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/629259185480550889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/ayoo-belajar.html' title='Ayoo Belajar'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7998279109512676573</id><published>2008-03-27T20:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:30:36.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Mencipta Pelangi</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: left; color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ass. Kalaulah kesedihan adalah hujan dan kebahagiaan adalah matahari. maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi".Semangat. Dikirim 12 Maret 2008. 19:36:28&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat diatas masih tersimpan di inbox telepon. saya mendapatkannya dari seorang teman.  Kamu mungkin juga sering mendapatkan pesan - pesan singkat seperti ini lewat handphone. Yang mengirim bermacam - macam mulai dari teman, orang tua, guru, sahabat bahkan tanpa nama.&lt;br /&gt;Pesan - pesan seperti ini tertulis sederhana, tapi maknanya sangat istimewa. Terlebih jika pesan yang tiba - tiba datang tersebut, sangat bertepatan dengan kondisi hati kita saat itu. Maka ledakan semangat bisa terjadi detik itu juga. Kegembiraan juga bisa terjadi saat itu. Karenanya kalau kamu punya pesan - pesan sederhana seperti diatas, jangan ragu untuk mengirimkannya ke handphone saya. Dengan sangat bersuka cita saya akan membaca dan merenunginya.&lt;br /&gt;Kembali ke pesan diatas. SMS dari kawan saya tersebut mengembangkan senyum saya di detik dimana saya membacanya. Saya menjadi teringat masa - masa kecil dulu saat saya berlarian ditengah rintik hujan. Berkejaran dengan teman - teman dan berteriak sepuasnya. Bergulingan dilapangan yang tergenang. Merentangkan tangan seperti burung yang membentang angkasa. Menjadi manusia bebas. Manusia yang menyatu dengan keharmonisan alam.&lt;br /&gt;Saya sangat suka dengan pelangi. Bagi saya, menatap pelangi saat hujan telah reda menciptakan kebahagiaan tersendiri dalam hati. Pelangi bukan sekedar perpaduan warna yang sangat menakjubkan. Pelangi adalah bukti ke Maha Indahan penciptanya. Pelangi juga menandakan harapan, kedamaian, kerinduan dan perjuangan. Saat saya mengagumi pelangi, hati saya terisi dengan energi bahagia. Senyum saya juga mengembang lepas. Semesta pun ikut berbahagia dengan mengeluarkan keindahan warnanya masing - masing.&lt;br /&gt;Spektrum indah itu hanya hadir diangkasa saat hujan dan mentari bermesraan. Kita juga bisa menciptanya tapi tetap tidak seindah pelangi. Mentari dan hujan yang bermesraan, itulah rumusnya. Bukan yang lain.&lt;br /&gt;Maka jika kesedihan ibarat hujan.  Dan Kebahagiaan ibarat matahari. Maka kebahagiaan dan kesedihan dapat menciptakan keindahan dalam hidup kita. Inilah ambivalensi jiwa kita. Kita membutuhkan keduanya untuk merasakan keindahan yang sempurna. Mengharmonisasi keduanya sehingga memberikan bekas mendalam dalam kehidupan kita. sama seperti saat kita beribadah. Kita butuh menghadirkan perasaan Khauf (Takut) dan Raja' (Harap). Takut akan siksa dan berharap akan ampunanya. Takut akan neraka dan berharap surga. Dan itulah cinta.&lt;br /&gt;Inilah ruang kehidupan. Tempat dimana kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Masalahnya bukan pada kesedihan yang selalu datang. Bukan pula pada kebahagiaan yang enggan datang. Masalahnya adalah karena kita tidak mampu mengharmonisasi keduanya menjadi cinta. Menjadi kebahagiaan. Menjadi kedamaian.&lt;br /&gt;Bukankah Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah memberi garansi bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Bukan kah Allah Yang Maha Bijakasana telah berjanji bahwa Dia tidak akan menguji diluar batas manusia. Bukankah Allah Yang Maha Indah telah mencipta surga yang sangta indah bagi orang - orang yang sabar.&lt;br /&gt;Maka saat kesedihan itu datang, disekitar kita sesungguhnya tersedia cahaya kebahagiaan yang akan mengganti kesedihan kita dengan keindahan pelangi. Dan cahaya itu bernama "Berprasangka baik kepada Allah". Dzat yang sangat mencintai kita.....&lt;br /&gt;Selamat mencipta pelangi kawan. Dan tersenyumlah setelah membaca tulisan ini. Senyuman terindah yang kau berikan untuk kehidupan. Dan jika pelangi datang menyapamu, ingatlah bahwa saya berbahagia saat engkau berbahagia. Dan saat engkau sedih, saya akan berusaha mengantarkan cahaya agar pelangi tercipta dihatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7998279109512676573?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7998279109512676573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7998279109512676573' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7998279109512676573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7998279109512676573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/mencipta-pelangi.html' title='Mencipta Pelangi'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7837470274586851656</id><published>2008-03-27T20:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T17:31:49.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait'/><title type='text'>Siapakah kamu?</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Siapakah kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Wanita berjilbab gelap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan gaun terurai menyelimuti auratmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sekilas ku pandang, rasa telah bersemayam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Siapakah kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Wanita berselendang rasa malu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam keimanan tunduk pandanganmu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pesonamu memancar  kilau kemuliaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Siapakah kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Wanita berparas teduh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dengan Sabda Tuhan erat dibibirmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Wudhumu menerangi hamparan wajahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Siapakah kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Yang memainkan hatiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Yang mengayun perasaanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Yang mengalun harapku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Siapakah kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Wanita diseberang jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Menghilang dari pandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Bersama laju bis kota&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Ku berdo'a menggapaimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 102, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Salemba, Desember 2007 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7837470274586851656?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7837470274586851656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7837470274586851656' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7837470274586851656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7837470274586851656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/siapakah-kamu.html' title='Siapakah kamu?'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-512417373825931615</id><published>2008-03-16T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T01:30:06.982-07:00</updated><title type='text'>Ta'limat Jiwa</title><content type='html'>Atas nama kemuliaan dan kehormatan. Ceraikanlah dirimu dari dunia dan bermesraanlah dengan akhirat. Jika pandangan akhiratmu benar, maka dunia bersatu padu memuliakanmu. Tempalah diri dan hempaskanlah kelemahan. Sekarang atau menyesal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-512417373825931615?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/512417373825931615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=512417373825931615' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/512417373825931615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/512417373825931615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/talimat-jiwa.html' title='Ta&apos;limat Jiwa'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-8073078065889692229</id><published>2008-03-16T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T23:31:42.840-07:00</updated><title type='text'>Ayat - ayat Cinta</title><content type='html'>Indonesia ramai membicarakan film yang diangkat dari novel Ayat - ayat Cinta karya aktivis dakwah Ustadz Habiburrahman El Shirazy. Meskipun dikalangan aktivis dakwah tarbiyah, Gelombang Cinta "Ayat - ayat Cinta" sudah melanda beberapa tahun yang lalu, namun kehadiran film Ayat - ayat cinta kembali menghangatkan pembicaraan tentang kehebatan jalan cerita novel yang telah dicetak berkali - kali ini.&lt;br /&gt;Banyak sudut pandang dalam menikmati novel ini dan juga dalam sisi mengaguminya. Ada yang melihat dari sosok Fachri yang digambarkan begitu menawan sebagai seorang pemuda brilian asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Al Azhar. Sosok ideal ini kemudian juga berakhir bahagia dengan takdirnya mendapatkan seorang ukhti sholehah nan cantik jelita plus kaya raya bernama Aisha. Belum lagi kisah jatuh cintanya para wanita terhadap "Fachri", sehingga lengkaplah ia menjelma menjadi bayangan "Yusuf" abad ini. walaupun sekedar bayangan, namun "Fachri" tetaplah mempesona.&lt;br /&gt;Tokoh menarik lainnya tentu saja ada "Aisha" yang juga digambarkan begitu istimewa. Ketika membaca novelnya pertamakali (Sebelum difilm kan), fantasi saya terhadap sosok ini jauh lebih indah ketimbang penjelmaanya dalam film. Keanggunanya, kesholehanya, kehormatan dirinya dan segenap pesona lainya, menghimpunya menjadi bayangan "Laila", "Aisyah", "Khadijah" atau siapapun namanya yang pernah hadir menjadi sebaik - baik perhiasan dunia.&lt;br /&gt;Para ikhwan (mungkin) menempatkan dirinya sebagai tokoh "Fachri" dan para akhwat (mungkin) menempatkan dirinya sebagai sosok "Aisha" ketika membaca novel ini. Ikhwan tentu sulit menolak kalau dapat jodoh seorang ukhti macam "Aisha" (Setidaknya jika itu saya)&lt;br /&gt;dan akhwat tentu sulit menolak seorang ikhwan macam "Fachri" menjadi pendamping hidupnya.&lt;br /&gt;Saya berkesempatan mendampingi kang abik (Panggilan akrab Ust. Habiburrahman) ketika beliau berkunjung ke Malang untuk membedah buku "Ketika Cinta Bertasbih". Saya memanfaatkan momentum membersamai kang abik untuk belajar dan bertanya banyak hal juga untuk meminta pertimbangan apakah saya harus memilih mengikuti tes kerja atau tes seleksi beasiswa S2 di UI. Momentum itu saya gunakan baik ketika berada diatas sepeda motor, saat mengunjungi ustadz Jalal, saat makan diwarung Cak Pi'i maupun ketika berada di hotel.&lt;br /&gt;Soal novelnya, ketika ditanya kenapa menghadirkan sosok yang sempurna dalam novelnya, karena katanya contoh yang buruk itu sudah sedemikian banyaknya. Beliau juga menambahkan bahwa negeri ini membutuhkan novel yang menghibur karena negeri ini telah ditimpa banyak sekali kesedihan. Karenanya novel ini berakhir bahagia. Kemudian, nilai yang ingin disampaikan oleh kang abik yaitu pemuda indonesia harus menjadi pemuda yang idealis dan prestatif. Seperti sosok Fachri yang berprestasi dalam bidang akademik maupun tokoh dalam novel ketika cinta bertasbih yang berprestasi sebagai juragan bakso (wirausahwan sukses).&lt;br /&gt;Jadi, ketika membaca novel ini atau ketika menyaksikan filmnya mari kita berdoa agar kita mampu menemukan dan mencetak prestasi kita diberbagai bidang. Agar negeri ini tidak lagi bersedih dan bermuram durja. jangan mengerdilkan diri hanya sekedar menimati cerita cintanya.&lt;br /&gt;Dan pesan ini sesungguhnya telah juga disampaikan lewat kang abik sendiri yang pintar dan berprestasi. Beliau telah memberi teladan tidak hanya lewat novelnya tetapi juga lewat dirinya sejauh yang saya kenal.&lt;br /&gt;Saat ini saya sedang menempuh kuliah di Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia sebagaimana yang disarankan oleh kang Abik, Ustadz Jalal dan Ustadz Uril. Semoga semakin mudah jalan saya untuk mencipta prestasi yang lebih besar lagi sebagaimana pesan yang disiratkan oleh kang abik. Tentunya juga seraya berdoa agar saya juga dapat meminang seorang bidadari, sebaik - baik perhiasan dunia yang menyejukkan mata dan mata hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-8073078065889692229?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/8073078065889692229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=8073078065889692229' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8073078065889692229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8073078065889692229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-cinta.html' title='Ayat - ayat Cinta'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-3618187554476602837</id><published>2008-03-03T19:42:00.000-08:00</published><updated>2008-03-16T06:39:43.371-07:00</updated><title type='text'>Ketika Gema Jihad Menjauh</title><content type='html'>Saat masih berseragam putih biru dan putih abu - abu, palestina begitu dekat dihati. Bahkan denyut perjuangan di Bosnia, Ambon, Afganistan masih membekas jelas.&lt;br /&gt;Dibulan ramadhan saat masih duduk di SMP, saya mengikuti sebuah majelis. Narasumbernya seorang pemuda Bosnia. Sebelumnya kami diputarkan rekaman kejadian di Bosnia yang sedang bergejolak. Air mata meleleh begitu saja. Akal saya mungkin tidak bisa mengaitkan langsung waktu itu, tapi hati tentu memiliki pikiranya sendiri sehingga perasaan saya larut dalam kesedihan dan kemarahan. Menyatu dengan duka saudara seiman di Bosnia.&lt;br /&gt;Terngiang jelas kalimat getir yang disampaikan oleh pemuda Bosnia tersebut...&lt;br /&gt;"Saya kecewa dengan pemuda Indonesia. Jumlah kalian banyak. Tapi tidak adakah yang bergerak untuk membantu kami. Menyelamtkan para muslimah yang diperkosa, menyelamatklan ibu - ibu hamil yang dibelah perutnya lalu janinya dibakar diatas api yang berkobar..."&lt;br /&gt;Majlis hening. Airmata lah yang berbicara....&lt;br /&gt;Aksi Sejuta Ummat untuk Palestina. takbir bersahutan. Jalanan dipenuhi kader yang dominan berpakaian putih. Bendera palestina berkibar ditiup angin Jakarta seolah membawa pesan pada dunia bahwa Palestina tidak berjuang sendirian. bunderan HI menjadi saksinya. Kami bangga dengan palestina. Bangga dengan kemuliaanya yang telah melahirkan syuhada tanpa henti. Bangga karena Palestina telah memberi inspirasi sebuah perjuangan meninggikan kalimat Allah. Bangga karena kami pernah serius bercita - cita mati syahid dimedan jihad sesungguhnya...&lt;br /&gt;Ambon membara. tepat dihari kami merayakan idulfitri. musuh - musuh Allah telah memancing kemarahan kami. membangunkan singa yang telah dibina untuk senantiasa siaga. kami selalu menanti berita tentang Ambon. menghadirkan do'a kemenangan disetiap tempat do'a...&lt;br /&gt;Dan kini Palestina serasa menjauh. Gema perjuangan tak lagi menggetarkan hati. Takbirnya melemah dalam hati. Tangisnya tak lagi menyatu dengan airmataku...&lt;br /&gt;maafkan saya palestina....&lt;br /&gt;"Kehidupan bagaikan roda. Seribu zaman terus berputar. namun satu tak akan pudar. cahaya Allah tetap membahana......."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Mengenang Bosnia, Ambon dan Palestina&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-3618187554476602837?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/3618187554476602837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=3618187554476602837' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3618187554476602837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3618187554476602837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/ketika-gema-jihad-menjauh.html' title='Ketika Gema Jihad Menjauh'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7817981791837530456</id><published>2008-03-03T18:30:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T19:09:16.714-08:00</updated><title type='text'>Hujan Itu adalah Dirimu</title><content type='html'>Detik dimana hujan turun&lt;br /&gt;Detik itulah aku merindukanmu&lt;br /&gt;Sebab bagiku hujan adalah dirimu&lt;br /&gt;Sebab hujan isyarat kedatangan rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hujan membasahi bumi&lt;br /&gt;Maka kau membasahi hatiku&lt;br /&gt;Bila hujan berhias pelangi&lt;br /&gt;Hadirmu menghiasi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hujan garis - garis berbaris&lt;br /&gt;Menjadi huruf&lt;br /&gt;Lalu menjadi tanda - tanda kebesaran Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga dirimu&lt;br /&gt;Yang tercipta menjadi ayatNya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) "Dan di antara tanda kekuasaanNya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7817981791837530456?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7817981791837530456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7817981791837530456' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7817981791837530456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7817981791837530456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/03/hujan-itu-adalah-dirimu.html' title='Hujan Itu adalah Dirimu'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4616605616895369677</id><published>2008-02-20T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T22:10:13.930-08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang “Hati”</title><content type='html'>&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Adakah langkah yang tak pernah lelah, saat perjalanan terbentang jauh. Diujung sana tak nampak akhir. Hanya kelokan demi kelokan. Sang Hati berjalan tertatih. Ia merasa sendiri. Benar sedang sendiri atau luka hatinya menyebabkan ia merasa sendiri? Terpenjara sepi yang Ia ciptakan diistananya yang terbentang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Ketika senja nyaris menenggelamkan seluruh keindahan warna, sang Hati terpekur menatap ufuk barat yang menguning, menikmati warna kesederhanaan yang menyemburat diantara tirai yang makin kelam. Indah, damailah hatinya, melupakan segala penat, segala duka, selaksa kecewa. Pergilah kau gundah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Mata indra atau mata hatikah yang menipu? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="FI" &gt;Kala jutaan tangan terulur tapi tak satupun terpancar jelas. Mata indra atau mata hatikah yang tertutup? Hingga samudera kasih sayang terhampar bak oase padang pasir yang memupus asa. Mata indra atau mata hatikah yang telah mati? Saat berjuta senyuman yang terlukis diatas kanvas kebersamaan itu terasa hambar. Beku. Pilu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="FI" &gt;“Berjalanlah terus”. Ujar sukma pada raga. Memaksa kaki yang belum jua hendak mengakhiri kenikmatan senja. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;“Bukankah nun didepan sana akan terbentang malam?”. Hati nan gundah mengusik langkah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Maka hanya Cahaya diatas cahaya yang kan meyingkap kegelisahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="FI" &gt;Memaksa siapapun yang berhenti untuk mematut diri. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Memaksa siapapun yang melangitkan diri untuk berani beranjak melewati malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="FI" &gt;Kemanakah kau wahai jiwa-jiwa mihrab? Kemanakah kau wahai jiwa-jiwa surgawi? Kemanakah kau wahai jiwa-jiwa suci? Tidakkah kau dekap sang hati kembali? Tidakkah kau sambut rintihannya? Tidakkah kau dekap perasaanya yang dingin?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Hening…..Hening…..senyap…..senyap…..sepi….sepi…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Selamat datang hati yang lelah. Telah kau temui keberartian dalam likumu yang panjang. Biarlah segala yang beda menjadi segala rasa. Biarlah segala yang kecewa menjadi segala jejak. Biarlah segala sepi menjadi segala nikmat batin. Merapatlah kesauh. Jangan berlayar sendirian, sebab perjalanan masih panjang………sebab kelak kita kan berdiri &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;nafsi, nafsi&lt;b&gt;. Yaa Ayyuhal Muthmainnah…Irji’i Ilaa Robbiki Roodhiyatammardhiyyah. Fadkhuli fii I’baadi, fadkhuli jannatii…..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-style: italic;"&gt;Membalas catatan hati seorang mbak yang telah menjadi guru dalam jenak kehidupanku...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4616605616895369677?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4616605616895369677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4616605616895369677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4616605616895369677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4616605616895369677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/selamat-datang-hati.html' title='Selamat Datang “Hati”'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7978777360540370229</id><published>2008-02-20T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T22:06:10.583-08:00</updated><title type='text'>Guru ku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Sebut saja namanya Jingga. Dia pegawai disalah satu pekantoran di Malang. Orangnya pendiam. Seorang pendengar yang baik. Wajar jika dia memiliki banyak pasien yang selalu menjadikan dirinya sebagai tempat curhat dari setiap permasalahan hidup. Dia bukan psikolog bahkan kuliahnya sama sekali tidak mempelajari tentang kejiwaan seseorang. Tapi dia lihai dalam mengenali jiwa seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Senyumnya tulus merekah. Saat teman-temannya datang dengan hati yang rapuh, hatinya telaten menata satu demi satu serpihan hati sehingga kembali kokoh. Saat orang-orang yang sedang diuji itu datang dengan wajah yang muram, wajah cerahnya mengusir mendung yang menggelayut diwajah-wajah penuh gelisah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Dia tidak banyak bicara. Bukan pemberi nasehat yang ulung. Tidak juga memiliki ayat-ayat yang menumpuk didalam memori otaknya. Dia hanya memiliki hati yang membentang. Atau senyum yang merekah. Atau tangan-tangan halus yang memberi kehangatan dan ketenangan bagi siapa saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Jika Allah saja mengirimkan hamba Nya kebumi dengan sifat seperti ini, lalu bagaimana dengan DiriNya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang terjaga sepanjang waktu. Yang menjaga setiap waktu. Setiap saat kau bisa bertemu. Setiap saat kau bisa mengadu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7978777360540370229?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7978777360540370229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7978777360540370229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7978777360540370229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7978777360540370229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/guru-ku.html' title='Guru ku'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2636857115867719255</id><published>2008-02-20T20:18:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T22:14:23.651-08:00</updated><title type='text'>Kuliah di atas Air mata</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Jika anda memperhatikan sejenak saja teman-teman dikampus atau mencoba memutar memori tentang diri sendiri, apa yang antum lihat? Ketika membayangkan masa-masa dikuliah dulu &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;, masih ingat rasanya betapa senang ketika kita mengobrol, tertawa, bercanda disela-sela menunggu dosen. Terkadang juga dag dig dug jika dosen yang ditunggu adalah dosen &lt;i&gt;berdarah dingin&lt;/i&gt;. Masih membekas juga bagaimana beberapa kawan berusaha tampil “anggun” dengan pakaian warna-warni bahkan berusaha untuk tampil dengan model terbaru. Pun demikian ketika menyaksikan sekian banyak potongan rambut, asesoris dan dandanan berbagai macam aliran. Warna-warni kehidupan kampus seperti menutupi berbagai kisah dibelakangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Seorang kawan misalnya, berasal dari sebuah “kampung santri” yang dalam bayangan saya kental dengan nuansa Islamnya meskipun banyak yang melabeli Islam Kultural. Sekian waktu berjalan, toh akhirnya saya menyaksikan dia terkikis oleh pergaulan dan menanggalkan “pakaian keagungannya” meskipun dia masih seorang muslimah. Saya ga tau persis bagaimana perasaan orang tuanya dikampung sana sebagaimana saya juga tidak tahu persis bagaimana latar belakang ekonomi keluarganya. Mungkinkah ia kuliah diatas air mata orang tuanya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Kawan yang lain mengarungi kuliah dengan lekukan kehidupan yang keras. Waktu-waktu kosong sebelum ataupun sesudah jam-jam efektif kuliah, habis dilalap oleh kesibukannya untuk menutupi biaya kuliah yang semakin mahal. Dia tetap bisa tertawa saat menjalani waktu-waktu kuliah tapi tentu memiliki aroma yang berbeda dengan para mahasiswa dari kalangan berduit yang “ember” kalau hp model baru keluar atau mereka yang punya prinsip muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga atau mereka yang berpandangan &lt;i&gt;everyday is Monday&lt;/i&gt;. Para mahasiswa yang menyambung semester demi semester dalam ketidakpastian, tentu banyak yang selalu tertawa tanpa kita ketahui tetes demi tetes airmatanya dalam do’a maupun dalam jenak-jenak waktu yang meletihkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Biaya kuliah yang semakin tinggi dan lapangan pekerjaan yang seolah-olah tidak pasti juga berlaku bagi para aktivis dakwah. Mereka yang senantiasa memiliki Izzah untuk tetap tampil percaya diri meski situasi ekonomi keluarga melilit. Mereka yang terus berputar bersama roda dakwah meski menahan lapar. Mereka yang senantiasa menyusuri setapak demi setapak untuk mendekat kepada objek dakwah mereka meski tak memiliki keping rupiah untuk membayar angkot. Mereka yang berusaha untuk tetap berada dalam rel kuliah dan rel dakwah dengan biaya terbatas, mungkin keberadaanya begitu dekat dengan kita. Saking dekatnya terkadang kita tak mampu melihatnya seperti pepatah gajah dipelupuk yang tidak kelihatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Lalu bukankah aneh jika kita menyianyiakan amanah dakwah sementara kuliah kita masih terjamin. Bukankah seharusnya kita malu pada mereka yang “kuliah diatas air mata”??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2636857115867719255?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2636857115867719255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2636857115867719255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2636857115867719255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2636857115867719255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/kuliah-di-atas-air-mata.html' title='Kuliah di atas Air mata'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-1493875483117529369</id><published>2008-02-20T20:16:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T20:17:31.167-08:00</updated><title type='text'>Ramadhan Love Story</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IT"&gt;Negeri antah berantah. Pada ramadhan yang kesekian. Seorang lelaki terpekur dalam diam. Hatinya berkecamuk gundah gulana. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Saat ramadhan ini dia justeru merasa sangat dekat dengan salah seorang perempuan. Ibadah pun mulai kerepotan dia jalani dengan khusyu. Ada saja detik-detik yang berlalu penuh dengan kerinduan. Membayangkan kemungkinan membangun kehidupan masa depan bersama yang dirindunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Awalnya pembicaraan ringan, tapi lama kelamaan timbul perasaan ingin mengenal lebih jauh. Yang terjadi, katakanlah sang lelaki sedang menimang untuk jatuh cinta. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Sang perempuan ternyata lebih dulu memutuskan jatuh cinta. Sang lelaki tertembak. Dia gundah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Beginilah cinta bermain. Dari mata turun kehati. Dari kata menjelma jadi simpati. Pelan namun pasti, gelora itu hadir menggoda. Siapa yang menabur, dia menuai. Namun cinta bukan masalah suka semata. Sang lelaki tahu betul itu. Ia berkomunikasi pada sahabatnya. Menceritakan gundah gulananya. Tentang cinta yang bermain-main dipelupuk mata. Cinta yang sudah lebih dulu ditangkap oleh sang perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Para pecinta selalu membutuhkan tempat berbagi. Sang sahabat mendengarkan pasti sebab dia tahu betul orang yang sedang jatuh cinta lebih ingin mengungkapkan gelora yang terjadi dalam hatinya. Meskipun awalnya terkadang malu-malu untuk diungkapkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Beginilah nasib mencintai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ada yang bertepuk sebelah tangan, ada yang tidak ditepuk dan ada yang bertepuk. Yang bertepuk sebelah tangan, patah hati. Yang tidak ditepuk, tersimpan dihati. Yang bertepuk, riang hati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Maka ramadhan yang kesekian, sang lelaki menyimpan pertanyaan pada sahabat, mengapa kisah cintanya kerap hadir saat ramadhan? Ada apa dengan ramadhan? Mungkinkah karena saat itu dia berada pada pusaran yang paling kuat dengan Sang Pemberi Cinta? Sang lelaki belum menemukan jawabnya. Entah butuh berapa ramadhan lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-1493875483117529369?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/1493875483117529369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=1493875483117529369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1493875483117529369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1493875483117529369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/ramadhan-love-story.html' title='Ramadhan Love Story'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4601088517591363747</id><published>2008-02-20T20:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T22:21:09.611-08:00</updated><title type='text'>Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Cinta adalah kata ajaib. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="SV" &gt;Kata yang begitu menggemaskan sehingga tak jemu-jemunya berbagai macam tu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;lisan mengupas tuntas tentangnya. Jika kau menanyakan pada setiap orang yang pernah jatuh cinta, mereka pasti kesulitan mendefinisikan cinta. Sebab cinta memang tidak butuh definisi. Dia adalah hak istimewa bagi para pecinta, sehingga secara absurd definisinya pun mengiringi penafsiran para pecinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Bagi kita para remaja yang tergabung dalam barisan dakwah, tentu lebih tersipu malu jika ditanya soal cinta. Walaupun kita tentu sepakat bahwa cinta tertinggi hanya untuk Allah, tapi toh kita juga tidak terbebas begitu saja dari yang namanya jatuh cinta kepada lawan jenis. Dia datang tiba-tiba saja tanpa pernah kau mengerti atau tanpa pernah kau inginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Begitulah cinta datang menyapa. Bisa berupa air bah yang menggulung para pecinta dalam lembah penderitaan, tapi bisa juga datang bak seteguk air bagi para pengembara ditengah samudera padang pasir yang tandus. Dia bisa datang bak kobaran api yang membakar pepohonan di rimba belantara, namun juga bisa hadir bak api unggun bagi para pendaki. Tapi cinta adalah angin, hanya bisa kau rasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Maka para pecinta hanya bisa bertemu dengan para pecinta juga. Orang mungkin heran melihat para pecinta yang memberikan apa saja kepada yang dicintai, memberi kehormatan dirinya bahkan nyawanya. Orang mungkin heran melihat para pecinta yang meratapi kepergian orang yang dicintainya hingga menjadi pesakitan sebagaimana kisah Laila-Majnun. Semuanya bagi saya wajar sebab sekali lagi, cinta hanya bisa dipahami dengan cinta. Tidak dengan logika. Logika hanya dipakai untuk mengendalikan dan tidak untuk memahami cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Maka berdakwah adalah cinta. Sebab kita akan menyapa orang-orang yang dikaruniai cinta. Inilah mungkin yang menjadi rahasia kesuksesan Rasulullah, sebab Ia begitu mencintai ummatnya. Hingga akhir hayatnya. lafal cintanya mengalun.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ummatii..ummatii..ummatii.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Rasulullah bisa sedemikian tulus memberikan cinta kepada ummatnya sehingga cinta ummatnya pun mengalir begitu deras padanya. Terutama para generasi sahabat yang menjadikan diri mereka sebagai tameng bagi sang rasul. Rahasianya jelas pada pusaran cinta Rasulullah pada Sang Pemberi Cinta, Allah swt. Kita tentu ingat bagaimana kaki Rasulullah membengkak saat berkhalwat dengan Rabbnya, diiringi tangis syahdu yang membuat orang-orang disekitarnya niscaya akan merasakan pusaran kenikmatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;Begitulah cinta sejati. Jika dia berada pada pusaran Sang Pemberi Cinta, maka kenikmatannya menjalar dibanyak orang. Sementara cinta kamuflase, hanya menjalar diantara mereka. Radius kenikmatannya sangat lemah sekali dirasakan oleh sekelilingnya. Maka saat kita sedang jatuh cinta pada seseorang, lihatlah reaksi orang-orang shaleh disekeliling kita. Jika mereka nyaman dengan drama cinta yang sedang bermain dalam hati kita, maka mudah-mudahan cinta kita berada pada pusaran yang sama dengan Rasulullah. Namun jika kita tiba-tiba merasa sangat jauh dengan orang-orang shaleh disekitar kita, mungkin ada yang salah dengan cinta kita. Sebab pusaran orang saleh berada pada pusaran cinta Allah, Sang Pemberi Cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4601088517591363747?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4601088517591363747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4601088517591363747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4601088517591363747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4601088517591363747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/tentang-cinta.html' title='Tentang Cinta'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-1601427227188446454</id><published>2008-02-19T23:30:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T23:31:12.838-08:00</updated><title type='text'>Tentang Sesorang (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sahabat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Adakah orang yang tidak mempunyai seorang pun teman istimewa dalam kehidupannya. Teman yang memberinya ruang untuk berbagi setiap tawa dan tangisnya. Teman yang menempati rongga-rongga istimewa di taman hatinya. Teman yang menjadi tempat berlari kita dari kegelisahan-kegelisahan manusiawi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Dia bukan sekedar teman. Sebab teman biasa tidak membuat kita nyaman menangis dihadapannya. Mengambil rasa percaya kita sehingga saat-saat jatuh cinta pun kita ceritakan padanya. Atau membagi rahasia terbesar dalam hidup kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ini tentang seseorang. Atau beberapa orang. Yang meredakan gejolak amarah kita dan menunjukkan kita kebenaran. Seolah-olah kita melemparkan bebatuan amarah ketengah danau telaga nan luas. Awalnya melahirkan riak gelombang tapi ujungnya adalah kedamaian. Kita menyebut seseorang ini dengan panggilan sahabat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sahabat sejati hadir untuk memberi. Dia bukan orang yang selalu membenarkan kata-kata kita. Sebab sahabat sejati adalah yang mampu berkata benar dihadapan kita. Sahabat sejati membela kita saat kita salah. Bukan dengan membenarkan kesalahan kita tetapi dengan menunjukkan kebenaran kepada kita. Saat itulah kita mengetahui kesalahan dan kekhilafan kita. Sahabat sejati datang tidak untuk menghakimi. Tapi untuk menghadirkan kebijakan dalam relung-relung hati kita. Yang membuat kita tak ingin kehilangan dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Betapa banyak yang ingin kita ceritakan padanya. Menahan kerinduan saat dia jauh dari kita. Terlebih saat-saat kita membutuhkan kehadirannya. Saat-saat kita membutuhkan cermin untuk melihat diri kita. Betapa berharganya sahabat kala itu. Sebab sesuatu kerap kita ketahui nilai keberadaanya justeru saat dia hilang atau jauh dari kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bagaimanapun, sahabat tetaplah manusia biasa. Adakalanya dia berubah menjadi orang yang begitu kita benci. Menjadi orang asing yang tidak kita kenal sebelumnya. Mungkin karena rasa percaya yang hilang dari diri kita. Mungkin juga karena cemburu yang membangunkan egois dalam diri kita. Bahkan mungkin karena tidak sejalan dengan kita. Terlalu jauh berbeda. Saat itulah mungkin segala kebaikannya selama ini tiba-tiba hilang dari jejak. Saat itulah kita melupakan bahwa selama ini dia mungkin memendam setiap gelisah yang dia miliki sebagai seorang manusia biasa. Saat dia ingin berbicara tetapi kita menginginkan dia mendengar. Saat dia ingin bertutur tapi kita lebih dahulu bertutur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Seharusnya tak ada kata pergi atau menghilang bagi sahabat. Sebab sahabat bak bintang gemintang. Kala terang kita mungkin tak melihatnya tetapi sesungguhnya dia ada. Maka jangan hanya melihatnya saat malam menghampirimu, sapalah dia saat kau juga melihat terang. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum sahabat benar-benar tak mampu kita lihat. Dan tak lagi dekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Nb: teruntuk sahabat karib, terimalah salam hangatku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-1601427227188446454?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/1601427227188446454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=1601427227188446454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1601427227188446454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1601427227188446454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/tentang-sesorang-3.html' title='Tentang Sesorang (3)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-1799591329221177229</id><published>2008-02-19T23:25:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T23:29:37.495-08:00</updated><title type='text'>Tentang Seseorang (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Surga yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Saya menangis didepan gerbang TK. Menanti bapak datang menjemput dengan sepeda yang biasa mengantarkan saya ke sekolah. Saya tidak mau diantar atau dijemput kecuali dengan bapak. Ya...bapak adalah sosok yang istimewa bagi saya. Bapak yang humoris, pinter ngomong dan banyak teman. Saat emak berangkat ke kantor, detik-detik dilalui bersama bapak distudio foto yang kami miliki. Atau bersama-sama melihat beberapa sawah kami yang sedang panen. Bapak membawa saya pada dunia yang lebih luas. Pada pandangan yang lebih membentang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Saya belajar banyak hal dari bapak. Tentang kesabaran. Tentang ketegaran. Perjalanan hidup bersamanya adalah potret bahagia yang terbingkai rapih dalam ingatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sewaktu aktif di Pramuka, bapak telaten mengikutiku ketika Gudep Sekolah mengadakan penjelajahan yang cukup jauh. Seingat saya waktu itu saya duduk di kelas 2 SD. Peluh mengalir pelan dari pipiku dan bapak hanya tersenyum. Senyum yang mengusir keluh. Saat perjalanan kembali dilanjutkan, sesekali saya melihat ke belakang dan selalu senang saat menemukan bapak masih berada dibelakangku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Masih di aktivitas ke Pramukaan dan waktu yang telah membentang. Saya sudah menginjak kelas 4 SD. Bapak sudah tidak lagi mengikutiku saat penjelajahan. Dan semakin kurasa kehilangannya saat Jambore Nasional 1996 di Cibubur. Waktu itu saya duduk di bangku SMP. Ini adalah kemah terlama yang saya ikuti. Disaat teman – teman lain dijenguk orang tuanya rasa kehilangan itu semakin nyata. Tenda yang sepi menjadi saksi bisu air mata kerinduan yang merayap. Membuat saya semakin tahu betapa berharganya sosok orang tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ketika kami memberi makan ayam – ayam dibelakang rumah, bapak mengambil buku panduan penataran P4 yang kupegang. Disitu tertera nama – nama siswa yang berprestasi atau yang menjabat sebagai pengurus OSIS. Saat itu Bapak berujar ”Juli harus tertera namanya seperti senior – senior ini”. Dan saya pun tertera dibuku penataran P4 ditahun – tahun berikutnya. Do’a orangtua memang cepat sampai pada Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bapak jarang memberi nasehat lewat kata, dia memberinya lewat cinta yang nyata dirasa. Lewat kepercayaan yang diberikan kepada anaknya untuk terus berkelana. Mencari mutiara – mutiara kehidupan yang bertebaran dibumi. Bapak tidak pernah melarang saya aktif diberbagai organisasi. Bapak lah yang mendorong saya ikut Jambore nasional meski biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Bapak lah yang mendorong saya untuk sekolah disekolah – sekolah papan atas. Bapak juga yang terus mendorong saya untuk terbang lebih tinggi. Untuk tidak takut bersaing dengan orang lain. Untuk memecah keterbatasan selama masih ada ruang kemungkinan. Untuk terus melaju meski kerap terjatuh. Untuk terus meniti tangga menuju tempat yang lebih tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Dia yang bersusah payah membiayai kepakkan sayap saya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bahkan terkadang harus meminjam kepada keluarga yang lain agar saya terus melaju. Tak perduli perih yang telah menganga, bapak terus mendorong saya, bahkan hingga saat ini. Bapaklah sesungguhnya anak tangga – anak tangg yang mengantarkanku ketempat sekarang. Dan begitulah kebanyakan orang tua telah menjadi anak tangga – anak tangga yang diinjak oleh anak – anaknya tercinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Maka saat kau telah meninggi, janganlah lupa. Bahwa engkau sesungguhnya berdiri diatas kepayahan orang tua. Ah bapak...semoga kudapatkan surga dari setiap kebahagiaan yang kau rasa saat ananda meraih prestasi demi prestasi dalam kehidupan ini. Rabb saya menyayanginya, ku mohon sayangilah Bapak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-1799591329221177229?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/1799591329221177229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=1799591329221177229' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1799591329221177229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/1799591329221177229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/tentang-seseorang-2.html' title='Tentang Seseorang (2)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-3995350845849780771</id><published>2008-02-19T23:22:00.000-08:00</published><updated>2008-10-14T17:19:11.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Seseorang'/><title type='text'>Tentang Seseorang (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Memeluk Surga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Aku memanggilnya &lt;i&gt;emak&lt;/i&gt;. Wanita yang menggenggam mutiara keteduhan tak ternilai. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Sosoknya penuh cinta dan kehangatan. Saya mendengar cerita kepayahan &lt;i&gt;emak&lt;/i&gt; saat sembilan bulan membawa belahan hatinya kemanapun dia pergi. Tapi Saya tidak pernah tahu kepedihan yang emak rasakan saat melahirkan saya. Saya juga tidak bisa merasakan perasaan berada di antara kehidupan dan kematian yang begitu tipis jaraknya. Sungguh saya juga tidak mampu mengira-ngira keletihan saat detik-demi detik dilaluinya untuk membesarkan saya. Hanya air mata yang menetes dari pipi yang mampu bercerita betapa saya sedikitpun tak mungkin benar-benar merasakan penderitaanya ketika melahirkan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Kursi kayu depan rumah, menjadi teman setia saat menunggu emak pulang dari kantor. Ada saja makanan yang diberikan untuk saya. Karenanya saya akan mulai menangis saat emak terlambat pulang dari jam biasanya. Khawatir kalau emak ga pernah datang lagi. Ga bisa membelai rambut saya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Dan Saya bangga ketika emak tersenyum melihat saya mendapatkan rangking ketika sekolah dulu. Saya bangga ketika emak tersenyum melihat saya menjadi delegasi sekolah dalam beberapa kegiatan. Atau saat saya medali dalam sebuah kejuaraan pencak silat. Saya bangga ketika saya menjadi orang yang dibanggakannya. Karenanya saya sungguh bersedih saat tidak mampu masuk STPDN sebagaimana yang pernah diungkapkannya. Saya semakin bersedih ketika emak terus menghibur atas kegagalan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Saat pertamakali meninggalkannya dalam waktu yang lama dan jarak yang jauh, saya hanya menyesal dan terus menyesal. Kecewa karena saat itu juga saya gagal masuk UI. Tapi emak ga marah karena kegagalan saya. Atau menghentikan perhatian dan kasih sayangnya. Bahkan hingga kini disaat kulitnya kian keriput dan satu demi satu rambutnya memutih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Karenanya saat-saat perut terasa sangat lapar, saya tidak berani meminta uang tambahan. Saya hanya menahannya agar beban &lt;i style=""&gt;emak&lt;/i&gt; tidak bertambah. Pernah suatu ketika saya &lt;i style=""&gt;”merengek”&lt;/i&gt; meminta kiriman uang dan menutup telepon dengan kecewa. Yang terbit justeru perasaan bersalah tak terhingga. Jika saja &lt;i style=""&gt;emak&lt;/i&gt; punya, pasti itu buat saya. Jika saja saya lapar, &lt;i style=""&gt;emak&lt;/i&gt; pasti lebih lapar. Ya Rabb…tidakkah surga menjadi tempat istirahat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang layak baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Sebuah buku yang tak pernah habis dibaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Aku membaca halaman cinta darinya tak pernah habis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Aku membaca halaman ketulusan darinya tak pernah habis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Aku membaca halaman pengorbanan darinya tak pernah habis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Aku membaca halaman kehidupan darinya tak pernah habis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Sosok yang ringan memberi perhatian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Dialah ibuku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-3995350845849780771?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/3995350845849780771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=3995350845849780771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3995350845849780771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/3995350845849780771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/tentang-seseorang-1.html' title='Tentang Seseorang (1)'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7144009364499872467</id><published>2008-02-19T23:10:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T23:11:39.226-08:00</updated><title type='text'>KAMMI dan Samudera</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Nun sebuah tempat bernama samudera. Sekian partikel air berkumpul menjadi sebuah ketakjuban. Sejauh mata memandang adalah keteduhan biru dan kejernihan air. Nun disetiap waktu, partikel tersebut mengalir. Merembes disetiap detak tanah, melewati ragam permukaan, meliuk disetiap kerasnya cadas. Nun pada sebuah tempat dia tergenang lalu membusuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Nun sebuah tempat bernama KAMMI. Sekian semangat kader berkumpul menjadi sebuah kekuatan. Sejauh mata memandang adalah kesungguhan dan kecerdasan aksi. Nun disetiap waktu, kader tersebut mengalir diseluruh penjuru negeri. Merembes disetiap detak rakyat, melewati ragam manusia, meliuk disetiap kerasnya “batas”. Nun pada sebuah waktu dia memilih…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Kawan, KAMMI dan Samudera adalah sebuah bayang dalam cermin. Apa yang membuat sang samudera tak pernah berhenti mengalir. Kekuatan apa yang membuat geraknya seolah tak kenal henti. Bercerminlah pada samudera, dia senantiasa bergerak memberi maka dia senantiasa menerima dan terus begitu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Ini bukan pelajaran untuk mengotori keikhlasan, justeru disinilah kita belajar keikhlasan. Samudera bergerak lembut dalam kefitrahan. Dalam batas-batasnya sebagai ciptaan Sang Rabbul a’lamiin. Dalam geraknya yang mengikuti sunnah titah Nya. Karenanya Samudera tidak mengenal kata henti karena ia dikaruniai energi dari yang tak pernah mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Maka begitulah seharusnya KAMMI. Mengambil energi dari yang tak pernah mati, hingga ia takkan mengenal kata henti. Kesadarannya untuk bergerak, menyisakan yang bersih meski dia melewati lumpur ataupun bebatuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Kawan, adakah cinta tanpa pembuktian. Adakah pembuktian tanpa sebuah pergerakan. Adakah sebuah pergerakan tanpa ujian. Maka pilihlah tuk terus bergerak…dicaci ataupun dipuji. Mari saling mendo’akan agar senantiasa diberi kekuatan untuk bergerak…semoga Allah meridhoi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;" lang="SV"&gt;Teruntuk: pejuang-pejuang KAMMI, saat berdiri dipersimpangan jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7144009364499872467?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7144009364499872467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7144009364499872467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7144009364499872467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7144009364499872467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/kammi-dan-samudera.html' title='KAMMI dan Samudera'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-6891546312109218623</id><published>2008-02-19T23:06:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T23:10:09.270-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Lumpur</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ketika menonton tayangan TV tadi malam, &lt;i style=""&gt;host&lt;/i&gt; di penghujung acara bertutur tentang perjalanan panjang sang padi. Hampir mencapai tengah malam kisah ini terus membayang dan selalu bersahut-sahutan dengan perjalanan KAMMI. Berlomba untuk mengisi pikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Pembawa acara bertutur bagaimana awal benih padi terdampar di tempat berlumpur. Becek, kotor, (mungkin) menjijikkan bagi sebagian orang. Tapi dia terus berproses dalam diam hingga sedikit demi sedikit pucuk-pucuk itu menjadi sebuah tanaman. Tanaman itupun tidak berbicara banyak, dia hanya menikmati panasnya matahari dan dinginnya hembusan angin hingga menguning dan melahirkan bulir-bulir keemasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sang bulirpun rupanya mewarisi sifat pendahulnya, meski “dipaksa” untuk terpisahkan dari tubuhnya, merasakan sambitan arit, kemudian menjalani waktu-demi waktu ditengah terik matahari. Ditumbuk bertubi-tubi atau mengalami goncangan dimesin penggiling, meluruhkan tubuhnya. Ia tetap tenang. Tapi dari sinilah kemudian ia menjadi bulir yang bersih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ia pun tahu tidak akan berhenti lama, karena ia harus mulai menikmati rasa panas yang tidak kalah menyakitkan diatas mesin penanak nasi. Berhenti sampai disini? Tidak. Diapun harus menyusuri lorong-lorong gelap didalam tubuh manusia, dikunyah, diperas sari-sarinya, dilebur sedemikian rupa hingga menghasilkan energi bagi si tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Kawan, seperti itulah padi mengajarkan pada kita untuk melewati segala macam ketersiksaan dalam keikhlasan. Kita memang bukan padi yang diam dalam perjalanan pegorbanannya. Terkadang selalu ada curahan hati dan teriakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ingin disampaikan. Marah, kecewa, senang, sedih dan perasaan lainnya yang terkadang sulit untuk dibendung. Atau bahkan tak mampu untuk dialirkan. Dan itu manusiawi. Tetapi seperti padilah kita senantiasa bergerak. Menyisakan manfaat disetiap tempat. Agar selalu memberikan yang terbaik dimanapun berada. Mungkin sekarang kita belum mampu, tapi penilaian kesuksesan kita ada pada saat ruh ini melayang kembali kepada RabbNya. Biarkan saja mereka semua berpendapat, teruslah bergerak, karena RabbMu lebih mengetahui hatimu. Dan mungkin seperti lumpurlah aku memaknai KAMMI. Walaupun ribuan orang menilai tidak memberikan kenyamanan, kotor, ataupun sebaliknya, dimataku disinilah aku memulai perjalanan. Dan disini juga aku menyaksikan orang-orang itu tumbuh lalu pergi menjadi seperti buliran padi yang berproses dan pada akhirnya menggerakkan tempat-tempat dimana mereka tinggal. Jadilah muharriq kawan, jangan pernah berhenti. Baik dalam diam maupun dalam riuh. Didalam lumpur maupun ditubuh-tubuh manusia. Karena lumpur itu tidak akan pernah berhenti melahirkan orang-orang seperti antum. &lt;b&gt;Sang Muharriq Dakwah&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sesunggunya dakwah itu laksana rerimbun pohon jati dan kita adalah kembang-kembangnya. Sekiranya ribuan kembang itu luruh memeluk bumi. Niscaya Sang Jati akan tetap kokoh berdiri….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Yang membedakan seorang pahlawan dari manusia biasa adalah ia lahir untuk mengukir sejarah, sedangkan orang biasa mengikuti sejarah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-6891546312109218623?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/6891546312109218623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=6891546312109218623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6891546312109218623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/6891546312109218623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/menjadi-lumpur.html' title='Menjadi Lumpur'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7696955760973130587</id><published>2008-02-19T23:03:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T23:05:14.675-08:00</updated><title type='text'>Diary Cahaya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Indonesia, 1980 an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Aku angin. Berkelana , berhembus, menari, meliuk diantara dimensi ruang dan waktu. Inilah aku dinegeri dengan berjuta pesona. Oh..kasihan rakyat negeri ini, terjebak dalam kejahiliyahan. Masjid kering. Mushaf terbujur di almari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Masih ditahun 1980 an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Satu dua cahaya mulai mengembang. Aku mendekat. Rupanya Dustur mulai hidup. Aku menangis entah karena apa…”&lt;i style=""&gt;ana uhibbukum fillah&lt;/i&gt;” sebuah cahaya berujar. Aku cemburu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Medio 1980 an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya mulai membiak. Satu..dua..tiga..empat..…entah berapa aku tak tahu pasti. Cahaya tampak pada pemuda bersahaja. Jenggotnya tipis menggelayut riang disebuah dagu dengan bibir yang selalu basah, memerah ranum dengan dzikir. Cahaya juga tampak pada perempuan tegar yang menutup rapat seluruh auratnya. Menjaga harga dirinya dari kehinaan. Cahaya-cahaya masih berada dilorong pekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;1990 an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Cahaya mulai dianggap asing. Setelah sebelumnya dianggap tiada. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ia mengusik ketentraman kegelapan. Satu cahaya harus dikeluarkan dari tempat dimana ia menuntut ilmu. Ia berontak, bangkit. Lalu berikutnya selalu ada Cahaya yang ingin dipadamkan. Satu tahun..dua tahun..tiga tahun…Cahaya terus memperjuangkan keyakinannya. Sebuah pelajaran dari sang Nabi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya-cahaya mulai berhimpun. Merajut tekad menyirnakan kegelapan negeri. Sepuluh tahun, begitu tekad mereka! Al Quran dan Sunnah menemani setiap langkah. Mereka tampak akrab. Siapapun yang hidup hatinya, pasti iri dengan kemesraan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Juli 1997&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Badai moneter menyerang negeri ini. Aku berkelana dari Aceh hingga Merauke. Banyak tarian kelaparan dan tangis kepedihan. Sempurnalah orkestra kemiskinan dengan syair keputus asaannya. Cahaya-cahaya diam, namun kilaunya semakin terang. Ah rupanya mereka sedang mengadu pada RabbNya. Masya Allah, air mata itu begitu indah. Kembali Aku iri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Akhir 1997&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Aku melihat cahaya itu berkerumunan dijalanan. Aku mendekat penasaran. Mereka sedang menyuarakan suara rakyat. Dimana pemerintah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Awal 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya masih akrab dengan jalanan. Jumlah sudah lebih banyak. Mmm…ini yang kusenangi, mereka masih memegang Al Quran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;April 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Aku mendatangi kerumunan Cahaya disebuah kota, sejuk dan damai. Cahaya-cahaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkilatan mengeluarkan gagasannya. Cahaya berhimpun dalam telaga. Cahaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makin lantang. Al Qur’an masih ditangan. Cahaya tidak takut mati. Cahaya bersemangat memenuhi seruan perjuangan. Cahaya penuhi pengorbanan. Cahaya tapaki hakikat berjuang. Setetes dua tetes darah tak seberapa. Rupiah demi rupiah entah sudah berapa. Duhai Ar Rahman..aku tahu mereka membutuhkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;rupiah itu, dan Engkau lebih tahu.. Beberapa cahaya mulai dikeluarkan dari kampus mereka. Mereka tetap damai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;dalam pelukan persaudaraan yang erat. Satu cahaya terdzalimu, beribu tangan dan hati menawarkan sandaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;21 Mei 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya bersimpuh. Satu rintangan telah terlewati. Al Quran masih ditangan. Cahaya masih menggelora. Perjuangan belum usai…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sepanjang 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Hari-hari cahaya adalah hari-hari aksi. Biarlah tahun ini menjadi tahun pengorbanan, begitu kira-kira yang ada dibenak Cahaya. Cahaya berjalan puluhan kilo untuk aksi. Cahaya menyusuri ratusan kilo untuk mengaji. Cahaya bersahabat dengan jutaan detik dan jarak untuk memenuhi forum-forum diskusi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya tergeletak bersimbah darah. Cahaya berbalut perban. Tapi cahaya terus bergerak. Cahaya oh cahaya…dimana sembunyinya kelelahanmu..? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih lekat dengan Al Qur’an. Cahaya masih bermesraan dengan Cahaya lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sepanjang 1999&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya terus beraksi. Cahaya merebut berbagai jabatan dikampus. Cahaya mulai sibuk. Mula-mula terlambat satu menit untuk menghadiri pengajian. Mula-mula terlambat satu menit menghadiri seminar. Mula-mula terlambat satu menit menghadiri aksi. Sepertinya Cahaya sangat sibuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mulanya sangka, lalu membulat menjadi fitnah. Cahaya saling beradu dahsyat, mereka tidak seperti satu. Mereka tak lagi cahaya, tapi bara api.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Aku sedih, satu Cahaya meredup, sinarnya retak. dimana ia harus bersandar? sunnahMu kah Rabb?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Beberapa tahun kemudian….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya masih meniti jalan yang sama. Tapi Cahaya….kenapa? Aksi sepi. Pengajian Sepi. Kemana perginya Kau?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Aku berkelana. Kutemukan Cahaya sedang tertawa didepan sebuah sekretariat mahasiswa. Markas para aktivis dakwah (mungkin) tak jauh beda. Aku menangis. Mengapa? Ingin rasanya Aku berteriak, memberitahu mereka tentang Cahaya yang lain..tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku bisu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Aku melesat menuju Cahaya yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sekumpulan Cahaya bersimbah peluh dijalanan. Tapi mereka seharusnya lebih dari ini. Kemana mereka? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya kutemukan berbaring diatas tempat tidur, saat Cahaya lain memenuhi panggilan perjuangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya lebih memilih didepan TV, internet atau Play Station, saat Cahaya yang lain berhadapan dengan badan-badan kekar dan moncong senjata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cahaya sedang merangkai lembaran masa depan, apakah mereka pikir Cahaya yang terkapar tak menginginkan hal yang sama?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;“afwan ana sibuk”, “afwan ya akhi, kita kan punya tugas masing-masing”.”afwan…” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Rabb … kenapa cahaya itu saling memancar tapi tak menuju satu titik. Cahaya….kemana hendak kau arahkan sinarmu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;suatu saat pada suatu waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;by:Jemari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7696955760973130587?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7696955760973130587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7696955760973130587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7696955760973130587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7696955760973130587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/diary-cahaya.html' title='Diary Cahaya'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-8466741083730695057</id><published>2008-02-19T22:15:00.000-08:00</published><updated>2008-03-13T23:10:01.106-07:00</updated><title type='text'>Zaman Baru, Manusia Baru</title><content type='html'>&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Sebuah ruang besar kehidupan dalam dimensi ruang dan waktu, telah membawa kita pada sebuah kesimpulan bahwa disetiap zaman ada pejuangnya masing-masing. Perjalanan panjang dakwah telah menasbihkan dirinya untuk tidak diusung oleh satu generasi tetapi antar generasi. Begitulah dakwah bergerak dalam alur fitrahnya, bahwa ia tidak akan (boleh) mati karena matinya sorang da’i. Itulah mungkin pelajaran yang dapat kita ambil manakala Allah SWT memberikan pilihan kepada Rasulullah SAW, keabadian dunia atau pertemuan dengan Rabb nya, maka Rasulullah memilih bertemu Rabb nya dengan menggelar haji wada’ seraya meninggalkan dua perkara sebagai peta keselamatan yaitu Al-Qur’an dan As Sunnah. Disinilah kita juga menemukan janji Allah, bahwa Dia dan pasukan Nya yang akan menjaga kemurnian Al-Quran. Rangkaian panjang ini kemudian yang seharusnya meyakinkan kita bahwa perubahan tidak dapat kita nafikan dan yang lebih terpenting dari itu adalah kita harus menyiapkan diri menghadapi perubahan agar kita terus berada dalam gerbong dakwah dan berdiri teguh diatasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Pada suatu ketika, Rasulullah SAW memerintahkan sahabat Bilal untuk mengumandangkan adzan dengan berkata “istirahatkan kami wahai bilal”. Istirahat! Betapa mulianya Sang Nabi sehingga istirahat yang dimintanya adalah Sholat. Pun demikian halnya para sahabat dan generasi salafus shaleh senantiasa gandrung akan majlis-majlis iman sehingga mereka mendapatkan supply energi yang begitu besar untuk kemudian bertebaran diseluruh penjuru bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Kini kita hidup dimana perubahan begitu sangat cepat dan tidak stabil. Dan dakwah kini telah menyemburat sepanjang nusantara. Tumbuh disebuah mihwar bernama mihwar muassasi. Sebuah mihwar dimana para kader dakwah harus bekerja diseluruh institusi sosial yang ada dimasyarakat. Kita tidak lagi dituntut sekedar menyebar ditengah masyarakat, tapi kita dituntut untuk melakukan mobilitas vertikal sebagai prasyarat meraih kesuksesan dimihwar ini. Rumit? Jelas! Karena disini kita tidak sekedar membentuk opini publik untuk berpihak kepada islam tetapi harus memberikan legalisasinya sehingga dapat dijalankan oleh semua masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Maka perkuatlah bahteramu. Kita harus melakukan pengokohan terhadap &lt;i&gt;tandzhim&lt;/i&gt; dakwah kita. Menyingkirkannya dari indikator-indikator kehancuran. Membuka kembali perbendaharaan ilmu kita mengenai teori-teori manajemen organisasi, manajemen-manajemen harakah dan melakukan kembali penataan-penatan dakwah serta melindunginya dari debu-debu perpecahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Maka siapkanlah perbekalan karena &lt;i&gt;muhibah&lt;/i&gt; ini sangat panjang. Kita harus mengokohkan struktur berpikir kita. Memperkuat basis ideologi kita dan memperkuat tradisi pembelajar kita. Kita harus membuat sebuah strategi dakwah yang kokoh sehingga mampu bertahan hingga sampai kedermaga. Dan mungkinkah kita dapat mendapatkannya dari syuro-syuro yang berlangsung tanpa persiapan, tanpa dasar yang jelas selain intuisi. Dapatkah kita mendapatkannya dari pembicaraan besok “mengadakan apa” tanpa pernah kritis mengemukakan “untuk apa diadakan”. Akankah kita mendapatkan perbekalan ketika kita membicarakan “siapa yang memberi” dan tidak mendengar “apa yang dia beri”. Masihkah kita pertahankan logika “kemarin atau dulu” tanpa mengimbanginya dengan logika “sekarang dan yang akan datang”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Ini adalah zaman kita kawan. Mari kita sholat. Sang muadzin telah menawarkan kita kemenangan dengan mengajak kita pada spiritual yang tinggi dan jangka panjang, bukan &lt;i&gt;an sich&lt;/i&gt; duniawi nan pragmatis yang sempit. Saat dakwah mendapatkan kesempatan berada dalam institusi masyarakat, jangan pernah sekedar berpikir peluang bisnis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Saat kita berdiri dengan niat &lt;i&gt;lillahi ta’ala, &lt;/i&gt;mengumandangkan takbir dengan menghadap kiblat dan suara yang lantang. Maka kita pada &lt;i&gt;mihwar&lt;/i&gt; ini harus tetap meluruskan orientasi kita, menghadap arah yang sama dan mengumandangkan dengan lantang kebenaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Saat kita rukuk dan sujud mengagungkan Rabb, maka pada &lt;i&gt;mihwar&lt;/i&gt; ini kita tidak boleh merasa jumawa lalu lupa mengagungkan Rabb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Maka tetaplah telunjuk ini berhias syahadat sebab kita ingin menutupnya dengan salam keselamatan. Untuk masyarakat dikiri kita, depan kita, kanan kita, bahkan dibelakang kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" lang="SV" &gt;Menuju Milad VIII KAMMI, Selamat datang muslim negarawan. Selamat menjadi manusia baru, untuk zaman baru. Jadilah batu bata terbaik dalam zaman ini. Jangan risau dengan celaan generasi lalu yang bangkrut sebab mereka akan berlalu. Ya Rabb, temani dan jagalah kami dan KAMMI selalu. &lt;i&gt;(zoel) &lt;/i&gt;010306&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-8466741083730695057?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/8466741083730695057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=8466741083730695057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8466741083730695057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8466741083730695057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/zaman-baru-manusia-baru.html' title='Zaman Baru, Manusia Baru'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7879585498481348592</id><published>2008-02-19T22:13:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T22:14:46.238-08:00</updated><title type='text'>Kader Kreatif atau Kere Aktif</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Menyimak diskusi disuatu sore mengenai kader kreatf, mengenai polah kader-kader dakwah yang memiliki sudut pandang unik, teguh dengan pandanganya, kemudian bergerak mantap untuk kemudian kita mengenalnya sebagai kader yang susah diatur, tidak bisa beramal jama’i atau semaunya sendiri atau gelar lain yang disematkan sebagai penghargaan atas ke-kreatifanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sepanjang saya berputar bersama gerbong dakwah ini, beberapa “kawan” dekat saya merupakan kader “kreatif”. Mereka adalah orang-orang berhati mulia, dengan pemikiran yang brilian namun memiliki bahasa yang sulit untuk dipahami oleh orang-orang biasa (saya tidak menyebut orang biasa disini sebagai tidak kreatif). Mereka memiliki intuisi yang kerap tidak dapat ditangkap oleh radar kebanyakan kader yang lain. Atau mereka terlalu banyak membaca buku yang lain sehingga pembacaanya lebih luas, melihat lebih banyak sehingga pandangannya jauh kedepan, mendengar lebih banyak sehingga analisisnya hanya dapat didengar oleh manusia masa depan. Disisi lain, merekapun memiliki permasalahan sekali lagi pada masalah “komunikasi”. &lt;b&gt;“Mereka”&lt;/b&gt; suatu ketika bertanya lirih “mengapa &lt;b&gt;“Orang-orang”&lt;/b&gt; kok gak pernah mau memahami?”. Suatu ketika juga &lt;b&gt;“Orang-orang”&lt;/b&gt; itu mengomentari &lt;b&gt;“Mereka&lt;/b&gt;” “hidup berjamaah ini jangan Cuma dipahami!”. Adakah yang salah? Apakah memang kader kreatif itu hidup pada zaman yang salah atau tempat yang salah. Yang aku tahu beberapa dari yang saya kenal pada akhirya ditenggelamkan atau memilih tenggelam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Kawan-kawan &lt;b&gt;Lentera&lt;/b&gt; memberi komentar bahwa kader kreatif adalah mereka yang memberikan kontribusi kebaikan. Mereka yang memutar kreatifitasnya dalam batas-batas syar’i dan tidak melanggar konstitusi. Artinya, jika ada seorang kader yang “melawan” instruksi tetapi membawa kebaikan yang lebih besar, maka dia dikatakan sebagai kader kreatif bukan kader “nakal”. Sebaliknya, jika kemudian ijtihad pribadinya memberikan “kemudharatan”, maka dia harus memiliki jiwa kesatria jika kemudian jama’ah memberikan “sentuhan sayang” berupa teguran, hukuman dan sejenisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Maka kreatifitas seorang kader adalah kreatifitas yang bertanggung jawab. Kreatifitas yang menghadirkan pelajaran-pelajaran berarti untuk langkah hidupnya atau langkah gerakannya kedepan. Kreatifitas yang membawa jama’ah ini menjadi begitu dinamis dan senantiasa waspada. Terjaga dari segala keotoriteran atau patronase kebenaran pada hal-hal yang seharusnya memiliki alternatif-alternatif pandangan. Kreatifitas yang menghidupkan kebenaran. Kreatifitas yang memberikan berkah perbedaan, bukan musibah perpecahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Maka menjadi kader kreatif berarti memilih berani untuk menyatakan pendapatnya dengan segala dalilnya. Berarti memilih jalan untuk siap dikucilkan. Berarti harus siap dengan jebakan riya, ujub dan sebagainya sebab pada suatu waktu ternyata pendapatmu adalah yang paling tepat justru pada saat engkau telah menerima tuduhan macam-macam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Disinilah kemudian kita harus bertekad untuk tidak menjadi kader kere aktif. Yaitu mereka yang tidak memiliki pijakan selain karena otoritasnya yang lebih tinggi dari yang lain. Mereka yang “kere” bacaan tapi aktif memotong ide. Mereka yang “kere” data kuantitatif maupun kualitatif dalam mengambil kebijakan untuk dirinya maupun gerakannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7879585498481348592?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7879585498481348592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7879585498481348592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7879585498481348592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7879585498481348592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/kader-kreatif-atau-kere-aktif.html' title='Kader Kreatif atau Kere Aktif'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4957910202857489965</id><published>2008-02-19T22:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T22:13:37.491-08:00</updated><title type='text'>Jaket Biru KAMMI</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sore itu, KAMDA lumayan hangat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Meski garis-garis lurus air membelah bumi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Diiringi senja yang tampak semakin pekat dan udara yang dingin, segelintir orang duduk asyik berdiskusi. Bukan tema politik, bukan tentang nikah, bukan tentang reformasi bukan..bukan tentang tema-tema yang biasa identik diobrolin anak KAMMI. Kali ini terjadi “perselingkuhan” tema dari yang semula akan berdiskusi tentang hukum, menjadi tentang “Jaket”. Hanya tentang jaket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Bukan tanpa alasan, kita hanya ga ingin berdiskusi mengenai sesuatu yang kita ga ada kepahaman tentangnya. Itung-itung kita komitmen dengan gerakan intelektual profetik yang menginginkan setiap tindakan atau diskusi berdasarkan data dan fakta serta dibumbui analisis yang segar. Tapi bukan berarti kita tidak mau membahas tentang hukum, kita menyepakati akan membahasnya dalam tempo sesingkat-singkatnya. Malang, 22 juni 2004…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Diskusi dimulai dengan pertanyaan iseng “boleh ga sih selain KAMMI make jaket KAMMI?” Seorang ukhti memulai diskusi dengan menyampaikan bahwa jaket KAMMI jangan dibatasi hanya untuk kader KAMMI saja. Soalnya dari pengalaman pribadi beliau, jaket KAMMI itu dah puya kharisma sendiri. Buktinya temennya kalo make jaket KAMMI itu malu kalo masih punya sikap yang gimana gitu…? Intinya dengan make jaket KAMMI, temannya merasa lebih pede and bener-bener ngerasa gimana githu…? (pemakaian “gitu” untuk menjelaskan perasaan yang ga bisa diungkapin kata-kata-red). “make jaket KAMMI tuh lebih heroik”, ungkap seorang akhwat menguatkan. Lagian kalo jaket KAMMI boleh dipakai orang yang ga pernah ikut DM, kan lumayan bisa nambah profit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Semua sepakat? Ga juga. Beberapa menganggap jaket biru KAMMI Cuma boleh dipakai orang-orang yang udah ikut DM I dan mengkhawatirkan penyelewengan pemakaian jaket KAMMI. Dia pernah nemuin orang make jaket KAMMI buat pacaran (nah lho?). yang ga sepakat jaket KAMMI dipakai sembarang orang karena merasa jaket KAMMI itu merupakan simbol dan identitas organisasi, jadi ga boleh seenaknya dong orang lain make.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ada yang mencoba mengambil jalan tengah, jaket KAMMI mungkin suatu saat akan menjadi bagian dari kepemilikan publik. Mungkin nanti kalo ada yang ga punya jaket KAMMI kita teriakin “ga gaul banget sih …..” (tentu tanpa anarkis, karena anarkhi bukan KAMMI). Senada dengan pendapat ini, seorang akhwat bilang jaket KAMMI bisa dipakai buat Syiar KAMMI, lumayan kan kita bisa bikin iklan berjalan tanpa bayar alias gratis. Karena jaket KAMMI banyak yang pake. Tapi bukan tanpa catatan, kita kudu selektif untuk menghindari kejadian yang ngga-ngga. Alasan penguat lainnya, kalo yang make jaket kudu DM I, gimana kalo ada yang kedinginan terus butuh jaket? Masak harus ditanya “ente dah ikut DM I belum?” wuihhhh…ga punya perikemanusiaan kan, melanggar Muqadimah UUD 45.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Diskusi kemudian bergulir seputar pertanyaan tentang dampak kebanggaan kepemilikan jaket KAMMI terhadap persatuan ummat? (hayo..nyambung ga?). Rata-rata sepakat bahwa kebanggan terhadap jaket KAMMI ga menghalangi proses persatuan dan kebangkitan ummat. Bangga dengan jaket KAMMI tidak lantas membuat orang-orangnya anti kritik dan persatuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Waktu nambah sore, beragam catatan seputar jaket KAMMI Biru Malang terus bertambah. Tentang boleh tidak orang lain make, tentang penyelewengan jaket KAMMI, tentang penjagaannya, tentang perasaan “gimana gihu loh” waktu make jaket KAMMI, tentang bisa ga kelusuhan jeket jadi tanda dia aktivis tulen KAMMI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;, tentang sikap pemakai jaket, tentang kebanggan yang mulai pudar, tentang kebangkitan ummat, tentang “kader jaket”, tentang persatuan, tentang cinta dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ada baiknya lemparan seorang ukhti jadi renungan penutup, kita seharusnya terus memperbaiki diri kita sendiri, sehingga secara tidak langsung jaket juga mewakili sifat shaleh orangnya. Artinya kelak orang akan mikir berkali-kali untuk bersikap “tidak layak” ketika make jaket KAMMI. Kita ga perlu bikin dewan adat aturan make dan yang lainnya, karena keshalehan diri kita sudah menjadi penjaga dari penyelewengan terhadap penggunaan jaket. Yang lain ngingetin; jangan jadi aktivis jaket, Cuma make jaketnya aja tapi ga mau peduli ama kondisi KAMMI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Rame-rame make jaket KAMMI yuk..biar lawan gentar, biar KAMMI makin berkibar, biar mereka tahu kalo anak KAMMI itu pinter, nepatin janji, profesional, pantang “eksklusif”, anti kere aktif alias ga bergerak bin pasif. Akhirnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biarkan mereka tahu “Isyhadu bi anna muslimuun, Saksikanlah saya seorang muslim……lewat para pemakai jaket KAMMI…lewat kita…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Gimana duhai para pemilik jaket KAMMI, dipake lagi dong jaketnya, dikibarkan lagi dong ide-idenya, disemai lagi dong perhatianya sebab kita bukan;&lt;b&gt; Kader Jaket&lt;/b&gt; apalagi &lt;b&gt;Penakut &lt;/b&gt;(titik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 0cm; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IT"&gt;Dari rerimbun diskusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; letter-spacing: 3pt;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-4957910202857489965?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/4957910202857489965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=4957910202857489965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4957910202857489965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/4957910202857489965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/jaket-biru-kammi.html' title='Jaket Biru KAMMI'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-7791784456713006372</id><published>2008-02-19T21:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:59:18.012-08:00</updated><title type='text'>Pangeran Surga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;”Mohon do’anya seluruh ikhwah. Adik kami kecelakaan” begitu kira – kira pesan singkat yang masih ku ingat. Malam itu badan masih berjibaku dengan rasa mual. Dauroh "My Camp" yang saya adakan bersama rekan – rekan aktivis dakwah sekolah, masih menyisakan rasa letih sementara esok telah kujadwalkan menempuh perjalanan menuju Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;”Innalillahi raajiuun..sampaikan maaf ana ke Ahmad karena belum bisa jenguk. Ana masih sakit dan besok harus keJakarta. Syafakallah” setengah sadar aku membalas sms dari seorang akhwat di tanah Batam. Akhwat tersebut bernama Fitri. Ia yang menitipkan adik bungsunya.padaku. Begitu besar perhatian Fitri pada Ahmad. Terutama pada tarbiyahnya hingga beliau selalu menanyakan apakah Ahmad sudah ikut halaqoh atau belum. Dan malam itu aku terlelap. Melewatkan halaqoh yang seharusnya aku ikuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;”Ass. Telah berpulang kpd Rahmatullah pagi ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Adik kami Achmad Solikin di RSUD Saiful Anwar Malang. Semoga d beri ketabahan pd keluarga” sms Ukhti Fitri masih kusimpan. Tertera tanggal 5 Juli 2007, 05:14:52 sms itu dikirim. Aku masih menahan mual, menahan rasa sakit yang tersisa karena kurang adil memberi perhatian pada perut. Lirih ku untai do’a untuk Achmad. Pelajar salah satu SMK negeri di Malang yang diantarkan kakaknya untuk diikutkan dalam barisan dakwah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;”Ahmad anak yang baik. Dia paling pintar dikeluarga kami...” ujar ukhti Fitri dalam SMS nya. Dan aku setuju. Sangat setuju. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Hatinya yang bersih terekam dalam kenangan. Dia menempuh perjalanan dari rumahnya di sekitar Kacuk hanya untuk belajar agama. Kami Berdiskusi kecil dikamar karena waktu itu belum menemukan teman untuk membentuk forum halaqoh. Waktunya sangat padat sehingga hanya habis maghrib hingga menjelang Isya dia ada waktu luang untuk halaqoh. Pagi hingga jam 2 Achmad sekolah. Setiap hari, Dua kali dia harus memacu motornya pulang pergi. Pulang sekolah dia bekerja mengantarkan tetangganya ketempat kerja kemudian dia mengantar kakaknya ke tempat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pada sebuah kesempatan saya mengajaknya mengikuti talaqi madah Tarbiyah yang diasuh oleh Ustadz Jalaludin di Masjid Abu Bakar, Perumahan Puncak Dieng. Pertemuan itu terjadi beberapa hari sebelum motornya menghantam pohon dan merenggut nyawanya. Dan &lt;i&gt;Talaqi&lt;/i&gt; itulah sentuhan tarbiyah terakhir yang bisa saya hantarkan untuk Achmad Solikin, Pangeran Surga dari Kacuk..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-7791784456713006372?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/7791784456713006372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=7791784456713006372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7791784456713006372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/7791784456713006372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/pangeran-surga.html' title='Pangeran Surga'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-8303494040405413244</id><published>2008-02-19T21:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:46:38.957-08:00</updated><title type='text'>Sepotong Lidi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Maghrib baru berlalu beberapa menit yang lalu. Disebuah kampung kecil, sekelompok remaja duduk bermusyawarah. Mereka anak – anak muda yang tergabung dalam Remaja Islam Masjid Ibadurrahman (RISMI). Memakmurkan sebuah masjid dimana saya dulu mengeja a ba ta tsa dan menyelami materi panah – panahan dari &lt;i&gt;murobbi.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Kini mereka telah lulus SMA. Masalah kehidupan juga menerpa mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Melanjutkan ke perguruan tinggi mungkin tidak pernah terlintas dalam benak mereka. Mereka hanya anak kampung yang besar dari gaji buruh dan cangkul tani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Namun sentuhan dakwah membuat mereka begitu berbeda dari teman sebayanya. Simak pembicaraan yang keluar dari anak kampung ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;”Akhir – akhir ini sepertinya kita mengalami kemandegan. Banyak program dakwah yang tidak berjalan. Sebuah organisasi minimal ada pertemuan rutin. RISMI sudah melahirkan banyak orang dan sudah dikenal sebagai wajihah yang berdiri paling awal” ujar seorang senior yang memfasilitasi pertemuan malam ini. Dia merupakan salah seorang alumnus RISMI yang menjabat sebagai pembina dan telah menamatkan pendidikanya di UNJ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;”Kalian ibarat batang – batang lidi. Sebatang lidi tidak akan efektif untuk menyapu dan membersihkan halaman yang penuh dengan sampah. Lidi – lidi itu harus di ikat erat agar mampu menyapu segala sampah” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Pikiran para pengurus RISMI pun mulai menerawang memutar kembali hari – hari yang berlalu dengan kemandegan program kerja. Sepertinya semua tampak menyesal. Keluhan demi keluhan bersahut – sahutan dimalam itu. Keluhan yang kemudian melahirkan semangat untuk membangun kembali dakwah yang telah dirintis bertahun – tahun lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;”Kini saat nya kita menyalakan lilin dan tidak mencela kegelapan” ujar yang lain. ”Pertanyaan mengapa dan kenapa tidak membuat kita bangkit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Mari kita bertanya apa yang bisa kita lakukan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Isya telah menjelang. Adzan berkumandang dilangit Banten. Musyawarah kecil malam itu menyalakan api semangat yang nyaris padam. Dari sebuah lentera dakwah di sebuah kampung kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Dan ada banyak lentera dakwah yang perlu dinyalakan dikampung – kampung kecil lainnya. Dipulau terpencil. Di rimba belantara. Di pucuk gunung. Lalu masihkah kita berkutat dengan kelemahan – kelemahan diri? Bangkitlah. Jadilah lidi – lidi yang terikat erat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-8303494040405413244?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/8303494040405413244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=8303494040405413244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8303494040405413244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/8303494040405413244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/sepotong-lidi.html' title='Sepotong Lidi'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-2794568708006622823</id><published>2008-02-19T21:43:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:54:52.733-08:00</updated><title type='text'>Surga Itu Yang sulit...</title><content type='html'>&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Seperti biasanya, keluarga besar KAMMI terkadang berkumpul dibawah (Ruang Syuro). Koran menemani kami lesehan sambil berdiskusi banyak hal. Ada banyak inspirasi dan kesegaran yang terselip dari sekian banyak diskusi kecil yang kami lakukan sambil membaca koran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Hari itu kami kedatangan seorang ustadz yang biasa &lt;i&gt;nyambangin&lt;/i&gt; kami. Sebuah kebiasaan beliau yang sering menghangatkan suasana dan menjalin keakraban. Istilah saya, beliau adalah penyambung generasi. Saya menyadari banyak amanah yang harus diselesaikan oleh beliau dan generasi beliau. Karenanya jika ada beliau atau generasi beliau yang hadir &lt;i&gt;nyambangin&lt;/i&gt; ke kontrakan mahasiswa, maka terasa sangat istimewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Saya menikmati koran yang terhidang. Dihalaman tersebut ada iklan rumah lengkap dengan mobil dan fasilitas lainnya. Angsuranya tersaji dengan jelas. Nilainya lumayan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;”Ustadz, kapan neh beli rumah dan mobil kayak begini” Saya berujar sambil menunjukkan iklan tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;”Ya akhi, itu mudah. Surga itu lho yang sulit”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ustadz menjawab santai dan saya tersenyum lebar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Anda bisa menangkap sebagaimana yang saya tangkap waktu itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Surga itu lho yang sulit. Coba cermati kata – kata itu. Lalu ukur apakah kita termasuk kedalam orang kebanyakan yang resah gelisah dengan segala kesibukan duniawi. Tertipu dengan target hidup yang keliru hingga tidak sempat merasakan indahnya kehidupan. Terlebih tak sempat mencicipi lagi manisnya perjuangan dan ujian di medan ini..... tapi jangan fatalis. Kita tetap perlu dunia untuk bekal menuju kampung akhirat.. &lt;i&gt;Ya Allah palingkan aku dari pengejaran yang keliru...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;"Dan janganlah kamu jual perjanjian (dengan) Allah dengan harga murah, karena sesungguhnya apa yang ada disisi Allah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui"&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;nb. kangen antum Ustadz Uril...&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2829290556851042439-2794568708006622823?l=laskarlangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laskarlangit.blogspot.com/feeds/2794568708006622823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2829290556851042439&amp;postID=2794568708006622823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2794568708006622823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2829290556851042439/posts/default/2794568708006622823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laskarlangit.blogspot.com/2008/02/surga-itu-yang-sulit.html' title='Surga Itu Yang sulit...'/><author><name>Zuliyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04994300747961568276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/__PkyyRQ8hu0/SQZTCPKGSbI/AAAAAAAAAC8/LBtyWrjqa8w/S220/edit-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2829290556851042439.post-4532109399014610962</id><published>2008-02-19T21:38:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T21:43:32.154-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Plasma – Q</title><content type='html'>&lt;span  lang="DE" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Arial;"&gt;Jum’at, 20 April 2007, 21.50 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Arial;"&gt;Hari ini sekolah pertama anak – anak Plasma – Q. Bertepatan dengan hari lahirnya Ukhti Gita. Beberapa potong kue terhidang menemani pelajaran pertama kami disekolah ini. O ya, sebelumnya jangan membayangkan kalau sekolah ini menempati sebuah gedung, murid – murid berseragam, ada guru dan lain sebagainya layaknya sebuah sekolah. Sekolah ini hanya berupa forum diskusi kecil – kecilan untuk merefleksikan ilmu yang kami dapatkan di pendidikan formal dengan medan dakwah yang sedang kami geluti. Ruangannya menempati seluruh ruang semesta yang mampu kami jangkau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Arial;"&gt;Kali ini kami bersekolah di Salsabila. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Sebuah kontrakan akhwat di belakang bangunan yang dulu terkenal dengan nama ”Dinoyo Theatre”. Esok mungkin sekolah kami ada ditepian danau, pematang sawah, taman kampus atau dimanapun selama kami terus tumbuh belajar didalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-family:Arial;"&gt;Murid – murid Plasma – Q berjumlah tujuh orang. Mereka merupakan para aktivis dakwah sekolah untuk wilayah dakwah SMA Negeri 9 Malang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Guru kami kali ini adalah Ukhti Gita. Mahasiswa FK 2005 yang saat ini sedang berbahagia karena mendapat kesempatan untuk menambah amal – amal saat usianya berkurang satu tahun. Diskusi dibuka oleh direktur Plasma Q. Beberapa waktu berikutnya, Gita mulai mencoba mengurai tentang ilmu imunitas yang didapatnya dari perkuliahan mikrobiologi. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Beberapa istilah sulit saya cerna. Sudah begitu lama saya tidak bersentuhan secara intens dengan ilmu tubuh ini. Terakhir kali mungkin waktu kelas dua SMA dulu. Jadi butuh memeras otak untuk membayangkan hipotalamus, kelenjar, hormon, sel darah merah, makrofak, plasma dan lain sebagainya. Istilah – istilah yang disampaikan Gita berseliweran begitu saja. Yang pasti, subhanallah....sangat luar biasa Allah nyiptain tubuh kita. Tidak salah kalo ada ungkapan bahwa tubuh kita sesungguhnya rangkuman semesta yang sangat hebat. &lt;i style=""&gt;Rabbana ma kholakta hadza bathila subhanaka fakina adzabannar....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Diskusi mulai terfokus pada satu istilah berjudul Respon Imunitas. Respon imunitas terbagi menjadi dua, yaitu respon imunitas non spesifik dan respon imunitas spesifik. Yang pertama merupakan respon pertamakali jika tubuh menangkap benda – benda asing sementara yang kedua merupakan respon lanjutan jika benda – benda asing itu mulai main keroyokan &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Gita punya refleksi sendiri tentang Respon Imunitas dengan dakwah yang digelutinya. Mungkin yang lain juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Dalam renungan saya, respon imunitas kita dalam dakwah ada dua. Yang pertama akal dan yang kedua adalah hati. Akal merupakan respon imunitas non spesifik dimana benar dan salah dapat ditimbang oleh akal karena masih dapat ditimang dengan mudah. Tetapi ada yang tidak bisa ditimang oleh akal. Maka disinilah respon imunitas spesifik berupa hati berperan. Karenanya rasulullah pernah berpesan untuk meminta fatwa pada hati jika kita gamang dalam menimang sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Akal dan hati. Dua alat responsifitas yang harus kita asah terus dalam mengarungi jalan dakwah ini agar senantiasa peka terhadap ”benda – benda
